Home / Tag Archives: cerpen 2018

Tag Archives: cerpen 2018

Kereta Nirwana

  Oleh: Mayang Sari Sirait Oktober pertama yang begitu dingin, bersama hujan yang semakin senang berkunjung ke bumi. Oktober pertama yang begitu dingin, setelah tahun lalu hujan di Oktober terasa mati. Kakiku bergerak-gerak, memainkan sepatu converse putih yang aku kenakan. Aku membencinya. Ya, memakai sepatu putih. Rasanya sangat melelahkan ketika …

Read More »

Sesal

  Oleh: Nadiah Azri Br Simbolon Setiap orang mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. Saat seseorang menawari kesempatan kedua, dengan egoisnya aku pun tidak akan melepaskannya. Pagi tadi aku ditawarkan oleh seniorku untuk menemaninya berbuka puasa bersama. Aku yang memang pada saat itu tidak ada rencana untuk kemana-mana dan tak berniat …

Read More »

Bintang Jatuh

  Oleh: Mayang Sari Sirait Kata orang dewasa jika ada bintang jatuh, pejamkan matamu, dan berdoalah. Ketika kau buka matamu, semua sudah jadi nyata. “Maaf..” Aku diam, pura-pura tidak mendengar. Tanganku sibuk menggambar boneka dengan kayu yang kudapat di dekat tumpukan koran lama disamping kandang ayam kosong itu. “Aku tau …

Read More »

Salah

  Oleh: Yulia Pransiska “Entahlah, aku tak pernah dengar kabar si anak ingusan itu lagi hingga sekarang.” *** Tengah malam di awal Juni, listrik padam. Kaget saat itu. Yang mulanya sedang merapikan beberapa kertas karena terlalu menumpuk di dalam lemari kerja, segera kutinggalkan untuk mencari kawan di ruang tengah. “Dasar …

Read More »

Sembah (yang) Hilang

  Oleh: Adinda Zahra Noviyanti Dia datang lagi. Seperti biasa, tak lupa hadir dengan pesan dalam doa. Ia berdoa; restu datang terus seperti yang ada di kepala. Doa tiba memaki kesialan berdatangan dengan sialan. Ujung bibirku mereka dengan seksama. Mengikuti alis biadap memancarkan kegigihan sombong tanpa pensilnya. Bagaimana jika kugosokkan …

Read More »

Terlahir Sebagai Pemenang

  Oleh: Surya Dua Artha Simanjuntak Kami banyak, namun kami bukan Legion. Kami tak punya nama. Ah, setidaknya belum. Kami adalah alfa. Ya, semua bermula dari kami. Maka dari itu dengarkan lah karena ini adalah ceritamu. *** Aku tak tahu mengapa ada di sini. Sial, aku bahkan tak tahu siapa …

Read More »

Nyai

  Oleh: Suratman Nyai. Mereka sebut aku demikian. Tuan memberi beberapa kantong keping emas dan jabatan tinggi kepada Bapak. Tentu Bapak senang dengan imbalan tersebut. Kamu baik-baik ya di sana. Jangan menentang Tuanmu. Pikirkan adik-adikmu, Ibumu, juga Bapakmu ini. Begitu Bapak katakan padaku. Aku sebenarnya tidak bisa berkata apa-apa. Mau …

Read More »

Jiwa Teduh

  Oleh : Nikyta Ayu Indria Percayalah, semua yang ada di dunia ini hanyalah titipan. Roda kehidupan selalu berputar  membentuk kepribadian yang lebih kuat. Pada akhirnya keteduhan akan menghampiri setelah kepiluan menyinggahi batin. *** Derit ayunan tua terdengar miris. Bunyi karatan besi usang mulai menandakan ia tidak semenarik dahulu. Bunga-bunga …

Read More »

Potret Kenangan

  Oleh : Yael Stefany Sinaga Aku pikir semua baik-baik saja. Tanpa berkata banyak semua akan selesai. Ternyata tidak. Aku salah. Atau mungkin dia yang salah. Atau kami yang tak peduli. Awalnya manusia biadab itu. Semuanya jadi seperti ini. **** Terdiri dari dua puluh empat kepala dalam satu komunitas yang …

Read More »

Cerita Satire

  Oleh: Widiya Hastuti   Benarkah semua milik pemenang? Anugerah pahlawan milik pemenang? Kebenaran milik pemenang? Sejarah milik pemenang? Ah, kurasa tidak! Itu semua milik penguasa. Mereka menguasai segala-galanya. Mahasiswa mengamininya. Dia pemenang. Pemenang di kenyataan, hati, dan pikiran mahasiswa, tapi tidak di penguasa. Siapa mahasiswa di zaman edan ini …

Read More »