Home / Puisi (page 18)

Puisi

Antara Aksi dan Menulis

Oleh: Mezbah Simanjuntak   Aku tak tahu apa yang kulakukan benar Seorang teman pernah berkata Dan, itu sempat membuatku berpikir kembali Ia sedikit berbeda denganku dalam hal pola pikir Walau bisa kujengkali isi kepalanya jauh di bawah standarku Ia lebih memilih turun ke jalan guna menyuarakan ‘suaranya’ Aku lebih memilih berkutat dengan kertas …

Read More »

Pendekar dari Gurun

Oleh: Audira Ainindya   Wajahnya dipenuhi bulu Kumis dan janggut tebal Warnanya tentu hitam Kayak jubah yang ia kenakan   Ia tak mirip pendekar lainnya Tak punya sebilah pedang Hanya kedua tangan Tangan tanpa kekuatan   Ia bisa saja mati sekarang Seperti berita di televisi Tapi ia punya banyak kawan …

Read More »

Kiamat

Oleh: Fredick B E Ginting   Berwai dua ratus tikus hidup ayeng-ayengan sepamah Kapiran tanpa hisab sesuatu pun Sampai tiba sangkat ditabuh si pemburu, si pemusnah Tak sembarang pemusnah, tak sembarang pemburu Dua ratus itu dipancing Setumpuk kenikmatan pemuas hawa nafsu sengaja jadi alat pancing   Berdua ratus berkerumun, berdua ratus …

Read More »

Dase, Kale, Patre

Oleh: Ridho Nopriansyah   Lihat! Gajah itu terbang Sesuatu di punggungnya membentang dan meliuk Bukankah gajah sifatnya membatu di bumi Seperti pohon pisang bukan sifatnya berbuah mangga Astaga Tunggu sebentar, ini harus dirayakan Sesuatu yang tidak lazim telah terjadi Bukankah seperti itu? Pisang berbuah mangga akan dipuja dan disakralkan Bertabur …

Read More »

Sang Pemimpi

Oleh: Yulien Lovenny Ester G   Mentari mulai naik ke singgasananya Memancarkan kehangatan bagi makhluk bumi Tak terkecuali mereka Sang pemimpi   Menyusuri bentang alam Sang pemimpi memulai perjalanan Kaki-kaki mungil melangkah penuh arti Melawan rintangan tanpa henti   Raja siang menempati puncak tertinggi Peluh pun mulai berjatuhan Tetapi sang …

Read More »

Sepi

Oleh: Maya Anggraini S   Siapa yang ingin merasakan sepi? Tanpa manusia, tanpa hewan tanpa siapapun   Siapa yang ingin merasakan sepi? Tak ada suara kicauan burung Tak ada suara kereta api Tak ada suara lonceng dan beduk   Aktivitas pun terhenti Tinggal abu yang menyelimuti sepi   Sang penghijau berubah abu-abu Suasana …

Read More »

Tendi

Oleh: Renti Rosmalis   “Mari-mari mari kam ke rumah tendi” Bulung-bulung si melias gelar di tangan Guru nambari Si gadis duduk termangu Bulung-bulung si melias gelar di kepala Si gadis Guru nambari duduk terpaku   Si gadis erpangil pulau Jeruk dibasuh sucikan Si gadis Hari baik disiapkan untuk Si gadis Ini dia waktunya Guru nambari …

Read More »

Sajak Si Tukang Sayur

Oleh: Febri Rahmania   Aku sedang menghamba pada nasib Berharap jerihku dibalas manis Tapi matahari begitu terik Dan sayur-sayurku mulai layu   Di hamparan tikar yang koyak-koyak ini Bersama debu jalan di siang hari Aku menunggu sayur-sayurku laku Sebelum layu   Di antara lalu lalang manusia Yang pasang topeng tak peduli Pada aku …

Read More »

Kanvas

Oleh: Yanti Nuraya Situmorang   Ingin kembali ke masa lampau Masa lalu yang belum tergores Tak ada titik, garis, bahkan coretan Semua masih putih Apakah mungkin aku bisa kembali Dimana harus aku temui Kini, hanya cat kuas yang tersisa Haruskah aku meneruskan goresan ini Atau mencari-cari kanvas baru Untuk kugores …

Read More »

Gadis Pengorek Sampah

Oleh: Santi Herlina Bau…. Busuk…. Rasa ini yang selalu singgah dalam indra pernapasanku Tak berhenti berjalan, menjelajahi wadah keberuntunganku Akankah sesuatu berharga bisa aku bawa pulang Ubun-ubunku terasa terdengkur oleh teriknya matahari Pundakku serasa mati rasa Badanku remuk tak bertenaga Oh… Ya Tuhan Inikah hidup yang engkau janjikan? Kemana kebahagiaan …

Read More »