Home / Cerpen (page 13)

Cerpen

Bertemu Hantu

Oleh: Aulia Adam Aku sedang berenang bersama Rian saat mendadak kakiku keram. Sialnya, rasa sakit yang mendadak mencekik separuh badanku ini membuat mulutku tak bisa menjerit mencari pertolongan. Rian yang berenang tak jauh dariku pun tak tau kalau aku sedang sakaratul maut. Napasku mulai disumbat air asin yang masuk melalui mulut …

Read More »

Ridayani

Oleh: Sri Wahyuni Fatmawati P “Apa kabar Nek? Sehat-sehat kan?” tanyaku mengawali perbincangan sore itu. Sarijem. Perempuan tua yang tadi kupanggil Nek hanya tersenyum menanggapi pertanyaanku. “Kapan pulang?” tanyanya. “Kemarin sore baru nyampe, ini baru sempat kemari,” sahutku. “Neneksudah makan?” tanyaku lagi. “Tadi siang udah,” sahutnya sambil tersenyum. Aku juga tersenyum. “Sudah mengunjungi Yani?” tanyanya lagi. …

Read More »

31 Desember

31 Desember 2012 Tak ada yang kutakutkan selain kehilangan dirimu. Lagi pula sejak awal aku sudah diperingatkan tentang hari ini, hari di mana aku harus rela melepaskanmu, mau tak mau, sedia tak sedia, siap tak siap. Maka, sebenarnya adalah kesalahanku yang begitu tolol mencintaimu, meski tahu kalau hal itu haram. …

Read More »

Ali dan Nasruddin

Oleh: Audira Ainindya “Di dunia ini ada dua hal yang paling mulia. Yang pertama menemukan sesuatu yang berharga, yang kedua adalah memberikan sesuatu yang paling kita sayangi.” Begitu kata pria tua berjanggut putih itu. Saat itu negara kami dilanda kekeringan. Krisis air. Untungnya Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman as-Sa’ud dari Riyadh …

Read More »

Prajurit Bernama Nasser

Oleh: Ferdiansyah Lelaki itu mengusap kasar peluh yang mengalir di dahinya. Disandarkan tubuh kekarnya di sebuah pohon. Tak jauh dari pohon itu, terlihat anak-anak bermain bola di atas kuning kemuning pasir yang terhampar. Kali ini ia termenung. Duduk sendirian sembari memandangi kalung bertuliskan nama yang teruntai di lehernya. Tulisan itu bertuliskan: Nasser. Seorang …

Read More »

Antah Berantah

Oleh: Aulia Adam “Dimana sih?” “Antah Berantah,” “Oke. Tunggu di sana. Jangan Ke mana-mana!” Tut… tut… tut… *** Ini menstruasi pertamaku. Dan demi janggut Kanye West! Aku tak tahu kalau rasanya akan semenyeramkan ini. Perutku memilin hebat, memecah enzim masam yang merusak mood-ku seharian. Belum lagi cairan merah-kental-lengket yang membuat selangkanganku …

Read More »

Terusir

Oleh: Ridha Annisa Sebayang “Ayah, aku mencintainya,” ucapku sungguh pada malam itu. “Tak bisakah Kau beri restumu?”             Aku sungguh ingin menangis tersedu. Namun sekuat tenaga aku tahan. Aku tak mau ayah melihatku lemah.             “Bukan aku tak mau merestui kalian, Anakku,” suara berat ayah menggema. “Aku hanya tak sanggup memikirkan …

Read More »

Tanpa Harus Ada Ibu

Oleh: Hadissa Primanda Kata ayah, aku istimewa, karena aku berbeda dengan mereka. Sejujurnya aku tak mengerti mengapa ayah bilang begitu. Kenyataannya aku merasa perbedaan yang aku miliki terasa janggal. Aku punya mulut, namun  tak bisa mengurai kata-kata dengan baik. Aku punya sepasang telinga, namun aku hanya bisa menangkap suara dengan sayup-sayup. …

Read More »

Nobon

Oleh: Teguh Bagus Surya Aku berjalan menyusuri pasar Petisah dengan berjingkrak, menghindari genangan becek di antara kios-kios pedagang sayuran. Mentari Agustus beranjak naik di atas ubun-ubun. Peluh sebesar biji jagung jatuh dari jidatku. Kerongkongan tercekat, kehausan karena berpuasa. Meski begitu, aku harus tetap merampungkan liputan ini. Besok sudah naik cetak. Aku …

Read More »

Surat Cinta Perak

Oleh: Aulia Adam Tangan Attar gatal ingin membukanya. Padahal surat itu sudah ia masukan ke dalam selembar amplop violet, dan telah ia beri lem rapat-rapat. Dirasanya ada yang kurang dan harus diperbaiki. Kata-kata dalam surat itu masih terasa terlalu sempit untuk menggambarkan apa yang sedang ia rasakan. Dan karenanya tangan Attar …

Read More »