Home / RAGAM / Kophy Gayo, Seajang Persepsi Berbeda

Kophy Gayo, Seajang Persepsi Berbeda

Dokumentasi Pribadi

 

Oleh : Yael Stefany Sinaga

Prosa dimana belajar tanpa batas dan keinginan vitalitas diijunjung tinggi

Mendengar namanya terbesit di dalam pikiran bahwa ini akan berbicara tentang kopi. Ternyata tidak. Komunitas Photography (Kophy) Gayo merupakan komunitas fotografi yang berada di kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.

Berdiri sejak tanggal 12 Agustus 2011, komunitas ini fokus menjadi wadah bagi para pecinta foto untuk belajar tanpa batasan apapun. Siapa pun dapat bergabung di komunitas ini. Selain itu, tak ada syarat khusus untuk masuk ke dalamnya. Cukup bermodalkan kamera dan keinginan untuk belajar.

Bermula dari perbincangan di sosial media facebook serta seringnya memberikan komentar di setiap postingan foto masing-masing, Okta, Miko, Eed, Asykari dan Maxden akhirnya memberanikan diri untuk berjumpa dan membentuk Kophy Gayo ini. Kini, anggota komunitas ini sudah mencapai tiga puluh orang.

“Jadi awalnya kami itu belum saling kenal. Setelah kami kenal dan sering pergi motret sama-sama, baru lah kami akhirnya memutuskan untuk membentuk komunitas. Sedangkan untuk nama Gayo karena kopi gayo sangat terkenal,” ujar Maxden Ketua Umum Kophy Gayo.

Berbeda dari komunitas foto lainnya yang memiliki passion yang sama, Kophy Gayo merupakan komunitas foto yang memliki beberapa aliran di dunia fotografi yakni model, wedding, dan jurnalistik. Hal ini dikarenakan para pendiri komunitas ini (red –Okta, Miko, Eed, Asykari, Maxden) memiliki passion foto yang berbeda-beda.

Maxden mengatakan tak ada kendala yang dihadapi dalam membangun komunitas ini. Ia menjelaskan di dalam komunitas ini terdapat tiga kepala bagian foto yang akan menggawangi aliran foto dari setiap anggota. Maka dari itu, anggota yang masuk ke dalam komunitas ini akan dilihat terlebih dahulu arah kemampuan fotonya.

“Misalnya aliran fotonya jurnalistik maka kita akan serahkan ke ketua bidang jurnalistik dan begitu seterusnya,” ujarnya.

Dokumentasi Pribadi

 

Untuk melihat kemampuan foto anggota, ada standart yang harus dipenuhi antara lain komposisi, estetika, dan pencahayaan. Komposisi diartikan cara menata elemen dalam gambar yang mencakup garis, bentuk, warna, terang dan gelap. Utamanya adalah menghasilkan kemampuan untuk menyampaikan perasaan dalam foto.

Sedangkan estetika diartikan apabila telah menentukan momentum pengalaman kesadaran roh manusia seniman maupun apresiasi seni yang persis berada diantara yang rohani dan yang jasmani. “Yang jelas fotografi itu melukis dengan cahaya,” katanya.

Selain itu, di komunitas ini anggota akan diberi pelatihan foto dan mengikuti kegiatan sharing untuk meningkatkan kemampuan foto anggota. Tak hanya itu, setiap minggunya Kophy Gayo akan melakukan hunting foto di bidang masing-masing dan hasilnya akan dibahas secara bersama sesuai bidangnya.

Maxden mengaku ada target yang dicapai di dalam komunitas ini. Selain ingin memperkenalkan gayo ke khalayak umum, setiap anggota harus mengikuti perlombaan foto yang diselengarakan baik perlombaan tingkat nasional, provinsi sampai kabupaten.

Walau umur masih muda, Kophy Gayo sudah memiliki segudang prestasi membanggakan diantaranya Juara 1 Mahakarya Indonesia, Juara 1 Festival Danau Lut Tawar, menjadi fotografer artis terkenal Adipati Dolken dalam membuat foto travelink hingga lomba foto online yang tak terhitung banyaknya.

Pun Kophy Gayo nantinya akan membuat buku wisata dan buku human interesting dimana nantinya buku ini berisi foto-foto sesuai tema dan diberi sedikit keterangan. Serta mengadakan kemah fotografi se-sumatera dengan mengundang satu pemateri yang juga nantinya akan mengadakan kegiatan pemotretan landscape dan aktivitas masyarakat di pinggir danau.

“Hasil fotonya akan kita pamerkan di hari ulang tahun kota Takengon,” jelasnya.

Maxden berharap anggota Kophy Gayo terus menjaga solidaritas serta memiliki sifat pantang menyerah untuk terus belajar. Serta Kophy Gayo akan semakin besar dan semakin dikenal di seluruh Indonesia lewat karya kawan-kawan komunitas.

About SUARA USU

Check Also

Masjid Kapal Si Destinasi Barunya Kota Atlas

  Oleh: Suratman Berada di perkampungan, ada persawahan, juga dekat hutan. Dibangun dengan gaya tak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *