Home / Tag Archives: cerpen fiksi keren

Tag Archives: cerpen fiksi keren

Petuah

  Oleh : Yael Stefany Sinaga “….tenanglah akan tiba saatnya. Ujarkan terus karena ini petuah,” “Terlalu dalam kurasa, Pak,” Begitulah pada akhirnya aku menangis sejadi-jadinya kepada Bapak tersayang yang kupunya saat ini. Aku hanya punya dia. Anggota keluarga yang lain sudah pergi entah kemana. Yang kutahu ibu sudah di surga. …

Read More »

Sesal

  Oleh: Nadiah Azri Br Simbolon Setiap orang mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. Saat seseorang menawari kesempatan kedua, dengan egoisnya aku pun tidak akan melepaskannya. Pagi tadi aku ditawarkan oleh seniorku untuk menemaninya berbuka puasa bersama. Aku yang memang pada saat itu tidak ada rencana untuk kemana-mana dan tak berniat …

Read More »

Bintang Jatuh

  Oleh: Mayang Sari Sirait Kata orang dewasa jika ada bintang jatuh, pejamkan matamu, dan berdoalah. Ketika kau buka matamu, semua sudah jadi nyata. “Maaf..” Aku diam, pura-pura tidak mendengar. Tanganku sibuk menggambar boneka dengan kayu yang kudapat di dekat tumpukan koran lama disamping kandang ayam kosong itu. “Aku tau …

Read More »

Belum Saatnya

    Oleh: Thariq Ridho “Siapa disana,” sekilas cahaya putih melasat cepat dihadapanku. Seseorang berdiri dipojok ruangan. Laki-laki, bukan itu perempuan dengan gamis panjang menutupi kaki. *** Hujan deras mengguyur sejak pagi tadi. Membuatku bermalas-malasan layaknya garfile si kucing pemalas di film holywood. Hari ini sukses buatku tidur puas. Tanpa …

Read More »

Salah

  Oleh: Yulia Pransiska “Entahlah, aku tak pernah dengar kabar si anak ingusan itu lagi hingga sekarang.” *** Tengah malam di awal Juni, listrik padam. Kaget saat itu. Yang mulanya sedang merapikan beberapa kertas karena terlalu menumpuk di dalam lemari kerja, segera kutinggalkan untuk mencari kawan di ruang tengah. “Dasar …

Read More »

Tembune

  Oleh: Widiya Hastuti Kupandang desaku, desa yang hidup dan berputar dengan kopi ini. Gunung Gerdung, di sebelah selatan menatapku tenang. Hutan lebat pada pucuknya memberi kesan seolah seorang pak tua berperut buncit nan bijaksana memberi petuah. Kopimu sedang tidak baik-baik saja, Nak. Di gunung itu aku sering berburu merbah …

Read More »