Home / Cerpen (page 13)

Cerpen

Pulang Semalam

Oleh: Rati Handayani Tok tok tok… Perempuan paruh baya yang tengah menyelesaikan sulamannya itu menoleh ke arah pintu. Tetapi ia ragu akan pendengarannya sebab waktu sudah lewat pukul sembilan malam. Ia tak beranjak dari kursi rotan disudut ruangan itu. Kembali terdengar dari luar. Tok tok tok. “Ibu, ini saya.” Suara …

Read More »

Menjual Pulau

Oleh: Ridho Nopriansyah “Langit, temui tamu itu,” pinta Pak Pak Saroha, atasanku, sembari menunjuk pendek ke belakangku. “Dia akan menjadi target selanjutnya. Jangan sampai lepas, atau kamu akan menyesal.” “Ingat, semua angka-angkanya sudah jelas. Harus dapat,” Pak Saroha kembali memberi arahan kasar sambil memukul map berisi lembaran berkas ke dadaku. …

Read More »

Doa

Oleh: Sri Wahyuni Fatmawati P Ayua bersungut pelan. Kalau dihitung ini sudah ke lima kalinya dia marah-marah tidak jelas hari ini. Entah kenapa mood-nya mudah sekali berubah akhir-akhir ini. Ah bukan, rasanya sejak minggu-minggu kemarin, atau bulan-bulan kemarin? Yang pasti sudah lama. Tepatnya sejak pemberitahuan itu. Dia menjadi mudah sekali marah. …

Read More »

Sanusi, Kolak dan Semangkuk Kejayaan

Oleh: Lazuardi Pratama             “Uuuuuugh!”             “Uuuuuugh!!”             Sebagai bentuk kesuksesannya berpuasa penuh kemarin, hari ini Sanusi merayakannya dengan memasak kolak pisang sebagai menu berbukanya. Sudah lama ia tidak makan kolak pisang. Apalagi hari ini dia dapat bonus dari kliennya—Sanusi menyebutnya klien, padahal kerja Sanusi hanya membersihkan selokan …

Read More »

Menangkap Petir

Oleh: Ridho Nopriansyah Tak akan kau dapati sedikit pun cahaya matahari yang mampu menembus tempat ini. Bahkan satu fragmen warna pun tak bisa. Ruangan ini gelap. Hanya ada bohlam lampu berwarna kantuk yang dinyalakan sepanjang waktu. Semua barak berbagi cahaya bohlam itu. Satu untuk belasan kamar. Apa yang kutulis ini adalah benda paling berharga …

Read More »

Memesan Kamar di Surga

Oleh: Ridho Nopriansyah “Cok, itu kamu kan nak?” “Sedang apa kamu Cok. Ini masih pagi buta bukan?” Aku bungkam. Tak menjawab apapun pertanyaan perempuan paruh baya yang kupanggil Umak itu. Bahkan tak memalingkan pandanganku ke arah tempat di mana ia berada. Aku sibuk mempreteli tali temali yang tergantung di dapur. Ruangan …

Read More »

Paradoks

Oleh: Fredick BE Ginting Suara dentuman meriam masih sesekali kudengar malam ini, sama seperti malam-malam sebelumnya. Suasana mencekam terus kami alami, entah kapan akan berakhir. Selama para pemberontak belum menyerah, aku yakin kami tidak akan dikembalikan ke kesatuan kami di negara kami. Karena misi kami dikirim ke sini adalah menghabiskan para …

Read More »

Sebuah Pemakaman

Oleh: Aulia Adam “Akhirnya dia mati juga,” Henry berbisik. “Hus! Jangan bicara begitu! Ini pemakamannya. Setidaknya hormati dia di sini, Henry.” Tante Sarah, ibunya Henry, menggerutu pada anaknya. Aku tak sengaja mencuri dengar pembicaraan tante dan sepupuku itu. Tadinya aku hanya terkejut karena kehadiran Henry di pemakaman ini. Ia bukan …

Read More »

Abang dan Buku Bersampul Biru

Oleh: Andika Syahputra Sudah sepuluh menit kami di sini. Teriakan ayah memenuhi seisi ruangan, memaksa kami menggerakan tubuh untuk bersembunyi di sini. Kami merapatkan tubuh di balik kaki-kaki kursi yang mengelilingi meja makan. Ketakutan. Aku tak bisa berpikir apa-apa. Satu yang pasti, aku harus bersembunyi di sini dengan abangku sampai …

Read More »

Karma

Oleh: Sri Wahyuni Fatmawati P “Mmiiaww,” “Ddukk,” “Ckkiiittt,” Kepala Utomo tersentak ke depan dan ke belakang, suara barusan benar-benar mengagetkannya. Utomo menarik napas perlahan sambil berusaha menenangkan detak jantungnya. Sekilas ia layangkan pandangannya ke luar jendela Honda Jazz miliknya. Gelap. Ia lirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. 22.30 …

Read More »