Home / Puisi (page 10)

Puisi

Malapetaka

Oleh: Arman Maulana Manurung   Tinggi dan terang Bukan matahari siang yang menyilaukan hati Tuan tanah tuan pemilik kebenaran beraksi Oh, aku adalah mimpi yang hangus oleh matahari siang   Gelap dan dingin Bukan malam yang membutakan mata Lampu warna-warni yang menghipnotis bersalah Dan aku adalah angan yang jadi umpan …

Read More »

Tebak, Siapakah Aku

Oleh: Anggun Dwi Nursitha   Siapakah aku Apakah aku sekuntum bunga Yang menebarkan keharuman Dan memperindah ke mana arah mata memandang   Siapakah aku Apakah aku seekor kupu-kupu Yang siap mengepakkan keelokan sayap Sembari tersenyum riang pada bunga yang bersemi   Siapakah aku Apakah aku sang bulan Yang siap memancarkan …

Read More »

HUJAN!

Oleh: Elda Elfiyanti Deraian air yang jatuh dari langit Aku percaya akan hadirmu sebagai anugrah Rahmat dari Tuhan untuk semua umat   Namun sayang, Bersama derai tetesan air yang jatuh Mengalir pula air mataku   Mengingat rindu akan kenangan masa lalu Bersama sosok-sosok yang telah terpisah alam Atau mereka yang …

Read More »

Balik Terbalik

Oleh: Retno Andriani   Tangan-tangan kekar menjambak bumi Kaki-kaki gempal mencakar langit Kepala wajah berbungkus kaus kaki Telapak kaki memakai topi   Kaca-kaca akan meleleh Besi-besi pun pecahlah juga Induk kucing tak sayang anak Anak manusia tuan di rumah   Wakil-wakil membela diri Diri-diri memaki wakil Undang-undang kitab murahan Pancasila …

Read More »

Putaran Napas

Oleh: Yulien Lovenny Ester Gultom   Benih kehidupan tumbuh Perpaduan antara dia dan dia Dia yang kau sebut pria dan wanita Tangis yang pecah, tanda si dia baik-baik saja   Si dia harus berkembang Perlahan tapi pasti, tiap gerak langkah teruji Uluran tangan memacu semangat untuk berdiri Fase tersulit sudah …

Read More »

Innocence

Oleh: Dewi Annisa Putri   The shadow always appears in mind Memory of the past, still trying to frighten her At that moment tears drop on the knees The remorse keeps on torturing soul   That soul has lost, gone for so long Couldn’t forget one occurrence Thought it was …

Read More »

“Terakhir”

Oleh: Nurhanifah   Ini hari terakhir bendera setengah tiang dikibarkan Bukan karena pahlawan negara yang pergi Tapi, karena sebuah bencana yang telah lama terjadi Lukanya masih menganga hingga kini   Ini hari terakhir kami dilarang melaut Bukan karena laut yang tak bersahabat Hanya untuk mengingat, kejadian lalu yang menyayat Yang …

Read More »

Warna Baru

Oleh: Rizky Adrian   Hanya tinggal menghitung hari Tahun akan segera berganti Kertas hitam tahun ini Akan berganti kertas putih   Takdir baru akan segera tiba Rezeki kapan saja bisa berubah Di mana ada usaha Di situ jalan terbuka   Mulailah dengan sebuah titik Berikan yang terbaik Buang segala hal …

Read More »

Isyarat Rindu

Oleh : Nurmazaya Hardika Putri Aku ingin mengisyaratkan sesuatu untuk perempuan itu Tentang kerinduan yang tidak bisa kucerna sendiri Tentang kehidupan yang dikejar oleh waktu Aku ingin menceritakanmu lewat puisi Sudah tiga bulan berlalu Perempuan itu tidak kutemui lagi di setiap pagi Perempuan yang selalu kenakan sanggul di kepalanya Perempuan …

Read More »

‘Memilih’

Oleh: Nurhanifah   Baliho-baliho terpasang Janji-janji terpampang Minta masyarakat untuk peduli Lantas nanti akan memilih Uang-uang dihadiahkan Akomodasi diberikan Asal kamu memilih Asal suaramu aku raih Tempat-tempat tersaji, aku tunggu kamu di sini Untuk berikan suara, sebagai ‘pengganti’ Waktu berlalu dan kau tak kunjung ku dapati Aku memaki, bagaimana bisa …

Read More »