Home / Cerpen

Cerpen

Saat Dia Tersesat dan Mencari Jalan Pulang

  Oleh: Yael Stefany Sinaga “Jika salah maka benarkan. Tapi hasrat melambung tinggi dengan cepat.” Deras keringat membasahi ujung kepala hingga dagu. Hampir dua tahun aku mengenalnya. Entah setan atau kerasukan roh yang membuat kami sampai pada adegan klimaks ini. Sungguh benar kata orang, jika dua individu lupa memakai logika …

Read More »

Purnama Terakhir

  Oleh: Widiya Hastuti “Lauful Mahfudz, kitab kisah hidup manusia. Seperti novel dengan alur ceritanya. Tiap tokoh telah ditentukan kisahnya oleh penulis. Mereka hanya tokoh yang dibentuk oleh huruf. Tak dapat melakukan apa-apa.” Adil itu apa? Bahagia itu bagaimana? Bagai angin yang bergeming? Tak terasa. Aku seperti terjebak dalam labirin …

Read More »

Lara

  Oleh: Putri Cemara Nauli Togtorop Dia selalu saja ada di pikiranku dan membuat terkaan. Aku lahir dengan sejuta fantasi namun berakhir dengan menyakitkan. Kala pagi dia datang dengan sapaan hangatnya. Lelaki yang sibuk dengan laptop dan dunia program itu sedang duduk dipinggir pendopo tanpa pohon. “Eh kau rupanya, sudah …

Read More »

Gama Anom

  Oleh: Widiya Hastuti “Alkisah, diceritakan pengelana (Gama) Muda (Anom) yang menjajaki angkaramurka insan dunia. Diturunkan pada cucu-cucu kelana. Disebarkan lewat  alunan suara. Hingga masa kini. Hidup Gama Anom terukir pada kitab manusia.” Dia Pemuda. Baginya, cakrawala adalah jalan hidup, Dan Tak terbatas, Dan tak terkirakan, Dan indah, Dan buruk. …

Read More »

Namaku Alterasi

  Oleh: Yael Stefany Sinaga Perkenalkan sekali lagi namaku alterasi. Aku lahir bukan dari pencampuran sel sperma dan sel telur. Tapi muncul karena dia dan aku berbeda. “Salam kepada yang kuasa. Salam kepada sang pembangkang. Salam wahai salam,” Begitulah kira-kira aku memperkenalkan diriku di depan mereka. Padahal tak ada niat …

Read More »

Kereta Nirwana

  Oleh: Mayang Sari Sirait Oktober pertama yang begitu dingin, bersama hujan yang semakin senang berkunjung ke bumi. Oktober pertama yang begitu dingin, setelah tahun lalu hujan di Oktober terasa mati. Kakiku bergerak-gerak, memainkan sepatu converse putih yang aku kenakan. Aku membencinya. Ya, memakai sepatu putih. Rasanya sangat melelahkan ketika …

Read More »

Panggil Jiwa itu Kembali

  Oleh : Thariq Ridho ”Gerangan apa yang terjadi padamu? Makhluk astral apakah yang telah hinggap ditubuh wanita ini. Seluruh jiwanya berseru untuk ceria,” Tangisnya tak henti-henti. Ia lampiaskan seluruh energinya hanya untuk air mata. Kadang ia marah, memaki sesaat lalu memohon ampun pada pencipta. 15 dari 24 jam harinya …

Read More »

Susur Hingga Parak, Jajal Lebih Intim

Oleh : Agung Kurnia Ritonga Jika aku menikahimu nanti, haruskah aku menikahi Tuhanmu juga? Bisu dinding-dinding sekolah, sekejap menjelma menjadi cermin, sekejap menjelma menjadi debar. Sebab umpatan orang-orang di sekitar kita ditumpahkan kepadanya saat kau berkali-kali berhasil memecahkan algoritma angka, problematika sosial, sesat ideologi, bahkan hingar-bingar estetika. Hari ini kau …

Read More »