Home / Puisi (page 5)

Puisi

Pemutus Kelezatan

Oleh: Nikyta Ayu Indria   Pagi ini sama dengan semalam Tetesan embun kembali jatuh dalam diam Hiruk pikuk manusia langlang tak bermuram Mengisi hari-hari yang tiada mencekam Sampai lupa, untuk apa kita bergumam   Burung tahu kearah mana ia akan berpulang Begitu juga dengan insan yang dimuliakan Bahkan senja yang …

Read More »

Ya

Oleh: Galang Arya Dewangga   Ya, memang benar kami penguasa dan Ya, memang benar kami juga yang merampas harta. Ya, memang benar kami aparat dan Ya, memang benar kami juga yang menindas rakyat. Ya, memang penguasa yang mengutus aparat, yang membuat melarat, yang bergerak di balik gelap bagai binatang pengerat, …

Read More »

Merangkai Usia untuk Ibu

Oleh: Muhammad Husein Heikal   [i] aku membawakanmu usia, Ibu tersenyumlah mata kelabu   kueja setiap tanda ruang-ruang lampau   langit menyala biru lalang senantiasa nyanyi masa lalu   [ii] bunga apa yang ingin kau tanam hari ini, Ibu?   ambrosia paling abadi atau seperti dulu: lily-lily ungu   tak …

Read More »

Aku; Engaku; Bodoh

Oleh: Widiya Hastuti   Bodoh itu aku Tak kasat; tak terindu; tanpa akuan Dihindarkan dalam hakikat Bodoh itu aku di batang tubuh; ditendas pada kabilah Palar binasa; palar hilang; palar pandai Apa daya semata harapan Bodoh itu aku Meraup di antara Terbang bersama hawa Bersama indung; bersama daun; bersama lidah …

Read More »

Merayakan Rajapati

Oleh: Arman Maulana Manurung   Balabad disesap muka; darah menitis kelam; pulang-belulang Mengganar menyemai angkara; murka; kasam kesumat Pasak negeri; mereka-mereka suah padam dipati di kurun; mati Beradu kening; semasih di dikotomi ……. Nirleka merayakan rajapati ……. Kian, selarap anak bulan; dipangestu malam Melawat gelumat pesta; memenuhi undangan mair terang-temaram …

Read More »

Perempuan dan Lampu Kota

  Oleh: Dewi Annisa Putri   Ia hijau dan merah dan ungu dan kuning dan biru mereka bergelantungan di langit langit tanpa atap di jalan yang lebar yang diapit sebuah taman dan makam pahlawan di mana yang satunya selalu ramai dan sunyi pada satunya lagi yang satunya asri dan dipenuhi …

Read More »

Kecoak Terbang

 Oleh: Samuel sihaloho   Apa yang kau lihat di bawah kolong meja Bergerak lincah dalam bayangan gelap Tidak takut terjerat dalam perangkap Terlindung di antara kaki bahadur yang tertidur lelap   Kecoak. Kecoak. Kecoak. Menjelajah sampai gedung DPR Sang dewan lega kecoak adalah teman lama Teman lama memberinya sumbang Dan …

Read More »

Angkatan Bersenjata

Oleh: Kirana Yulisya Badan tegap nan gagah itu bakti dari kerja kerasnya Kulit hitam terbakar sinar matahari menjadi bukti kesetiaannya Kokoh negara karena baktinya Damai negeri karena kerja kerasnya   Siapa yang tahu kapan ia tidur kala semua orang terlelap Siap siaga adalah yang utama dalam hidupnya Siapa yang tahu …

Read More »

Pergi

Oleh: Dina Mirdani Siapakah aku? Hidup seorang diri Separuh jiwa telah pergi Berjuang untuk mati Bukankah itu terlihat berarti?   Siapakah aku? Aku tak punya kaki Jangankan berlari Berdiri saja kupungkiri   Namun kau juga akan pergi Meninggalkanku sendiri Jiwa yang tak lagi berarti

Read More »

Tentang Kasih

Oleh: Yael Stefani Sinaga Ketika jiwa dan raga hadir untuk pertama kalinya Di dunia yang penuh hitam putih Aku melihat berdiri seorang pria Menggendong dengan penuh kasih   Dengan mata yang belum sempurna terbuka Telinga yang belum jelas mendengar Aku menangis di dalam pelukannya Membuat hati yang mendengarnya sedikit bergetar …

Read More »