Home / Mahasiswa / Kata Kita / Bonus Demografi, Siapkah Indonesia?

Bonus Demografi, Siapkah Indonesia?

Oleh: Tantry Ika Adriati

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memproyeksikan bahwa jumlah penduduk Indonesia tahun 2035 mendatang berjumlah 305,6 juta jiwa, meningkat 28,6 persen dari tahun 2010. Peningkatan jumlah penduduk Indonesia tersebut dibarengi dengan meningkatnya penduduk usia produktif (usia 15-65 tahun). Hal ini dinamakan bonus demografi, di mana penduduk Indonesia yang produktif lebih banyak daripada penduduk yang tak produktif.

Bonus demografi ini merupakan berkah tersendiri bagi Indonesia. Ia akan berdampak baik apabila dipersiapkan dengan baik. Pun, akan berdampak buruk jika dibiarkan tanpa ada persiapan yang matang. Sejauh ini, bagaimana kesiapan Indonesia dalam mengahadapi bonus demografi menurut mahasiswa USU?

Hendri Asrin–Fakultas Farmasi 2012

2. Hendri Asrin - FFMenurut saya, jika dibandingkan dengan negara yang berhasil menghadapi bonus demografi Indonesia belum siap. Misalnya, di bidang pendidikan Indonesia masih tertinggal jauh dari negara maju lainnya. Pemerintah belum menfalisitasi secara penuh sumber daya manusia (SDM) negara kita, terutama untuk mahasiswa. Padahal berpengaruh bagi kesiapan negara Indonesia.

Mahasiswa dan pelajar berperan penting dalam menyukseskan bonus demografi. Tapi kalau pemerintah serius selama beberapa tahun ke depan, mungkin saja bisa. Begitu juga mahasiswa, harus mau berkembang dan berkreativitas, serta jangan stagnan di tempat saja.

Ahmadzi Syarif Nasution–Fakultas Ilmu Budaya 2010         

1. Ahmadzi Syarif Nst - FIBSaya yakin Indonesia pasti akan siap, terutama mahasiswa. Meskipun belum maksimal, tapi kita sudah berusaha. Namun. pemerintah tidak menyokong, alangkah baiknya pemerintah mendukung mahasiswa dalam menyediakan sarana dan prasana. Kita butuh fasilitas publik yang merata, tidak hanya dipusatkan di satu tempat saja.

Pun, sosialisasinya harus tepat. Pemerintah mesti terjun langsung ke masyarakat, supaya tujuan dari proyeksi kerja terlaksana dengan betul dan tidak melenceng. Selain itu juga mulai kembangkan fasiltas-fasilitas di bidang teknologi.

Theresia Gabriella C Sinuraya–Fakultas Hukum 2012

3. Theresia Gabriella C - FTPemerintah sudah lebih terbuka terhadap masyarakat. Pemerintah Jokowi berperan dalam penentu siap tidaknya Indonesia menghadapi bonus demografi. Sejauh ini masih baik-baik saja. Kualitas SDM kita sudah makin bagus dari tahun ke tahun. Pemerataan pendidikan ke daerah sudah lumayan baik. Tergantung pemerintah dalam lima tahun ini.

Pun, jika SDM maju, jika pemerintah tidak bersih dalam bekerja maka tidak akan menghasilkan kualitas yang baik. Di USU, mahasiswa zaman kini cenderung apatis. Kita sendiri belum berubah, seharusnya kita enggak cuma menanggapi, tapi berbuat. Yaitu dengan peka terhadap permasalahan bangsa. Kalau sekarang apatis, mungkin kita jadi penerus yang tidak baik.

Dani Putra Pratama–Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2013

4. Dani - FEBSekarang kita belum siap. Sebab infrastruktur untuk belajar mengajar tidak merata, pun minat mahasiswa untuk berkembang kurang. Masih perlu belajar lagi. Tidak hanya dari sektor pendidikan yang kurang, tetapi juga para ahlinya. Seharusnya pemerintah lebih banyak merekrut para ahli di bidangnya masing-masing, karena mereka yang bisa memajukannya.

Mahasiswa juga harus meningkatkan kualitas diri, artinya belajar lebih giat. Kemungkinan untuk lima tahun ke depan peluang kerja banyak, tinggal peningkatan kualitas SDM-nya dan peran dari pemerintah.

Narosu Siregar–Fakultas Teknik 2012

5. Narosu Siregar - FT (1)Siap enggak siap, harus siap. Menurut saya pendidikan itu dasar dari kesuksesan bonus demografi. Kita harus menerima dan mendukung usaha dari pemerintah. Jika bonus demografi memberikan implikasi yang baik buat negara kita, saya rasa pemerintah harus serius dalam menghadapinya. Pemerintah harus berperan dalam pemberdayaan, peningkatan kapasitas, dan pelatihan bagi pelajar di Indonesia.

Kini, usaha dari pemerintah sudah ada, namun belum menyentuh semua lapisan masyarakat. Hal-hal seperti pelatihan kepemimpinan sudah banyak dilakukan, tapi belum semuanya ikut serta. Sosialisasi sudah ada, tapi maknanya belum tersebar dengan baik. Perdayakan dengan maksimal usia produktif tadi.

Rajuan V Simamora–Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2014

6. Rajuan Simamora - FMIPAIndonesia pasti bisa menghadapi bonus demografi. Namun sosialisasinya masih kurang, pemerintah harus berikan sosialisasi melalui media yang bisa menjangkau seluruh masyarakat di Indonesia. Sehingga kita mengerti, mau, dan mampu menghadapinya.

Selain itu, berikan juga motivasi pada seluruh pelajar tentang pentingnya belajar. Kalau bisa buat program wajib belajar dua belas tahun. Kita pasti siap, sebab apapun sudah dipersiapkan baik dari diri sendiri maupun dari pemerintah.

About Portal Berita Pers Mahasiswa SUARA USU

Check Also

Semester Antara, Kebijakan untuk Siapa?

Oleh: Vanisof kristin Manalu Setelah sekian lama jadi isu hangat di antara mahasiswa akhirnya Surat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *