Home / Mahasiswa / Kata Kita / Sudah Efektifkah Sistem Buka-Tutup Pintu USU?

Sudah Efektifkah Sistem Buka-Tutup Pintu USU?

Oleh: Vanisof Kristin Manalu

Di USU, hampir setiap minggu selalu ada laporan pencurian sepeda motor milik mahasiswa. Namun tak banyak pelaku yang berhasil ditangkap.

Beberapa bulan lalu rektorat membuat kebijakan baru pengamanan USU dengan menutup pintu utama dan menambah portal keamanan di beberapa titik. Pada hari Senin hingga Jumat, pintu-pintu utama dan portal-portal biasanya mulai ditutup memasuki pukul sepuluh malam. Pada hari Sabtu dan Minggu, penutupan dilakukan sepanjang hari. Hanya pintu dua yang biasanya dibuka.

Lalu, bagaimana tanggapan mahasiswa mengenai kebijakan ini? Akankah hal itu akan meningkatkan sistem keamanan di USU?

Annisa Fitri – Fakultas Ilmu Budaya/Sasatra Inggris Ekstensi 2012

Saya setuju ditutupnya pintu USU pada hari Sabtu dan malam hari di atas pukul 22.00 WIB. Ini bisa mengurangi masalah pecurian sepeda motor yang semakin meningkat. Saya rasa kebijakan ini sudah dipikirkan oleh rektorat untuk mengadakan sistem buka tutup di USU. Meskipun saya kuliah hari Sabtu karena saya ekstensi saya tidak masalah dengan itu karena pintu II masih dibuka dan satpam fokus juga untuk mengawasi pintu yang terbuka itu.

 

Yadika Siagian – Fakultas Ilmu Budaya/Etnomusikologi 2015

Saya kurang sepakat menutup pintu USU pada hari Sabtu. Saya sendiri masih aktif berkegiatan organisasi pada hari Sabtu. Lebih baik sistem pengamanan diperkuat untuk menghindari pencurian sepeda motor. Kalau yang saya lihat, satpam USU yang aktif hanya di pos satpam pintu II. Seharusnya pos-pos pengamanan di setiap fakultas itu dihuni oleh satpam, tapi yang saya perhatikan tidak ada satpam yang menjaga kemanan seperti di fakultas saya.

 

Desi Monalisa Berutu – Fakultas Kesehatan Masyarakat 2014

Saya lihat sistem buka tutup pintu USU kurang efektif. Seharusnya untuk meningkatkan keamanan semua pintu harusnya ditutup saja. Namun pintu II masih dibuka untuk umum pada hari Sabtu dan Minggu. Setiap hari Sabtu saya masih berkegiatan di kampus dan saya harus berjalan lewat celah-celah pagar pintu untuk bisa masuk ke dalam USU. Kepala saya sering kejedot karena sempit. Saya harap ke depannya personel kemanan ditambah saja untuk meningkatkan kemanan bukan malah menutup pintu saat mahasiswa masih aktif di kampus.

 

Sulu Siahaan – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik/ Administrasi Negara 2014

Saya setuju dengan sistem buka tutup pintu USU, karena jika ditutup Sabtu dan Minggu bisa menjaga ketertiban dan membatasi kegiatan mahasiswa untuk membuat kegiatan. Kalau ada alasan lain seperti terdapatnya kompleks perumahan dosen di dalam kompleks USU, itu bisa diatasi dengan membuka satu pintu seperti yang telah dilakukan oleh pihak rektorat seperti membuka pintu II.

 

Jainul Akmal – Fakultas Pertanian/Agribisnis 2013

Saya setuju-setuju saja dengan sistem buka tutup portal dan pintu USU. Sebab ini bisa juga mengontrol orang luar masuk sembarangan ke kawasan USU. Bukan semua pintu juga yang ditutup masih ada pintu II yang dibuka dan itu dijaga ketat sama pos satpam jadi bisa terkontrol dengan aman. Tapi, menurut saya sistem keamanan tidak terlalu efektif jika menggunakan cara yang demikian. Kan masih banyak sebenarnya celah-celah masuknya maling ke USU seperti tembok bolong itu. Saya jalan kaki ke kampus kalau ada kegiatan hari Sabtu dan masih bisa masuk lewat celah pintu. Buat saya itu tidak masalah, mungkin masalahnnya sama mahasiswa yang naik kendaraan bermotor. Kalau alasannya untuk meningkatkan keamanan di USU tidak terlalu efektif karena masih ada pintu ilegal yang terbuka dan itu tidak diawasi oleh pihak keamanan.

 

Arkadius Idola Halawa – Fakultas Kesehatan Masyarakat 2014

Saya kurang setuju pintu USU ditutup sebagian pada hari Sabtu, tak ada esensinya sama sekali. Seolah-olah kampus tempat yang enggak boleh dikunjungi setiap hari Sabtu. Seharusnya hari Sabtu itu adalah waktu untuk mahasiswa mengembangkan dirinya dan kampus harus mendukung hal itu sebenarnya. Apalagi saat ada batasan untuk mahasiswa berada di kampus, menurut saya itu sama dengan mangurangi atau membatasi waktu mahasiswa untuk beraktivitas di kampus. Seharusnya kampus itu tempat yang paling terbuka untuk mahasiswa berorganisasi, melakukan diskusi dan bisa dipakai oleh mahasiswa sepanjang hari.

About Portal Berita Pers Mahasiswa SUARA USU

Check Also

Perlukah Perombakan Menteri Kabinet Kerja Jilid II?

Oleh: Amelia Ramadhani Tahun lalu, tepatnya 12 Agustus 2015, Presiden Joko Widodo melantik lima menteri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *