Home / Puisi

Puisi

Aku

Oleh : Ida Sitorus   Mempertanyakan hal yang tak mungkin Menyanyikan sajak yang kian hilang Menggeluti semua tarian dalam benak Kian hari kian keruh   Semakin aku pergi dan menyelami semakin aku hilang Tertawa dalam diam, meratap kisah tak kunjung habis Semakin hari semakin runyam, hanya ilusi tanpa solusi Mungkin …

Read More »

Lantang

Oleh : Ida Sitorus   Pun dia tak lagi bersuara Bukan lagi seorang pendekar gagah dan perkasa Kini hanya bisu tak bersuara Bisa ku apa ? Suara yang kini tak lagi terdengar Kobaran yang kini pudar Tak ada lagi yang berkoar Hilang ku adalah hina mu Keliru Kau diam, mereka …

Read More »

Teater Misteri

Oleh : Thariq Ridho   Lilin menyala disalut api Diundang bayang yang pernah pergi Diusir gelita serta sunyi Ciptakan sihir dan misteri   Mereka tertawa, bercanda tanpa suara Berlomba lahirkan adegan tanpa sandiwara Tidak perlu kamera dan sutradara Tanpa naskah yang berbicara   Mereka kawanan gelap Pencinta seni yang tak …

Read More »

Pluviophile

Oleh: Rina Amelia Tindaon Candu pada butir yang kerap merangkul  sendu Si Bening Suci Dari Surga Menggelepar di atas bentala Berjatuhan dibawah Bumantara Pun di hati,Berlabuh dia lagi   Semerbak nya Detak nya Markah murni dari sebuah rasa Ahhh Hujan Kiat atas Tuhan untuk menyingkap kembali kenangan

Read More »

Nyanyian Orang-Orang Gelisah

Oleh: Samuel R Sihaloho   Ketika itu seorang anak manusia mencari hikmat Hikmat yang tidak menipu Dia menemui sang guru hikmat Membaca bukunya bahkan kitab sucinya Tidak ada hikmat yang dicari ditemukannya Semua hanya cerita-cerita fiksi   Dia bertanya kepada sang guru Adakah pemisah antara yang nyata dan ilusi Sang …

Read More »

Sang Okultis

Oleh: Nadiah Azri Br Simbolon   Ia pertapa Bersekutu, jalin energi gaib Menanti insan; peminta azimat Menyambangi pondok tuannya   Ia si ahli nujum Permainkan takdir, agungkan horoskop Patuhilah! Kemuliaan kan menggenggam hidupmu Jangan beri harapan nista bicara Dendamnya bakal ciptakan kematian   Ia Menahbiskan antologi Mengagihkan berkat pada pematih …

Read More »

Lawan!

Oleh: Mayang Sari Sirait   Padang itu terlalu tandus Merana dalam haus Membuang harap yang membius Ditambah penguasa yang rakus   Dia ingin berkelana Berburu pelepas dahaga Tinggalkan kegaduhan yang ada Merajut hidup damai bersama yang dicinta   Sayang, cintanya juga pada padang itu Tak tega pergi Biarkan si rakus …

Read More »

Bakalmu, Hujan

Oleh: Mayang Sari Sirait   Timburuku pada hujan Patih untuk jatuh Tanpa ragu tinggalkan ajang Tanpa segan hantami bumi   Kukulum rinduku Saat hujan sengaja menjeru Tanpa ampun memukulku Memaku pada ruang kelabu   Obrak-abrik memori Acak sanubari Merantai kaki biar tak lari Jangankan kaki, nalar pun begini

Read More »

Senja

Oleh: Dewi Annisa Putri   Ia senja mataharinya terbenam dan harinya jadi gelap pikirannya digerogot puaka lacur, namun disangka astral oh, Demon dan ketiganya rengsa   Hari menyenja matahari bergulir enggan kembali mendaki gelita abadi di buana akal bumi hangus tersulut dan para Buan tertawa   Kelak  senjanya tiba tetap …

Read More »

Kami Manusia

Oleh: Nadiah Azri Br Simbolon   Darah melimbur Merah; pekat; anyir Nan elok terlihat   Kami tertawa dan menggila memegang bara, membumi hanguskan Para penghina nenek moyang   Bangkai tertumpuk sesak Merintih, pinta kehidupan Nirwana kami berikan   Rayakan pesta kematian Junjung pasukan bajing Tak apa hina melekat pada diri …

Read More »