Home / Resensi / Annie, Sebuah Upaya Pengabadian Karakter dalam Novel Klasik

Annie, Sebuah Upaya Pengabadian Karakter dalam Novel Klasik

Oleh: Dewi Annisa Putri

Judul : Annie
Penulis : Thomas Meehan
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2016 (Cetakan Pertama)
Jumlah halaman : 232 Halaman
Harga : Rp61.500

 

Foto: Dewi A
Foto: Dewi Annisa Putri

Punya sejarah panjang akan eksistensinya, Annie selalu berhasil memukau dalam berbagai bentuk karya. Lahir dari comic-strip, tumbuh menjadi drama musikal Broadway, dan menjelma dalam novel klasik yang lebih memikat.

Pada suatu hari Natal di 987 Fifth Avenue. Seorang anak perempuan berambut merah pendek mendapatkan hadiah Natal terbaiknya. Seorang ayah penyayang, sahabat-sahabat sejati yang berbahagia, serta anjing pintar berwarna cokelat kopi.

Annie adalah anak yang cerdas. Setelah menghabiskan sebelas tahun di dalam panti asuhan yang suram, ia akhirnya memutuskan untuk kabur mencari ayah dan ibunya. Keputusan ini membawanya mengalami berbagai situasi yang tak pernah disangkanya.

Gadis kecil ini melewati masa-masa sulit setelah keputusan itu. Mulai dari harus berjualan apel di stasiun kereta api, berlari menghindari polisi, bekerja di sebuah tempat makan dari pagi hingga malam, tidur di daerah kumuh, hingga pada akhirnya tertangkap lagi untuk kemudian dikembalikan ke panti asuhan. Beruntungnya, tak lama kemudian Annie segera dibawa ke rumah orang terkaya di Amerka dan dunia, Oliver Warbucks, untuk menghabiskan liburan Natal di rumahnya.

Jika menilik sejarahnya, tokoh Annie telah ada sejak tahun 1924. Pertama kali lahir ke dunia, Annie adalah pahlawan cilik dalam sebuah comic-strip berjudul Little Orphan Annie yang diciptakan oleh kartunis Indiana dan penulis Harold Gray. Comic-strip tersebut mengisi halaman surat kabar-surat kabar di Amerika Serikat selama 48 tahun.

Hingga akhirnya Martin Charnin—seorang sutradara dan penulis lirik musikal Broadway—mengajak Thomas Meehan mengadaptasi cerita Little Orphan Annie ke dalam sebuah petunjukan musikal. Saat itu, Meehan bekerja sebagai penulis cerita pendek untuk komik dan artikel berbagai majalah.

Meehan menunjukkan keseriusannya menulis cerita tentang Annie, sampai-sampai membuka kembali arsip New York Daily News, surat kabar yang selalu menjadikan Little Orphan Annie sebagai fiturnya sejak awal. Ia membaca seluruh comic-strip Annie yang diterbitkan selama 48 tahun terakhir.

Karakter Annie milik Meehan diceritakan sebagai sosok yang periang dan tangguh. Terbukti dari dirinya yang sama sekali tak pernah menangis meski semua orang mencoba menjahatinya. Ia tidak menangis saat Miss Hannigan—kepala panti asuhan—menyiksanya dengan pekerjaan berat. Tidak menangis setiap Myrtle dan anak-anak orang kaya lainnya mencerca. Bahkan tidak juga saat ia tak jadi mendapatkan atlas yang sangat diimpikannya pada hari pemberian penghargaan di sekolah St. 62. Padahal, atlas itu akan digunakannya untuk berkeliling Amerika, bahkan dunia, untuk mencari kedua orang tuanya yang hilang.

Membaca novel ini juga dapat memberikan pembaca banyak pengetahuan baru. Mulai dari latar tempat di berbagai tempat di Amerika yang dideskripsikan secara detail, hingga cerita sejarah pada masa itu sendiri. Berlatar waktu Era Depresi di Amerika Serikat di bawah pimpinan Presiden Franklin D. Roosevelt pada tahun 1933, kesulitan-kesulitan pada masa itu digambarkan secara apik dan kental serta menyatu dengan cerita.

Setelah berhasil menulis naskah, akhirnya drama musikal Broadway berjudul Annie ditampilkan pada musim semi tahun 1977. Pertunjukan itu sukses digelar dan berhasil meraih Tony Award kategori Drama Musikal Terbaik, serta enam penghargaan lainnya. Untuk kerja kerasnya menulis cerita Annie, Meehan pun mendapatkan penghargaannya sendiri untuk kategori Buku Drama Musikal Terbaik. Kisah Annie kini telah beberapa kali difilmkan. Di antaranya pada tahun 1982 yang disutradarai oleh John Huston, tahun 2014 disutradarai oleh Will Gluck.

Terlepas dari semua itu, Meehan jatuh cinta pada karakter Annie yang diciptakannya sendiri. Ia mengaku, sebenarnya karakter Annie yang dapat dinikmati dari drama musikal maupun berbagai film yang kemudian diproduksi berdasarkan ceritanya, bukanlah cerita Annie yang seutuhnya. Sebab, ketika ia menulis untuk naskah drama, sebenarnya ia menyelesaikan naskah yang lebih panjang dari yang ditampilkan. David kemudian memintanya memotong beberapa adegan karena durasi drama musikal itu terbatas—hanya dua jam.

Seluruh karakter dan cerita perjuangan Annie yang lengkap kini dituangkan Meehan dalam bentuk novel klasik berjudul sama yaitu Annie. Karya ini dibuatnya untuk mengungkapkan karakter Annie secara lebih detail dan menyertakan versi naratif semua adegan yang dipangkas dalam drama musikalnya.

Bagi Anda penyuka novel klasik, barangkali Annie dapat menjadi teman Anda sepanjang liburan Natal ini. Selamat Natal dan selamat membaca!

About Portal Berita Pers Mahasiswa SUARA USU

Check Also

Cate Blanchett, Menyihir Para Penikmat Film Thor

  Oleh: Syafril Agung Oloan Siregar Judul : Thor: Ragnarok Sutradara : Taika Waititi Penulis …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *