Home / Mahasiswa / Kata Kita / Kampanye Hitam, Metode Provokasi yang Menjamur

Kampanye Hitam, Metode Provokasi yang Menjamur

Oleh: Renti Rosmalis

Kampanye Hitam atau black campaign berartikampanye yang dilakukanuntuk menjatuhkan lawan politik melalui isu-isu yang tidak berdasar. Metode yang digunakan biasanya desas-desus dari mulut ke mulut dan sekarang ini telah memanfaatkan kecanggihan teknologi, multimedia dan media massa.

Meski telah diatur dalam hukum, kampanye hitam masih banyak ditemukan. Dalam sebuah portalberita online Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengatakan kampanye hitam melalui sosial media dalam pemilu presiden saat ini terjadi dalam skala yang belum pernah ada sebelumnya.Saat ini Bawaslu telah menerima ratusan laporan tentang kampanye hitam.

Lalu bagaimanakah mahasiswa USU menanggapinya?

Mhd Nugraha Harahap – Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2012

Mhd. Nugraha HarahapJelang Pemilu 2014 ini banyak isu-isu tidak jelas atau kampanye hitam yang menjatuhkan lawan politik. Isu yang dikeluarkan tidak sepenuhnya fakta, masih opini dan dilebih-lebihkan. Masyarakat tidak perlu tahu tentang isu negatif yang tidak penting ini. Untuk isu yang terlanjur ada, masyarakat harus bisa menyaringnya dan mampu bedakan mana fakta dan mana opini.

 

 

Fitalia Trisnawati Bali – Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2013

Fitalia TrisnawatiKedua capres ini sama-sama terkenal dan kuat. Untuk memilihnya kita perlu informasi tentang latar belakang dan catatan masa lalu mereka. Saya pikir isu-isu tentang kejelekan kedua capres yang beredar sekarang cukup membantu kita untuk lebih mengenal siapa capres kita.

 

 

 

Rianda Justika Ningsih – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2013

Rianda JustikaSaat ini berbagai media saling menunjukkan kebaikan dan keburukan dari masing-masing capres. Mungkin di media televisi lebih banyak menunjukkan hal positif, sementara di media sosial secara terang-terangan memberi informasi tentang hal negatif dari kedua capres. Saya lebih tertarik lihat informasi tentang capres di media sosial. Setelah baca kejelekan salah satu capres saya jadi tambah yakin untuk memilih capres pilihan saya. Sebenarnya saya cukup terbantu dengan adanya isu tentang kejelekan capres ini.

 

Achmad Syarief – Fakultas Teknik 2011

achmad syariefDi masa kampanye ini saya cuma lihat di spanduk-spanduk. Tidak begitu mengikuti informasi pemilu ini. Tapi di media sosial juga sering lihat kampanye hitam yang dilemparkan untuk menjatuhkan salah satu capres. Saya tidak peduli dengan isu apa pun yang dilemparkan dalam kampanye hitam tersebut kecuali info yang berasal dari sumber yang jelas dan terpercaya.

 

 

Marta Hutahayan – Fakultas Farmasi 2010

Marta HutahayanSaya masih melihat kedua capres saling menunjukkan target ke depan dan harapan dari masing-masing capres di masa kampanye ini. Namun, beberapa kali juga pernah mendapatkan isu tentang hal buruk capres yang masih belum tentu benar. Menurut saya, kedua capres ini memang sama-sama punya kekurangan, tapi bukan itu yang harus ditunjukkan.

 

 

 

Alwan Siregar – Fakultas Pertanian 2013

Alwan SiregarKampanye hitam itu sudah lumrah terjadi dimasa pemilu seperti ini.Dari berbagai media sosial, akun-akun anonim hingga di broadcast pun kampanye hitam terjadi. Informasi itu sudah beredar, jadi mau apalagi? Kita perlu melihat capres dari sejarah, dan latar belakangnya juga karena visi misi bisa dibuat-buat. Saya peduli dengan isu negatif tentang kedua capres itu. Informasi dari kampanye hitam tersebut sebenarnya cukup mempengaruhi saya dalam menentukan pilihan.

About Portal Berita Pers Mahasiswa SUARA USU

Check Also

Semester Antara, Kebijakan untuk Siapa?

Oleh: Vanisof kristin Manalu Setelah sekian lama jadi isu hangat di antara mahasiswa akhirnya Surat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *