Home / Puisi (page 3)

Puisi

Lawan!

Oleh: Mayang Sari Sirait   Padang itu terlalu tandus Merana dalam haus Membuang harap yang membius Ditambah penguasa yang rakus   Dia ingin berkelana Berburu pelepas dahaga Tinggalkan kegaduhan yang ada Merajut hidup damai bersama yang dicinta   Sayang, cintanya juga pada padang itu Tak tega pergi Biarkan si rakus …

Read More »

Bakalmu, Hujan

Oleh: Mayang Sari Sirait   Timburuku pada hujan Patih untuk jatuh Tanpa ragu tinggalkan ajang Tanpa segan hantami bumi   Kukulum rinduku Saat hujan sengaja menjeru Tanpa ampun memukulku Memaku pada ruang kelabu   Obrak-abrik memori Acak sanubari Merantai kaki biar tak lari Jangankan kaki, nalar pun begini

Read More »

Senja

Oleh: Dewi Annisa Putri   Ia senja mataharinya terbenam dan harinya jadi gelap pikirannya digerogot puaka lacur, namun disangka astral oh, Demon dan ketiganya rengsa   Hari menyenja matahari bergulir enggan kembali mendaki gelita abadi di buana akal bumi hangus tersulut dan para Buan tertawa   Kelak  senjanya tiba tetap …

Read More »

Kami Manusia

Oleh: Nadiah Azri Br Simbolon   Darah melimbur Merah; pekat; anyir Nan elok terlihat   Kami tertawa dan menggila memegang bara, membumi hanguskan Para penghina nenek moyang   Bangkai tertumpuk sesak Merintih, pinta kehidupan Nirwana kami berikan   Rayakan pesta kematian Junjung pasukan bajing Tak apa hina melekat pada diri …

Read More »

Sang Anantatoer

Oleh : Widiya Hastuti   Mereka tanya apa kata padaku Tak usah kujawab Cukup kukerlingkan pada deretan bukumu Ini kata menurutku Mencucuk-cucuk tajam bukan ajab untukmu Berkelana dari mulut mengiang-ngiang kuping bagai nyanyian rindu Tidak pada ruas, ia berdesakan dalam kalbu Ini kata menurutku Berdansa bersama api, hilang, namun timbul …

Read More »

(Da)nau Toba I(tu)

Oleh : Sagitarius Marbun   Meraja bersama semarak mitos di pinggiran toba Berbekal ceracau lantas diagungkan bermodal tampil seram lantas ditakuti Hanya karna keberuntungan sembahkan penyakit ramar nasib lantas berkuasa Ubah aturan rebut kepercayaan animisme tinggalkan Tuhan

Read More »

Ramona

Oleh: Vanisof Kristin Manalu   Ramona, sendu wajah ayu Gimik peluhkan aroma berpadu Sapa, sengir menggoda Merayu, pelesir raja suka-suka   Ramona, maharani antah berantah Pengusut darah suci pribumi beradat Susuri matahari berpahat mutiara   Sore bujuk malam, Ramona memanas Lalap ia mati, keok oleh tuan nan beringas Terdekap cairan …

Read More »

Dandapati

Oleh: Dewi Annisa Putri hatinya baja di dalam garba barisan kuku-kuku dedemit yang membarut lagi tak mencipta perih dan gering api yang menyelongsong pula tak tembus pada pori-pori mampus sudah tergelobak, Embih menyanggah masih untung ada ternyata, pikirnya pernah ia menerka baja itu lenyap sudah seiring duri mawar mengelus lembut …

Read More »

Tak Ber(uang)

Oleh: Yulia Pransiska   Hanya dua warna yang melekat Pudar, hitam dan putih yang sudah berkeringat ia kenakan Hanya dua warna yang tetap menemaninya Yang tiap detiknya selalu gemetar tanda cemas   Bukan pertama kali Sering, dan berharap inilah yang terakhir “Kau lelaki, kau harus nafkahi istri” Persetanan dengan budaya …

Read More »

Pinta Bahak

Oleh: Annisa Octavi Sheren   Tawarkan padaku keindahan nan tak tergantikan Yang mampu mengaru rantai kesedihan Tak bisa dilenyapkan Terselimuti keabadian Tawarkan aku angkara nan tiada tara Sesak amarah yang kan tak terkira Berang meredang bak bahang bara Tak peduli siapa kan rasa lara Tawarkan aku kesedihan nan hangat membiru Amuk …

Read More »