Home / Cerpen (page 5)

Cerpen

Duri yang Tajam

Oleh: Retno Andriani Duri menikahi Mawar sudah sejak lama. Duri mengaku kepada dunia bahwa ia mencintai Mawar. Karena cinta itulah, Daun dan Kumbang terlahir. Namun, siapa yang tahu bahwa sebenarnya Duri masih meraba-raba, memaknai cinta. Ia sendiri tak begitu yakin akan ikrarnya. Malam ini Duri memandangi kehidupannya. Kehidupan yang berpenampakan …

Read More »

Percakapan Tersembunyi

Oleh: Yulien Lovenny Ester Gultom Ini bukan cerita mistis atau cerita-cerita seram ala Indonesia yang dibungkus konten porno. Bukan pula cerita ala film-film dewasa yang tak bisa dibaca semua umur. Halaman yang luas ini kami sebut istana dan rumah mungil kami berdiri di sana, di sekitarnya ada banyak tanaman perdu …

Read More »

Negroito

Oleh: Nurhanifah       Negroito, namanya. Seperti namanya, cermin seorang Negro terlihat jelas. Kulitnya hitam, rambutnya ikal, dan kalau senyum giginya putih. Kalau malam aku benci sekali, dia persis hantu kalau tertawa. Tampak hanya gigi, yang lain tak telihat disembunyikan gelap. Perkenalan kami singkat, lewat aksi mahasiswa. Kami dibilang …

Read More »

“Suap”

Oleh: Santi Herlina Begitu lama rasanya waktu ini berlalu. Mengapa tidak, aku sudah sangat bosan dengan suasana kamar petak kecil berukutan 3×3 meter ini. Bau rokok dan debu selalu melewati saluran pernafasanku. Orang yang itu-itu saja yang aku lihat. Makanan anjing—aku menyebutnya demikian—selalu disuguhkan padaku dan temanku dalam petak ini. …

Read More »

Bilik Cinta!

Oleh: Nurhanifah Aku masih asyik dengan laptop, handphone, airphone. Kata demi kata terus aku atur, aku tambahkan, aku hilangkan, lalu aku tata ulang. Sesekali membaca ulang, merasa tak cocok tombol delete jadi pilihan. Ah, rumit. Siapa yang tahu menulis itu menjemukan? Tidak ada! Mereka kan cuman baca, bisa jadi memuji …

Read More »

Diam

Oleh: Ika Putri Agustini Saragih Bermacam cara penulis untuk mengakhiri kisah mereka. Pahamilah saat yang kutulis kisah adalah karya bukan kehidupan mereka. Adapun kategori penulis yang kumaksud yakni para penulis kisah-kisah fiksi. Bukan apa-apa, supaya pembahasan kita tidak meluber saja. Kisah anak kecil sebatang kara, tak punya siapa-siapa dalam hidupnya …

Read More »

Lentera Sang Nenek tua

Oleh: Alfat Putra Ibrahim Malam itu ia redup dengan pilu. Suasana di sekitar agak mencekam, gelap dan sunyi. Angin berhembus cukup kencang, ada rasa gundah di hatinya. Ia adalah seorang wanita paruh baya yang hidup dengan seorang gadis belia. Ia lumpuh dan bisu, buah hati dari anak satu-satunya yang telah …

Read More »

Hikayat Si Dia

Oleh: Sri Wahyuni Fatmawati P Si dia menggeram. Kali ini disertai gerutuan. Grmmm. Grmmm.  Begitu bunyinya. Si dia kembali menggeram sambil menggerutu dalam diam. Kini si dia mencapai puncaknya. Habis sudah semua kesabaran. Habis semua rasa diam. Si dia tak lagi bisa berlama-lama. Cukup sudah!  Si dia menggeram sekali lagi. …

Read More »

Senja Phile Tanpa Pilia

Oleh: Amanda Hidayat Rasanya menjelakkan saat tahu hari ini tidak akan turun hujan. Manusia akhir-akhir ini memang begitu luar biasa. Walalu tak punya keahlian apa-apa tentang cuaca, tapi melalui aplikasi pemantau cuaca kita bakal diberitahu segalanya. Hujan atau tidakkah hari ini? Kata aplikasi yang terpasang pada gawai, tidak. Entahlah, tapi …

Read More »

Gendong

Oleh: Yulien  Lovenny Ester Gultom Menggendong dan digendong adalah hal yang paling aku sukai. Aku sangat suka ketika ibu menggendongku dalam sebuah gendongan berbahan kain, bermotif batik. Sesekali ditepuknya pantatku, mulutnya akan bersuara shu..shu..shu dan badannya juga akan bergerak naik turun seolah sedang berdisko. Tak butuh waktu lama, aku langsung …

Read More »