Home / Cerpen (page 10)

Cerpen

Kau Payah, Yah!

Oleh: Andika Syahputra Aku tidak bisa percaya. Setelah dua puluh tahun, bagaimana aku bisa tertipu? Aku heran, kenapa dia berbuat sampai sejauh ini? Dia yang orang bilang sudah meninggal sejak aku kecil, tiba-tiba mengaku masih hidup? Dia pasti sudah gila! Kalian bertanya dia itu siapa? Dia adalah ayahku. Ayahku yang gila! …

Read More »

Satu Hal

Oleh: Ika Putri Agustini Saragih “Ayah, apa yang diberikannya pada petugas itu?” tanyaku penasaran. “Uang tip nak,” jawab Ayahku tenang. “Tapi untuk apa, Yah? Kulihat petugas itu tidak melakukan apapun untuk kita,” cercaku tak sabaran. “Agar kita bisa melintas dari jalan ini. Nanti kau juga akan mengerti sendiri,” jawabnya. Aku …

Read More »

Perempuan Bayangan

Oleh: Ridho Nopriansyah Tidak, kuncup-kuncup nyeri sepertinya mulai kurasakan. Cahaya menusuki mataku pelan. Ah, apakah aku akan segera terjaga dari tidur ini? Aku tidak suka mendapati keadaan kalau aku masih akan ada pagi ini. Dengan macam keberhasilan terlebih buntut kegagalan atasmu. “Hei, Angin, bangun!” Lamat-lamat aku mendengar sayup suara seseorang. Suara …

Read More »

Déjà Vu

Oleh: Debora Blandina Sinambela Buih putihnya menggunung dalam gelas keramik putih. Yang membuatnya istimewa dan tak biasa bagiku adalah campuran kayumanis. Aroma kopi, susu dan kayu manis berpadu bak aroma bungamekar saat musim semi. Begitu khas, begitu segar. Lembut dan manis. “Srupppppp………hmmm” . Entah apa yang membuatku begitu tergila-gila pada aromanya danhanyut dalam rasanya. Aku menemukan sesuatu yang membuatkubegitu bahagia. Seolah-olah aku pernah merasakannya. Aku termenung. “Kenapa Ra, ada yang salah?” “Rara…,Ra…!” “Em, enggak Ben. Aku baik-baik saja. Hanya aku merasa seolah-olahpernah berada dalam situasi ini. Aku merasa sangat bahagia dengansegala sesuatu yang tak asing bagiku. Tapi di satu sisi ada perasaankehilangan dan kepedihan yang dalam aroma, rasa dan perasaan ini.Apa ini yang disebut déjà vu?” “Aku tak ingin mengatakan bahwa aku orang yang paling paham soaldéjà vu. Setiap orang pasti pernah mengalaminya …

Read More »

Sempurna di Atas Ketidaksempurnaan

Oleh: Yayu Yohana Jika definisi dari durhaka adalah anak yang membantah orang tua, maka durhaka itu adalah proses dari kedewasaan, itu menurutku. Entahlah, hanya Tuhan yang tahu aku pantas ditempatkan di surga atau di neraka, apa pun itu pastilah tempat terbaik yang pernah ada. Ketidaksempurnaan adalah salah satu hak Tuhan, terserah kepada siapa …

Read More »

Kisah Si Aku

Oleh: Sri Wahyuni Fatmawati P  Sial. Sial. Sakit sekali. Rasanya badan ini sudah ingin kupensiunkan saja. Apalagi kepala ini, sudah mau pecah rasanya. Duh Gusti, rasanya kedua kakiku tidak dapat digerakkan lagi. Nyeri di sekitar pahaku memang sudah tidak semenyakitkan tadi malam, tapi tetap saja rasanya menyiksa. Ini semua salah …

Read More »

Jalan Lurus

Oleh: Ridho Nopriansyah Sebenarnya, semua tubuh kita memiliki fungsi yang sama. Tak memiliki perbedaan yang jauh satu sama lain. Namun, khusus pada bagian-bagian tertentu, menyebabkan satu bagian mengkhianati satu sama lainnya. Memberontak dan ingin menonjol dari yang lain. Hingga manusia pintar pun membaginya agar mudah dipelajari, mana kepala, mana kelamin, dan mana mulutmu. …

Read More »

Secangkir Teh Manis

Oleh: Yayu Yohana “Neng ambil teh manis dimeja dulu ya sebelum pergi kuliah.” “Aduh pak, jangan ganggu! Neng lagi sibuk nih ada tugas yang belum selesai,” jawabku ketus. Ia tak menjawab apa-apa, lelaki tua itu hanya memandangiku mengerjakan tugas kuliahku. Aku tak peduli dengan lelaki tua yang duduk di teras …

Read More »

Dia Punya Rahasia

Oleh: Aulia Adam Dia punya rahasia. Namanya Rahasia. Maksudku, pacarku yang bernama Rahasia punya rahasia. Sebenarnya tak heran kalau seseorang punya rahasia. Toh semua orang punya rahasia. Pun aku juga punya rahasia. Jadi tak apa kalau Rahasia punya rahasia. Tapi yang membuatku kesal adalah dia tak ingin aku tahu rahasianya. Padahal …

Read More »

Nostalgia

Oleh: Debora Blandina Sinambela Seharusnya kita tidak mencoba berada di sini, dalam kehampaan, tanpa bisa melakukan sesuatu apapun untuk menyelamatkan hati kita dari rasa sakit. Aku mudah jatuh dengan suasana yang memberi ruang bernostalgia. Terkadang kau memang tenggelam dalam pikiran-pikiran yang berkelebat dan tak muncul ke permukaan. Tapi dalam waktu …

Read More »