Darin Nadhifa, Olahraga Sekaligus Pacu Adrenalin dan Raih Prestasi

0
86
Foto: Dokumentasi Pribadi

Oleh: Dewi Annisa Putri

Foto: Dokumentasi Pribadi

Semakin kencang kita berlari, semakin kita harus bisa menyeimbangkan tubuh. Kalau enggak, ya pasti jatuh. Sepatu roda itu olahraga yang benar-benar memacu adrenalin. – Darin Nadhifa Isa

Suatu pagi pada 2012, Jalan Soedirman Medan sepi dari lalu lalang kendaraan roda empat. Pada momen car free day kala itu, seperti biasa masyarakat Medan datang ke sini untuk berolahraga. Mulai dari berjalan santai hingga berlari, serta melakukan olahraga lainnya. Sepatu roda, misalnya.

Darin kecil yang kala itu masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, berada di sana. Ia datang bersama keluarganya untuk sekadar berolahraga. Tiba-tiba ia melihat sekelompok orang asyik bermain di jalanan menggunakan sepatu roda. Mulai dari anak-anak yang bertubuh lebih kecil dan berusia lebih muda darinya, hingga yang kira-kira sepantaran dengannya. Beberapa orang juga terlihat lebih tua darinya.

Foto: Dokumentasi Pribadi

Hari itu, pemilik nama lengkap Darin Nadifa Isa ini baru tahu bahwa di Medan ternyata ada klub sepatu roda bernama Bintang Medan Klub—kini telah dipecah menjadi Medan Inline Skate. Ia pun lantas memberitahu ayahnya bahwa ia ingin bergabung. Darin yang semasa duduk di sekolah dasar sudah pernah bermain sepatu roda, merasa tertarik untuk mendalami olahraga ini.

Kepada SUARA USU, Darin bercerita ia telah memiliki basic sepatu roda sehingga ketika masuk dalam klub barunya, ia tak butuh waktu lama untuk belajar. “Pakai sepatu yang standard cuma tiga bulan, habis itu pelatih langsung kasih aku ganti sepatu speed,” paparnya.

Di usia yang masih muda itu, Darin rutin berlatih setiap minggu sehingga ia pun cepat leluasa menggunakan sepatu roda. Latihan rutin itu masih berlanjut hingga saat ini—memasuki rentang lima tahun.

Kini, mahasiswi Ilmu Komunikasi yang duduk di semester dua ini, berlatih sedikitnya di tiga kali dalam seminggu.

“Kalau mau ikut lomba, latihannya hampir setiap hari,” cerita perempuan kelahiran 15 Juli 1998 ini.

Setelah ia mengganti sepatu standard dengan sepatu speed-nya, Darin lalu diperbolehkan mengikuti perlombaan. Tak tanggung-tanggung, selang tiga bulan menggunakan sepatu speed, ia mengikuti lomba sepatu roda ke Jogja. Dalam perlombaan pertamanya ini, Darin memang belum beruntung. “Namanya juga baru pertama kali, ya enggak apa-apa waktu itu nggak dapat juara, tapi tetap berkesan,” ujarnya.

Darin lalu membuktikan bahwa ia tak patah semangat dengan keberhasilannya menjadi juara II pada perlombaan selanjutnya di Surabaya. Sejak saat itu, Darin telah mengikuti puluhan perlombaan di berbagai daerah. Dari semua perlombaan yang pernah diikutinya, ia lebih sering berhasil mendapatkan gelar juara daripada mendapatkan momen kurang beruntung.

Foto: Dokumentasi Pribadi

Darin mengaku olahraga ini masih ia minati hingga kini karena kesan dan perasaan yang muncul setiap kali ia berdiri di atas sepatu rodanya. “Makin kencang kita lari, makin memacu adrenalin. Terus enaknya karena selalu kena angin sepoi-sepoi. Serius,” ujarnya lalu tertawa.

Adrenalin. Satu kata yang menurut Darin membuatnya betah terus bergelut di bidang olahraga sepatu roda. Sebab menurutnya, sepatu roda ini bisa dibilang susah-susah gampang. Jika sudah bisa menguasai teknik dasar—seperti mengatur posisi tubuh dan kaki, menjaga keseimbangan, serta belajar meluncur dan berhenti, maka selanjutnya akan mudah saja.

Sebaliknya, Darin mengatakan untuk menguasai berbagai teknik inline skate sebenarnya lumayan susah. Salah gerakan atau menyeimbangkan tubuh sedikit saja, bisa langsung jatuh. Oleh karena itu, Darin terus berlatih secara rutin meski belum ada perlombaan yang diincarnya. “Kalau tiga hari aja nggak latihan, kaki dan badan jadi pegel-pegel pas latihan lagi,” ceritanya.

Bukan tanpa alasan Darin terus menekuni olahraga ini. Ia memiliki target menjadi juara pada Pekan Olahraga Nasional di Jayapura pada 2020 dan Southeast Asian (SEA) Games pada 2019 mendatang.  Selain itu, ia pun bercita-cita menjadi atlet Tim Nasional Indonesia cabang sepatu roda suatu hari nanti.

Komentar
(Visited 33 times, 4 visits today)