Home / Puisi (page 10)

Puisi

Dalam Kesendirian

Oleh: Desi Trisnasari Tidakkah kau tahu Betapa rapuhnya dirimu Berdiri dalam keheningan Menatap dalam kekosongan   Tidakkah kau tahu Kehampaan dalam hatimu Kebencian dalam dirimu Perlahan memakanmu   Tidakkah kau tahu Kaulah yang berbalik pergi Membawa semua lukamu Ke dalam kesepianmu ini   Kau tumbuh dalam kepedihan Senyum manismu penuh …

Read More »

Pahlawanku

Oleh: Ibrahim Husain Aku terdiam memperhatikan Langkahmu yang semakin lamban Rambut di kepalamu kian menipis Tapi engkau tetap berdiri tegak   Tidak ada satu pun yang berani menggoyahkanmu Engkau tetap menatap ke depan Semua yang kau lakukan bukan hanya untukmu Melainkan untuk orang yang kau cintai Siang malam kau lewati …

Read More »

Suara Kebenaran

Oleh: Maria Patricia Sidabutar Jika melihat dari satu arah Kau tak akan menemukan Jika mendengar satu arah Juga tak akan menemukan   Siapa yang kau lihat? Siapa yang kau dengar?   Suara sumbang tanpa kebenaran? Mungkin akan menjadi pujaanmu Suara yang tak bertuan? Mungkin akan menjadi langgananmu   Bagaimana dengan si …

Read More »

Batasan Mimpi

Oleh: Rahmad Alfiansyah Sinurat Tuan, salahkah aku memburu mimpi? Ketika emosi datang menggebu dalam hati Suatu firasat yang terus menghantui Jadilah aku seorang yang berani Depresi menghilangkan akal pikiran Adakah cara mengajarkan lebih produktif Untuk melihat kesulitan Agar tidak menjadi penghambat Di antara anak-anak yang terlantar Menggantungkan hidup pada belas …

Read More »

Ketika

Oleh: Miftahul Husna Siregar   Ketika bicara pada yang nyata tak lagi dihiraukan Pada yang ada dianggap tiada Pada keadilan segalanya tak lagi adil Bicara terasa seperti bungkam   Ketika semua tak seperti seharusnya Tak seperti sebaiknya Tak seindah yang seharusnya baik   Ketika kata yang tak mampu terucap ini …

Read More »

Menari

Oleh: Raihan Uliya   Dua menit lagi, Sayang Mari kita menari lagi   Tak perlu api Tak perlu matahari Kotori tubuhku bijak-bijak   Ah, kau tak punya kata? Atau majikanmu tak punya tinta?   “Anggak!” “Kau anggak!” “Majikanmu tukang kayu anggak!”   Maka menarilah Ajak ia kotori aku elok-elok   …

Read More »

Puisi di Balik Hampamu

Oleh: Amanda Hidayat   Hidup adalah puisi Kata, kata, kata Kata tak jadi ayat tanpa kata lainya Pun begitu hidup   Hidup adalah puisi yang kadang basi karena hujan dan kopi Kau butuh yang baru untuk menggambar nuansa romantismu Tak perlu bunga-bunga, sungguh hidup basi jadinya   Kadang puisi begitu …

Read More »

Angin

Oleh: Nurmazaya Hardika Putri Ada daun yang rela gugur karenamu Hembusanmu sebabkan perpisahan ranting dan dirinya Daun tak membenci perpisahan itu Sebab mencintaimu hatinya terpaut sudah Kepada siapa arahmu hendak berlabuh Ke mana arah yang akan kau tuju Kau berhembus bersamaan lembayung senja Aku diam duduk di tepian pantai berteman …

Read More »

Sang Durjana

Oleh: Elda Elfiyanti   Aku memaki, berteriak Aku menangis, merintih Akan perih dan sakit hidup di dunia   Kurang bersyukur? Bukan tak kusyukuri nikmat hidup ini Namun sungguh hidupku tiada nikmat dan hikmat   Entah pada siapa layaknya aku mengadu Tuhan seolah mulai bosan dan enggan padaku Aku bukan umat!   …

Read More »

Aku Ingin Kembali

Oleh : Santi Herlina   Tertegun, meratap Tetes demi tetes pun mengalir Butirannya jatuh lembut Dan berhenti di bibirku   Tak ada gunanya aku menyesal Kepingan kaca tak mungkin utuh kembali Degup jantungku dua kali lebih cepat dari biasanya Ketakutan dan kekhawatiran menguasai saraf-sarafku   Aku ingin mengulang semua kembali …

Read More »