Home / Cerpen (page 3)

Cerpen

Tembune

  Oleh: Widiya Hastuti Kupandang desaku, desa yang hidup dan berputar dengan kopi ini. Gunung Gerdung, di sebelah selatan menatapku tenang. Hutan lebat pada pucuknya memberi kesan seolah seorang pak tua berperut buncit nan bijaksana memberi petuah. Kopimu sedang tidak baik-baik saja, Nak. Di gunung itu aku sering berburu merbah …

Read More »

Akhir Penantian

  Oleh: Nikyta Ayu Indria Langit mendung tak selalu menandakan akan turun hujan. Ia datang sebagai penenang hati setiap insan kala siang hari. Terlindungi dari sinar matahari juga tak menginginkan rintik hujan membasahi. Kadang memberi manfaat pada orang lain akan membawa berkah bagi diri kita juga kelak. *** Odong-odong ukuran …

Read More »

Pemuda dan Sang Penenun Waktu

Oleh: Samuel Sihaloho Hidup manusia bertempat dalam tenunan waktu pada pola yang tak mampu dilihatnya. Sementara para penenun bekerja dan kumparan terus melaju sampai fajar keabadian tiba. Sebuah caption foto yang menarik. Fotonya juga menarik dengan latar menara Eiffel dan senyum memancarkan kebanggaan. “Ah, itu kan cuma kalimat orang yang pandai …

Read More »

Cinta Kita Benar(kan)!

  Oleh: Suratman Terus keintim-intiman yang kita nyala-nyalakan setiap harinya. Pergumulan, erangan, pada tiap malamnya selalu menyergap kita. Sepanjang lima tahunnya, malam kita selalu berasa hal itu. Berulang-ulang. Tapi, kita tidak memiliki keturunan. Kau paham, kau tidak kecewa, dan tidak menuntutnya. *** Malam ini malam pertama kita. Hanya kau dan …

Read More »

Alamiah Manusia

  Oleh: Vanisof Kristin Manalu Hidup itu bukan pilihan. Yakinlah. Tapi kita dipilih untuk hidup itu pasti. Sebab ada miliar sperma merebutkan satu posisi pemenang. Dan kita terlahir sebagai pemenang. Ya… Kita menang. Di ruangan itu terdapat sebuah meja makan yang indah. Ukiran meja itu unik sekali. Sepertinya berasal dari …

Read More »

Pulang

Oleh: Nurhanifah Ini kali pertama awak pulang setelah merantau dua puluh lima tahun yang lalu. Sekolah yang tinggi, mencari sesuap nasi dan janji pulang setelah sukses membuatku menolak rindu. Meski berulang kali membuncah dan memaksaku kembali, rindu tetap kalah. Bahkan, saat Ayah berpulang aku tak tahu. Aku tak diberi kabar …

Read More »

Ayah, Bolehkah Aku Bertanya?

Oleh: Nurhanifah Siang itu langit mendung, Jihan baru saja pulang les biola. Sebenarnya masih ada satu jam lagi untuknya berlatih, tapi mendadak datang telpon dari rumah memintanya segera pulang. Secepatnya. Jihan setengah hati meninggalkan gurunya, masuk ke mobil. “Aku bisa apa?” ucapnya dalam hati. Selama perjalan hanya hening yang tercipta, …

Read More »

Catatan Rio dan Parta

Oleh: Dewi Annisa Putri Catatan Parta. Parapat, 7 Februari 2017. Sore hari merupakan waktu paling sempurna dibandingkan yang lainnya—pagi, siang, dan malam. Setiap kali matahari mulai lelah membantu umat untuk mencari nafkah dan bersekolah, kami pun bersiap menjemput kebahagiaan. Kebahagiaan kami menetap di suatu tempat di pinggir Danau Toba. Di …

Read More »

Kala

Oleh: Adinda Zahra Noviyanti Wah! Benarkan negaraku tak lagi terima minoritas? Ah, Kurasa tidak. Hanya ada yang salah dari pemikirian mereka. Atau ini hanya kurasa. Apa yang kurasa tak selalu benar. Malah dominan salah. Tapi kurasa-rasa kali ini saja aku benar-benar tak salah. Ya! Aku benar. “Kapan Abang balik ke …

Read More »

Sudut Semesta

Oleh: Vanisof Kristin Manalu Berbaik-baiklah pada yang semesta berikan saat ini. Berbijak-bijaklah dengan segala kemungkinan yang akan kau hadapi. *** Jalan itu masih sepi. Tumpukan kertas bekas dan sampah plastik berserakan di mana-mana. Dari sudut jalan hingga simpang jalan terlihat beragam warna sampah berserakan. Aroma khas dari ban bekas yang …

Read More »