Home / Cerpen (page 2)

Cerpen

Catatan Rio dan Parta

Oleh: Dewi Annisa Putri Catatan Parta. Parapat, 7 Februari 2017. Sore hari merupakan waktu paling sempurna dibandingkan yang lainnya—pagi, siang, dan malam. Setiap kali matahari mulai lelah membantu umat untuk mencari nafkah dan bersekolah, kami pun bersiap menjemput kebahagiaan. Kebahagiaan kami menetap di suatu tempat di pinggir Danau Toba. Di …

Read More »

Kala

Oleh: Adinda Zahra Noviyanti Wah! Benarkan negaraku tak lagi terima minoritas? Ah, Kurasa tidak. Hanya ada yang salah dari pemikirian mereka. Atau ini hanya kurasa. Apa yang kurasa tak selalu benar. Malah dominan salah. Tapi kurasa-rasa kali ini saja aku benar-benar tak salah. Ya! Aku benar. “Kapan Abang balik ke …

Read More »

Sudut Semesta

Oleh: Vanisof Kristin Manalu Berbaik-baiklah pada yang semesta berikan saat ini. Berbijak-bijaklah dengan segala kemungkinan yang akan kau hadapi. *** Jalan itu masih sepi. Tumpukan kertas bekas dan sampah plastik berserakan di mana-mana. Dari sudut jalan hingga simpang jalan terlihat beragam warna sampah berserakan. Aroma khas dari ban bekas yang …

Read More »

Karena Aku Hidup

Oleh: Vanisof Kristin Manalu Layaknya air yang mengalir, pohon mengeluarkan oksigen, rumput liar semakin berkembang di dalam hutan, seharusnya manusia dapat belajar dari keteguhan alam itu sendiri. Karena ia hidup. *** Dinding tua berwarna putih kecokelatan itu menghalangi pandanganku. Hanya suara yang terdengar dari balik dinding. Aku tertegun. Kerasnya suara dari …

Read More »

Luput

Oleh: Widya Hastuti Zaman dahulu nenek moyang kita percaya mitos akan keberuntungan yang kemudian berkembang menjadi sistem kepercayaan. Mulai dari bangsa Romawi hingga Cina percaya mitologi. Lalu aku? Mungkin sejak hari itu aku juga percaya. Percaya pada kekuatan supranatural kata-kata. *** Deru mesin bus diesel tua menambah kebisingan. Udara panas …

Read More »

Dimensi Kota Metropolitan

Oleh: Yulien Lovenny Ester Gultom Matahari menusuk kedua pupil mataku, sinar itu terpancar dari lubang triplek berukuran kepalan tangan orang dewasa. Sudah berapa kali kukatakan pada Abah untuk menambal lubang itu, nyatanya tak digubris. Tak hanya sinar matahari, kecoa, tikus dan hewan merayap lainnya menunggu giliran masuk ke rumah. Ini …

Read More »

Darah Juang

Oleh: Adinda Zahra Novianti Aku hidup di zaman yang datar. Tak ada tangisan pemuda karena ditinggal mati teman sejalan. Tak ada barisan pemuda dengan nyanyian yang pernah kulihat di Youtube dengan titel reformasi. Mereka dirampas haknya, tergusur, dan lapar. Bunda, relakan darah juang kami padamu kami. Cuma itu lirik yang …

Read More »

Memoar Merindu Mei

Oleh: Ika Putri AS Dewi Maia adalah anak tertua di antara ketujuh putri Atlas dan Pleione. Maia melahirkan Hermes yang atletik. Anak yang dilahirkannya ini berjasa menyampaikan pesan dari para Dewa Olimpus ke umat manusia. Maia yang baik hati lantas mengadopsi Arkas untuk melindunginya dari mantra jahat Hera. Bulan Mei …

Read More »

Pindah

Oleh: Tantry Ika Adriati   Dalam benak Mamak pindah adalah sebuah bencana. Seperti gempa bumi yang mengguncang dan memporak-porandakan hati Mamak. Membuat hati bergetar. Jantung Mamak dibuatnya berdetak cepat tiada henti. Pindah bagaikan tsunami dahsyat yang datang menghancurkan kebahagiaan mamak. Datangnya selalu tiba-tiba, sehabis gempa, tanpa tanda-tanda langsung menyembur rumah-rumah …

Read More »

Jagat Maya

Oleh: Alfat Putra Ibrahim   Jagat Maya, arwah nenek moyangku yang bersemayam dalam sebuah tengkorak makhluk purba sejenis manusia. Bertaring layaknya binatang buas. Postur tengkoraknya persegi dengan rahang lebar. Ditambah balutan rambut lebat memanjang, tersemat dalam pori-pori tengkoraknya. Wujudnya sempurna dalam kompleksitas magis. Tak ada yang tahu sejak kapan dan …

Read More »