Home / Cerpen (page 13)

Cerpen

Menangkap Petir

Oleh: Ridho Nopriansyah Tak akan kau dapati sedikit pun cahaya matahari yang mampu menembus tempat ini. Bahkan satu fragmen warna pun tak bisa. Ruangan ini gelap. Hanya ada bohlam lampu berwarna kantuk yang dinyalakan sepanjang waktu. Semua barak berbagi cahaya bohlam itu. Satu untuk belasan kamar. Apa yang kutulis ini adalah benda paling berharga …

Read More »

Memesan Kamar di Surga

Oleh: Ridho Nopriansyah “Cok, itu kamu kan nak?” “Sedang apa kamu Cok. Ini masih pagi buta bukan?” Aku bungkam. Tak menjawab apapun pertanyaan perempuan paruh baya yang kupanggil Umak itu. Bahkan tak memalingkan pandanganku ke arah tempat di mana ia berada. Aku sibuk mempreteli tali temali yang tergantung di dapur. Ruangan …

Read More »

Paradoks

Oleh: Fredick BE Ginting Suara dentuman meriam masih sesekali kudengar malam ini, sama seperti malam-malam sebelumnya. Suasana mencekam terus kami alami, entah kapan akan berakhir. Selama para pemberontak belum menyerah, aku yakin kami tidak akan dikembalikan ke kesatuan kami di negara kami. Karena misi kami dikirim ke sini adalah menghabiskan para …

Read More »

Sebuah Pemakaman

Oleh: Aulia Adam “Akhirnya dia mati juga,” Henry berbisik. “Hus! Jangan bicara begitu! Ini pemakamannya. Setidaknya hormati dia di sini, Henry.” Tante Sarah, ibunya Henry, menggerutu pada anaknya. Aku tak sengaja mencuri dengar pembicaraan tante dan sepupuku itu. Tadinya aku hanya terkejut karena kehadiran Henry di pemakaman ini. Ia bukan …

Read More »

Abang dan Buku Bersampul Biru

Oleh: Andika Syahputra Sudah sepuluh menit kami di sini. Teriakan ayah memenuhi seisi ruangan, memaksa kami menggerakan tubuh untuk bersembunyi di sini. Kami merapatkan tubuh di balik kaki-kaki kursi yang mengelilingi meja makan. Ketakutan. Aku tak bisa berpikir apa-apa. Satu yang pasti, aku harus bersembunyi di sini dengan abangku sampai …

Read More »

Karma

Oleh: Sri Wahyuni Fatmawati P “Mmiiaww,” “Ddukk,” “Ckkiiittt,” Kepala Utomo tersentak ke depan dan ke belakang, suara barusan benar-benar mengagetkannya. Utomo menarik napas perlahan sambil berusaha menenangkan detak jantungnya. Sekilas ia layangkan pandangannya ke luar jendela Honda Jazz miliknya. Gelap. Ia lirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. 22.30 …

Read More »

Bertemu Hantu

Oleh: Aulia Adam Aku sedang berenang bersama Rian saat mendadak kakiku keram. Sialnya, rasa sakit yang mendadak mencekik separuh badanku ini membuat mulutku tak bisa menjerit mencari pertolongan. Rian yang berenang tak jauh dariku pun tak tau kalau aku sedang sakaratul maut. Napasku mulai disumbat air asin yang masuk melalui mulut …

Read More »

Ridayani

Oleh: Sri Wahyuni Fatmawati P “Apa kabar Nek? Sehat-sehat kan?” tanyaku mengawali perbincangan sore itu. Sarijem. Perempuan tua yang tadi kupanggil Nek hanya tersenyum menanggapi pertanyaanku. “Kapan pulang?” tanyanya. “Kemarin sore baru nyampe, ini baru sempat kemari,” sahutku. “Neneksudah makan?” tanyaku lagi. “Tadi siang udah,” sahutnya sambil tersenyum. Aku juga tersenyum. “Sudah mengunjungi Yani?” tanyanya lagi. …

Read More »

31 Desember

31 Desember 2012 Tak ada yang kutakutkan selain kehilangan dirimu. Lagi pula sejak awal aku sudah diperingatkan tentang hari ini, hari di mana aku harus rela melepaskanmu, mau tak mau, sedia tak sedia, siap tak siap. Maka, sebenarnya adalah kesalahanku yang begitu tolol mencintaimu, meski tahu kalau hal itu haram. …

Read More »

Ali dan Nasruddin

Oleh: Audira Ainindya “Di dunia ini ada dua hal yang paling mulia. Yang pertama menemukan sesuatu yang berharga, yang kedua adalah memberikan sesuatu yang paling kita sayangi.” Begitu kata pria tua berjanggut putih itu. Saat itu negara kami dilanda kekeringan. Krisis air. Untungnya Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman as-Sa’ud dari Riyadh …

Read More »