Home / Puisi (page 18)

Puisi

Kemudian Sudah

Oleh: Guster CP Sihombing   Kemudian engkau mengamuk Aku pun sekarang berkecamuk Bagai ayah yang marah pada anaknya Atau anak yang merajuk pada ayahnya   Kemudian aku meringkuk dalam pedih Engkau pun menyembur dalam perih Aku bersedih Engkau merintih   Kemudian semuanya tiada Semua ditelan duka nestapa Tak ada lagi …

Read More »

Cermin yang Tak Terelakkan

Oleh: Andika Syahputra   Aku melihat bulan Dengan segala cahaya yang diterimanya dari mentari Itu membuatnya tak ada beda Sama dengan mentari, dia melukai mereka yang menyukai kekelaman malam   Tapi bulan tak bisa berbuat Bagaimanapun cahaya itu akan selalu dipantulkannya Dia akan memancarkannya seperti mentari Seakan sang bulan adalah …

Read More »

Gencarkan Semangatmu!

Oleh: Tantry Ika Adriati   Hidup buruh Indonesia! Hidup para tani! Hidup mahasiswa! Hidup rakyat miskin kota!   Hidup rakyat miskin kota! Hidup buruh Indonesia! Penuhi hak kami untuk hidup sejahtera Berikan kami jaminan hidup Jangan rampas upah kami   Hidup para tani! Jangan ambil lahan kami Jangan ambil sumber …

Read More »

Zubaidah Pulang Mengaji

Oleh: Lazuardi Pratama   Zubaidah pulang sore hari.Assalamualaikum. Zubaidah pulang baru mengaji. Zubaidah pulang pakai baju baru,semalam mamak beli, di monja. Zubaidah pulang pakai baju baru.Masih bersih putih. Zubaidah pulang dari sekolah ngaji.Mamak di rumah dipukul uwak-uwak haji.   Mamak, Zubaidah pulang.Assalamualaikum. Mamak, Zubaidah tadi diantar mamak ke sekolah ngaji. …

Read More »

Hai Tikus Kantor

Oleh: Gio Ovanny Pratama   Hai… Hai tikus kantor Apa kabarmu di sana? Kudengar kau makin subur di sana Tubuhmu juga makin besar saja Tapi anehnya kepalamu tetap saja segitu ukurannya Eh bukan, tampaknya mulai mengecil…   Oh iya, kudengar kau mau pindah ya? Pindah ke mana? Ke kantor sebelah? …

Read More »

Malaikat Lestari

Oleh: Guster CP Sihombing   Puja puji bagi Dewa Dewi si cipta lestari dan abadi Titip rindu pada keabadian dan kejayaan Kecup salam bagi hangatnya hasrat dan birahi Juga bagi kawan yang kawin bersama angan Ini hanya pembukaan atas permainan yang kita mau Lebih tepatnya permainan yang kau mau Engkau …

Read More »

Egoiskah?

Oleh: Apriani Novitasari   Kau di atas sana dengan mahkota emasmu Aku di sini, meringkung di balik dinginnya taman rumah yang kau sebut istana Tak lama, prajurit jelek kebangaanmu memanggilku Membawaku kehadapanmu Duduk bersimbuh seperti pecundang Kau tanya padaku apa dunia ini egois? Maka kujawab YA Negara ini egois jugakah? Lagi …

Read More »

Semenanjung Pilu

Oleh: Rahmi Carolina S   Tembakau membakar waktu   Gambus lapuk Mengiang di sudut rindu   Kepada engkau yang berlalu Dan tak berniat kembali Tengok! Bebudak tu kusut nasibnya   Kota dan kampung menjual cinta Ringkas Musnah Tenggelam di mata   Kini Hari-hari kau dah tak sama   “Mari, ke sini …

Read More »

Puisi Tengah Malam

Oleh: Sri Wahyuni Fatmawati P   Pagi menjelang menutup sang malam Kala itu kumasih duduk, termenung di pinggir jalan Biar saja orang-orang melihat Biar saja mereka menerka, sedang apakah aku ini   Aku baru saja selesai Selesai merayu para lelaki yang kehausan di sana Selesai menjajakan jualanku pada mereka Ada …

Read More »

Bouche d’Ombre

Oleh: Aulia Adam   Jadis, si je me souviens bien, ma vie était un festin où s’ouvraient tous les cœurs, où tous les vins coulaient. Un soir, j’ai assis la Beauté sur mes genoux.   Ia berkata-kata, aku menunduk “Bouche d’Ombre!” teriaknya padaku Bukan! Bukan padaku, tapi pada kami berdua Lantas …

Read More »