Home / Resensi / Red Sparrow : Lonjakan Pipit Penggoda

Red Sparrow : Lonjakan Pipit Penggoda

Sumber Istimewa.

 

Oleh: Widiya Hastuti

Judul : Red Sparrow
Sutradara : Francis Lawrence
Penulis Skenario

: Justin Haythe

Pemeran : Jennifer Lawrence, Joel Edgerton, Matthias Schoenaerste, Charlotte Rampling, Mary-Louise PAArker, Jeremy Irons
Rilis : 2 Maret 2018
Durasi : 140 menit
Genre : Thriller

 

Peratikan kepingan yang hilang, dan jadilah kepingan itu. Bersama Francis Lawrence di belakang kamera, Jenifer Lawrence tampil memukau memerankan ‘pipit merah’.

Kecelakaan yang direncanakan menjadi awal dari kehidupannya menjadi ‘sparrow’ atau ‘pipit’ mata-mata Rusia. Dominika Egorova yang diperankan Jennifer Lawrence adalah seorang penari balet papan atas. Hidupnnya dan ibunya yang janda dan sakit-sakitan tergantung pada tari baletnya. Hingga adik ayahnya Ivan Egorova (Matthias Schoenaerts) yang bekerja di Sluzhba Vneshney Razvedki (SVR) sebuah badan intelijen Rusia menawarkan pekerjan pada Dominika.

Alasan uang menjadi pendorong Dominika menerima tawaran pamannya, meski ia sendiri tidak tahu apa pekerjaan yang akan dijalaninya. Terjebak! Dominika harus pergi ke sekolah Sparrow. Disana para sparrow di ajarkan bagaimana menemukan informasi lewat rangsangan tubuh. Dominika menyebutnyaa pelacur.

Kegigihan Dominika menyebabkaan dia dikirimkan lebih dulu dari teman sekelasnya. Ia memulai misinya untuk memata-matai seorang anggota  Central Intelligence Agency (CIA), Nathaniel Nate Nash (Joel Edgerton).

Film ini merupakan kisah yang diangkat dari buku karya Veteran CIA, Jason Matthew dengan judul serupa Red Sparrow. Latar belakang penulisnya membuat soalah film ini nyata dan merupakan pengalaman penulis. Penoton ditantang untuk berfikir. Alur cerita yang sulit ditebak menjadi kesan tersendiri.

Di awal penonton mungkin akan menduga ini merupakan cerita sekolah mata-mata. Bagaimana dominika akan bertahan di sekolah yang merupakan lanjutan dari sekolah militer sedangkan ia merupakan mantan penari balet.

Atau penonton akan mengira ini merupakan kisah mata-mata,  bagaimana seorang penari balet yang menjadi mata-mata menyelesaikan misinya. Jika anda berfikir begitu saat menontonya anda salah besar. Film ini menceritakan bagaimana usaha Dominika untuk keluar dari pekerjaan yang terpaksa dia kerjakan untuk menyelamatkaan nyawanya.

Penonton akan diajak bingung dengan sikap Dominika, sama seperti pemeran lainya dalam film tersebut, semua orang akan ragu. Memata-matai seorang agen CIA tentu tidak mudah. Terlebih dominika harus mengungkapkan siapa mata–mata amerika yang tengah menyelundup di SVR. Selain itu Dominika tidak menggunakan ajaran Sparrow untuk menggunakan tubuhnya. Dominika meminimalisir tubuhnya dijamah laki-laki yang tidak disukainya.

Sikap Dominika terus berubah, seolah dia mengabdi pada Rusia terkadang juga membelot ke Amerika. Ia bersikap sama pada kedua belah pihak. Kita akan bertanya-tanya sikap baiknya pada Amerika merupakan alibi atau kenyataan agar ia terlepas dari Rusia.

Tokoh Dominika semakin menonjol  karena diperankan oleh Jennifer Lawrence. Mimik Jennifer yang luwes menggambarkan ekspresi yang berubah-ubah menyempurnakan Dominika. Tentu Dominika cocok dengan Jennifer yang telah sukses memerankan Hunger Games dengan tiga seri.

Ia juga berani memerankan adegan yang cukup terbuka. Seperti telanjang di depan kelas Sparrow dan adegan ranjang lainnya. Jennifer tampak merupakan gadis yang dewasa dengan tatapan matanya yang berubah-ubah. Meskipun ia pernah trauma terhadap kamera karena foto telanjangnya di retas dan di sebarkan. Di film ini dia tampak mengalahkan traumanya.

Sumber Istimewa.

 

Bagaimana ia memerankan adegan action pun cukup sempurna. Jenifer memiliki pengalaman disana. Gerakannya yang lincah dan tatapannya yang tajam menegaskan  keberanian. Meskipun pada film ini tidak memiliki gerakan serumit Hunger Games dengan panahnya. Jennifer hanya perlu memukul lawannya dengan benda yang dipegangnya tanpa keahlian khusus.

Perpaduan Jennifer Lawrence dengan sutradara Francis Lawrence lagi-lagi merupakan alumni Hunger Games turut menyukseskaan film ini.  Francis Lawrence tahu bagaimana menegangkan urat saraf penonton dengan adegan mulai dari panas hingga sadis. Seperti memukul dengan benda tumpul hingga mati, memotong kepala dengan kawat, hingga menguliti tubuh manusia. Hingga saat ini, Red Sparrow yang tayang pada Maret ini berhasil meraup 148,3 Juta USD.

Dikutip dari tirto.id dikabarkan Red Sparrow merupakan film terakhir aktris cantik pemenang oscar dan sebagai salah satu aktris dengan bayaran termahal. Jenifer mengumumkan akan hengkang dari Hollywood selama setahun. Ingin melihat aksi akhir Jennifer Lawrence, kamu wajib menonton film ini!

 

About SUARA USU

Check Also

The Post: Kebebasan Pers Melawan Kedigdayaan Pemerintah

  Oleh: Surya Dua Artha Simanjuntak Judul : The Post Sutradara : Steven Spielberg Penulis Skenario : Liz …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *