Home / Resensi / Fabricated City Tampilkan Kejahatan Dunia Maya Kelas Kakap

Fabricated City Tampilkan Kejahatan Dunia Maya Kelas Kakap

 

Oleh: Vanisof Kristin Manalu

 

Judul : The Fabricated City
Sutradara : Park Kwang Hyun
Penulis Skenario : Park Kwang Hyun
Pemeran : Ji Chang Wook, Shim Eung Kyung, Ahn Jae Hong, Kim Min Kyo, Kim Ki Cheon, Oh Jung Se
Rilis : Februari 2017 (Korea Selatan)

  Maret 2017 (Indonesia)

Durasi                          : 126 menit

Berangkat dari seorang atlet taekwondo yang difitnah oleh komplotan dunia maya. Film ini menceritakan bagaimana ngerinya apabila teknologi disalahgunakan.

Bukan ide cerita yang baru, namun film yang disutradarai oleh Park Kwang Hyun mampu menempati top box office di Korea Selatan. Sarat akan pesan yang disampaikan dan tak muluk-muluk mengumbar dampak yang timbul akibat tindakan manusia yang terlalu egois.

Film ini bermula dari seorang mantan atlet taekwondo bernama Kwon Yoo (Ji Chang Wook) yang pengangguran pascamelakukan sebuah penyerangan dan lebih memilih menghabiskan waktunya bermain game. Ia sangat mahir dalam bermain game sehingga dipanggil kapten oleh teman-temannya. Hingga suatu ketika ia mendapat masalah besar saat dirinya dimintai bantuan oleh seseorang via telepon.

Saat sampai ke rumah sang penelepon, ia melihat seorang wanita yang tengah mandi dengan dinding transparan blur. Karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan, ia menyuruh wanita tersebut menutup pintu saat mandi. Namun, setelah dari rumah itu, ia malah ditangkap oleh polisi dengan dugaan melakukan pemerkosaan dan pembunuhan atas seorang wanita di bawah umur di rumah yang dia datangi tersebut.

Akhirnya Kwon Yoo dipenjara. Di dalam penjara ia mendapat perlakuan yang sangat tidak mengenakkan dari para tahanan yang lain. Beberapa kali ia hampir meninggal karena sering disiksa. Selang beberapa waktu, Kwon Yoo yang masih dalam penjara mendengar bahwa ibunya meninggal dunia. Ia sangat frustrasi dan menduga ada keganjalan atas kematian ibunya yang tiba-tiba.

Saat akan dipindahkan ke penjara lain, ia berhasil kabur dan mulai berusaha menemukan penyebab dirinya mengalami kejadian mengerikan itu. Kwon Yoo yang juga seorang pemimpin kelompok game online bernama Resurrection memiliki keahlian merancang strategi dengan tim yang beranggotakan seorang hacker kelas kakap bernama samaran Miss Hairy (Shim Eun Kyung), seorang teknisi mesin andal, seorang ahli membongkar keamanan dan seorang pembuat visual effect.

Bersama teman-temannya dari dunia maya ini ia menemukan fakta bahwa ia tidak bersalah setelah membantu seorang aktor terkenal yang mengalami kejadian serupa dengannya.

Film ini memang bukan terbilang baru dari segi ide cerita, namun pendalaman karakter oleh pemain sangat baik sehingga mampu menepis kejenuhan saat menonton film ini. Film ini sukses di pasaran bukan hanya karena ide ceritanya yang menarik namun karena dalam film ini terdapat beberapa aktor ternama yang sudah sukses dalam memerankan beberapa film dan drama yang terkenal.

Seperti Ji Chang Wook sebelumnya bermain di film K2 dan aktris serial Miss Granny—versi Indonesia sedang tayang dengan judul Sweet 20, Shim Eun Kyung. Maka tak heran bila film yang disutradarai oleh Park Kwang Hyun ini bisa menembus dua juta lebih penonton.

Film ini mempunyai pesan yang sangat dalam mengenai dampak negatif dari penyalahgunaan teknologi, apalagi di tangan orang-orang hebat. Hal-hal yang tidak pernah terbayangkan sejak awal di film ini adalah masalah konspirasi kejahatan yang benar-benar ‘memukau’.

Saat alur cerita ini mengarah ke sana, hal yang pertama kali terbayang adalah membandingkan dengan dunia nyata. Aksi konspirasi yang sangat sempurna ini diketuai oleh seorang bernama Min Cheon Sang (Oh Jung Se).

Acting dari setiap pemain sangat baik. Pemain mendalami perannya masing-masing dengan apik. Yang paling disoroti adalah Ji Chang Wook sebagai pemeran utama dan Min Cheon Sang sebagai pemeran antagonis.

Film ini bukan hanya menampilkan adegan perkelahian namun juga adegan komedi dan drama yang membuat penonton tidak merasa bosan mengikuti film yang berdurasi hampir dua jam ini. Pun dapat membuat penonton menduga-duga apa adegan selanjutnya namun berhasil mematahkan dugaan penonton.

Adegan awal film saja penonton mampu tertipu dengan adegan perang yang ternyata ada dalam game namun dibuat seolah-olah nyata. Film ini merupakan comeback sang sutradara setelah dua belas tahun vakum dari dunia perfilman.

Film ini hampir mirip dengan beberapa film, salah satunya film yang dimainkan oleh So Ji Sub di film Ghost Aka Phantom (2012) mengenai konspirasi kejahatan dunia maya. Bedanya hanya terletak dalam pengemasan dan pendalaman karakter.

About Portal Berita Pers Mahasiswa SUARA USU

Check Also

Julia Ducournau, Mulai Diperhitungkan Lewat Film Kanibalisme Raw

  Oleh: Dewi Annisa Putri Judul : Raw Sutradara : Julia Ducournau Penulis Skenario : …