Home / Cerpen (page 15)

Cerpen

Antah Berantah

Oleh: Aulia Adam “Dimana sih?” “Antah Berantah,” “Oke. Tunggu di sana. Jangan Ke mana-mana!” Tut… tut… tut… *** Ini menstruasi pertamaku. Dan demi janggut Kanye West! Aku tak tahu kalau rasanya akan semenyeramkan ini. Perutku memilin hebat, memecah enzim masam yang merusak mood-ku seharian. Belum lagi cairan merah-kental-lengket yang membuat selangkanganku …

Read More »

Terusir

Oleh: Ridha Annisa Sebayang “Ayah, aku mencintainya,” ucapku sungguh pada malam itu. “Tak bisakah Kau beri restumu?”             Aku sungguh ingin menangis tersedu. Namun sekuat tenaga aku tahan. Aku tak mau ayah melihatku lemah.             “Bukan aku tak mau merestui kalian, Anakku,” suara berat ayah menggema. “Aku hanya tak sanggup memikirkan …

Read More »

Tanpa Harus Ada Ibu

Oleh: Hadissa Primanda Kata ayah, aku istimewa, karena aku berbeda dengan mereka. Sejujurnya aku tak mengerti mengapa ayah bilang begitu. Kenyataannya aku merasa perbedaan yang aku miliki terasa janggal. Aku punya mulut, namun  tak bisa mengurai kata-kata dengan baik. Aku punya sepasang telinga, namun aku hanya bisa menangkap suara dengan sayup-sayup. …

Read More »

Nobon

Oleh: Teguh Bagus Surya Aku berjalan menyusuri pasar Petisah dengan berjingkrak, menghindari genangan becek di antara kios-kios pedagang sayuran. Mentari Agustus beranjak naik di atas ubun-ubun. Peluh sebesar biji jagung jatuh dari jidatku. Kerongkongan tercekat, kehausan karena berpuasa. Meski begitu, aku harus tetap merampungkan liputan ini. Besok sudah naik cetak. Aku …

Read More »

Surat Cinta Perak

Oleh: Aulia Adam Tangan Attar gatal ingin membukanya. Padahal surat itu sudah ia masukan ke dalam selembar amplop violet, dan telah ia beri lem rapat-rapat. Dirasanya ada yang kurang dan harus diperbaiki. Kata-kata dalam surat itu masih terasa terlalu sempit untuk menggambarkan apa yang sedang ia rasakan. Dan karenanya tangan Attar …

Read More »

Bang Joy

Oleh: Cristine Falentina Pukul 11.00 WIB. Masih terlalu pagi untuk pulang ke rumah. Padahal sejak dua hari yang lalu belum juga menginjakkan kaki di kediamanku itu. Beberapa gadis kecil yang duduk di dekatku melihat dengan tatapan takut. Yang lain memandangku aneh. Busanaku yang tiap hari hanya memakai kaos hitam, celana …

Read More »

Nephillim

Oleh: Aulia Adam “Umurku sudah 82 tahun, tapi ingatanku tentang hari itu masih sangat jelas, Sayang. Percayalah, tak kan ada yang terlewatkan jika kuceritakan lagi kisah ini padamu,” ujar nenek sambil mengelus-elus rambutku. “Kalau begitu, ceritakanlah, Nek,” pintaku. Dan nenek mulai bercerita. *** Rita muda sedang menyulam di taman belakang rumahnya …

Read More »

Alibi

Oleh: Hadissa Primanda Malam telah merangkak perlahan menuju fajar. Jarum panjang di dinding kamar perempuan itu berada lewat sedikit dari angka 3. Sementara yang lebih pendek tak mau kalah menyentuh angka 3 pula. Seolah tak ada beda. Sudah lebih 4 jam perempuan itu duduk termangu di depan laptop-nya. Panah kursornya hanya mampu …

Read More »

Heike

Oleh: Harry Yassir Elhadidy Siregar  Selamat jalan, semoga kembali dengan senyuman. Kata itu masih melekat di pikiran Heike sebelum berangkat ke Avava, daerah konflik di perbatasan dua negara Asia Timur.  Suara direkturnya itu semakin membulatkan tekad Heike untuk mebidik semua foto kebengisan di daerah itu. Di dalam pesawat Garuda Indonesia ia …

Read More »

Han Hee Jun dan Rania

Oleh: Aulia Adam You are my heaven on earth You are my last and my first Senandung sendu memenuhi kamar itu. Suara lembut Beyoncé Knowles. Menyayat hati dua orang panik di dalamnya. Keringat mengucur deras disekujur tubuh Han Hee Jun. Kepalanya mulai pusing. Adrenalin yang berpacu membuat jantung di rongga dadanya …

Read More »