Home / Resensi / Fifty Shades Freed, Klimaks Trilogi yang Tak Memuaskan

Fifty Shades Freed, Klimaks Trilogi yang Tak Memuaskan

Sumber Istimewa

 

Oleh: Suratman

Judul Fifty Shades Freed
Sutradara James Foley
Pemeran Dakota Jhonson, Jamie Dornan, dan Eric Jhonson
Rumah Produksi Universal Picture
Rilis 9 Febuari 2018
Durasi 110 Menit
Genre Romance, Drama

 

Hanya kemolekan tubuh Anastasia yang tetap terjaga, sisanya tak seperti Fifty Shades Grey.

Akhirnya Anastasia Stelee (Dakota Jhonson) menikah dengan Christian Gray (Jamie Dornan), di depan altar dan keramaian tamu undangan. Janji suci dilafalkan keduanya, menanggalkan cincin di jari manis diakhiri ciuman hangat pernikahan pun resmi dilakukan. Bagaikan sebuah monatase, dunia Ana drastis berubah penuh kegelimpangan harta dan kemewahan.

Tak sekadar fasilitas, pengamanan super ketat menemani kemana pun ia melangkahkan kakinya. Ibaratnya ratu, demikianlah Ana setelah menikah. Seperti tak bercacat hidupnya, kendati demikian, kejadian masa lalu nyatanya menjadi usikan pernikahan yang terbilang berumur jagung tersebut.

Menjadi klimaks dari sekuel triloginya yang diangkat dari novel Fifty Shades; Fifty Shades of Gray (2011), Fifty Shades of Darker (2012), dan Fifty Shades of Freed (2012) karangan E. L. James asal Britania Raya ini ternyata di luar pengharapan penonton.

Berdurasi 110 menit, alih-alih hanya ada tujuh adegan seks yang dilakukan. Tak melulu, tujuh adegan seks tersebut masih kurang memikat penikmat sekuel Fifty Shades. Lebih tepatnya jauh dari kata “Don’t Miss the Climax” sesuai tagline-nya yang beredar.

Wajar saja, film yang produksinya digarap oleh Universal Production ini citranya sangat dikenal karena plot besarnya perihal seks. Apalagi konten BDSM— Bondage and Discipline, Sadism and Masochism (Perbudakan, disiplin, sadis, dan masikos)—jadi nilai jual tersendiri.

Penuh dengan rasa sakit, kesenangan, hadiah dan hukuman demikian image yang tergambar oleh penonton kali pertama melihat Fifty Shades Gray sebagai pembuka sekuel triloginya di layar lebar. Cambuk dan rantai melekat kuat hingga sebagai identitas kesadisan Fifty Shades sendiri.

Sumber Istimewa

 

Tak dapat dipungkiri, kuatnya identitas yang melekat menarik minat hingga mampu mengantarkan Fifty Shades Gray dalam penayangan perdana awal minggunya di Amerika Utara meraup keuntungan sebesar 85,171,450 US dolar. Sedangkan untuk cakupan seluruh dunia capaiannya mendulang sampai angka 571,006,128 US dolar.

Raihan ini jauh dibandingkan setelah penanyangan sekual terakhir trilogi Fifty Shades. Capaian di minggu pertama hanya sebesar 38,806,00 US dolar di Amerika Utara dan 370,625,633 US dolar untuk seluruh dunia pendapatannya.

Perbandingan pendapatan ini tentunya menggambarkan bagaimana kekecewaan pada Fifty Shades Freed sebagai titik puncak akhir trilogi sekualnya tak cukup memberikan klimaks yang jauh memuaskan  daripada Fifty Shades Gray. Bagaimana tidak, seks dalam Fifty Shades Freed hanya ditampilkan sebagai selingan dibalik intrik filmnya. Cambuk dan rantai tidak mendominasi seperti sekuel perdana. Peliknya kehidupan setelah menikah dan teror yang menghantui paling kasar digambarkan.

Pun jika dilihat dari Rotten Tomatoes—situs web agregasi peninjauan Amerika untuk film dan televisi—pada Februari 2018 ulasan terbanyak masih jatuh pada seri pertamanya dengan jumlah 260, sedangkan seri keduanya 176, dan 144 ulasan untuk Fifty Shades Freed. Raihan untuk trilogi film ini ternyata tidak sebatas pendapatannya yang tinggi, setidaknya untuk Fifty Shades Gray telah mendapatkan dua penghargaan dari tiga belas nominasi di tujuh ajang bergengsi.

Sedangkan Fifty Shades  Darker meraih enam penghargaan dari sembilan belas nominasi di tujuh ajang film. Bukan hanya filmnya, novel trilogi Fifty Shades juga setidaknya telah terjual lebih dari tujuh puluh juta kopi di seluruh dunia, untuk Amerika Serikat saja lebih dari tiga puluh lima juta kopi.

Sedangkan di negaranya sendiri meraih rekor sebagai novel dengan penjualan tercepat sepanjang sejarah Britania Raya. Tidak kalah dengan karyanya, setahun setelah rilisnya novel Fifty Shades of Gray, tepatnya di 2012 noveli sekaligus mantan produser televisi berusia 55 tahun ini telah meraih The 100 Most  Influential People in the World oleh Majalah Time, Publishing Person of the Year oleh Publishers Weekly, Populer Fiction Book of the Year, untuk Fifty Shades of Grey dan Book of the Year untuk Fifty Shades of Grey dari National Book Award (UK).

Bagaimana tertarik menonton film Fifty Shades Freed? Jangan khawatir, kendati tidak memuaskan karena adegan seks yang kurang, di sekulel terakhinya ini menariknya ada bebrapa adegan gila di luar dugaan.

About SUARA USU

Check Also

Red Sparrow : Lonjakan Pipit Penggoda

  Oleh: Widiya Hastuti Judul : Red Sparrow Sutradara : Francis Lawrence Penulis Skenario : Justin Haythe Pemeran …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *