Home / RAGAM / GWK Cultural Park, Mahakaryanya Si Pulau Surga

GWK Cultural Park, Mahakaryanya Si Pulau Surga

Dua orang pemain masuk utama GWK Cultural Park | Suratman

 

Oleh: Suratman

Diukir di tempat yang dulunya bekas tambang batu kapur, kini tak ubahnya surga demikian adanya kompleks mempresentasikan Bali secara menyeluruh.

Luasnya hampir 240 hektar, berada di Jalan Raya Uluwatu, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Sebuah taman budaya, di bagian selatan pulau Bali. Dapat ditempuh selama kurang lebih 20-25 menit jika dari Bandara International Ngurah Rai.

Menempati perbukitan kapur yang dulunya bekas tambang, kini Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultura Park mempresentasikan dirinya sebagai mahkota barunya Bali yang siap membuat decak kagum seluruh pengunjungnya.

“Senyum ya,” kata sang fotografer saat ingin menjepretkan kameranya ke arah aku dan teman-teman. Ketika usai memesan tiket, jangan heran di sini saat masuk dan menukarkan tiket ke penjaga kamu akan langsung disuruh berpose untuk diambil gambarnya. Setelahnya nanti akan diberi kupon bernomor untuk ditukar dengan hasil jepretan foto si fotografer di gallery saat hendak pulang.

Ketika masuk, suasana yang ditampilkan cukup manis, dan sangat kental sekali dengan adat Bali. Semua pegawainya baik pria maupun wanita apik memakai pakai khas masyarakat Bali. Bagi pegawai pria mengenakan kemeja bermotif Bali dan sarung serta penutup kepala yang bernama udeng. Sedangkan yang wanita mengenakan kebaya dan sarung yang dililitkan dengan riasan ala Bali.

Suasana di GWK memang benar-benar asri, nyaman, sejuk, dan indah sekali. Taman budaya yang mulai dibangun pada 1997 dan mulai beroperasi pada 2003 lalu ini dikelola oleh PT Alam Sutera Realty—sebuah perusahaan properti terkemuka di Indonesia.

Dibangun sesuai dengan perencanaan yang benar-benar matang, tak salah, memasuki kawasan GKW sangat kentara kemegahan yang dirasakan oleh setiap pengunjung. Berbagai fasilitas siap memanjakan pengunjungnya. Wisnu Plaza, Garuda Plaza, Lotus Pond, Street Theatre, Amphiteatre, Indraloka Garden, Tirta Agung, Restoran Jendela Bali, Kura-Kura Plaza, Exhibition Hall, Restoran The new Beranda, Bioskop, Hotel, dan Boutiqe dan Toko Souvenir.

Dipresentasikan sebagai taman budaya terpadu khususnya tentang Bali, maka akan ada banyak hal-hal yang dapat kamu ketahui dan pelajari tentang adat di Pulau Dewata tersebut. Dimulai dari cerita tentang Garuda dan Wisnu, bangunan-bangunan bernilai estetika yang tinggi, pagelaran dan atraksi budaya, kesenian, hingga seni ukiran dari dari seorang pematung modern terbaik Indonesia, I Nyoman Nuarta sebagai pematung utama dalam proyek GWK Cultural Park.

Jangan sedih jika kamu datang saat sore hari menjelang matahari terbenam dan takut tidak bisa menikmati keindahan dan berbagai sarana lainnya. Karena mulai pagi hingga malam hari kamu akan terus dimanjakan dengan berbagai atraksi kesenian Bali.

Atraksi Barong Keris Dance di Amphitheartre | Suratman

Mulai pukul 10.00-10.40 WIT akan ada Tari Barong dan Kering, pukul 11.10-11.50 WIT ada Pementasan Tari Bali di Amphitheatre, selanjutnya 11.00-15.00 di Jendela Bali akan ada Instrumen Bidik.

Di Amphitheatre pada pukul 12.10-12.50 WIT akan ada kembali Pementasan Tari Bali, 13.10-13.50 WIT ada Ballet Garuda Wisnu di Amphitheatre, juga ada Pementasan Tari Bali Barong, Kera, dan Rangda pada 14.00-14.40 WIT.

Pementasan Tari Bali diulang kembali pada 15.00-15.40 WIT di Amphitheatre, Parade Budaya Bali di sekitaran Street Theatre, Plaza Wisnu, dan Lotus Pond pada 16.10-17.20 WIT. Tari Joged Bumbung di Street Theatre pada 17.30-18.30 WIT.

Di Street Theatre, Plaza Wisnu, dan Lotus Pond akan ada Parade Penari Kecak di 18.00-18.20, Pementasan Tari Kecak pada 18.30-19.15 WIT di Amphitheatre, dan tekahir pukul 19.00-21.00 WIT akan ada pementasan music akustik oleh di Restoran The New Beranda/Jendela Bali.

Semua pertunjukan tersebut dapat kamu nikmati karena sudah termasuk dalm harga tiket masuk. Harga tiketnya juga cukup murah, untuk hari Senin sampai Jumat Rp70.000 tiket dewasa dan Rp60.000 anak-anak, sedangkan hari Sabtu dan Minggu maupun libur Rp80.000 dewasa dan Rp70.000 anak-anak berlaku untuk pengunjung domestik. Tarif pengunjung internasional Rp100.000 baik dewasa maupun anak-anak.

Diprakarsai oleh Yayasan Garuda Wisnu Kencana pada 1992. Nantinya GWK Cultural Park akan memiliki patung Garuda Wisnu kencana dengan tinggi 120 meter dan bentangan sayap garuda sepanjang 60 meter yang akan mengalahi tingginya patung Liberti di New York yang akan usai pada Agustus 2018 mendatang.

Saat menikmati GWK jangan terlalu terburu-buru, nikmatilah setiap sudut-sudutnya dan rasai nuansa Bali yang kentara itu, setelahnya barulah langkahkan kaki menuju objek utamanya yaitu patung garuda dan wisnu.

Dulunya sebagai tempat penambangan batu kapur nyatanya sekarang jauh berubah dan tak ada perwujudannya tempat penambangan. Batuan kapur yang dipahat-pahat menjadi pilar-pilar besar menjadi pemisah antar setiap bagian. Memang tak salah, Bali sebagai pulau surga benar-benar bisa menciptakan mahakarya yang luar biasa, dari bekas penambangan kini laiknya surga. Dengan menggabungkan alam, adat, budaya, kesenian, dan teknologi mampu meciptakan taman budaya yang apik.

About SUARA USU

Check Also

Museum T.B. Silalahi Center yang Bukan Sebatas Kisah Jejak Langkah

  Oleh: Suratman Kisah dominan jejak langkah tentu membosankan. Tapi bagaimana jika alam, kehidupan perkampungan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *