Home / Tag Archives: Cerpen Terbaru

Tag Archives: Cerpen Terbaru

Ketika Suara dan Mulut Bungkam

  Oleh: Syafril Agung Oloan Siregar Siapa kita? Kita bukan siapa-siapa, Teman. Kita hanya buih di tengah lautan darah. Analogi yang kejam. Tidak! Itu tidak kejam. Itu hanya peringatan kecil. Berteriak? Diamlah? Suaramu takkan didengar malah kau akan dibungkam. Mengkritik? Untuk apa? Idealisme? Itu tak berlaku di negeri para tiran …

Read More »

Tembune

  Oleh: Widiya Hastuti Kupandang desaku, desa yang hidup dan berputar dengan kopi ini. Gunung Gerdung, di sebelah selatan menatapku tenang. Hutan lebat pada pucuknya memberi kesan seolah seorang pak tua berperut buncit nan bijaksana memberi petuah. Kopimu sedang tidak baik-baik saja, Nak. Di gunung itu aku sering berburu merbah …

Read More »

Pemuda dan Sang Penenun Waktu

Oleh: Samuel Sihaloho Hidup manusia bertempat dalam tenunan waktu pada pola yang tak mampu dilihatnya. Sementara para penenun bekerja dan kumparan terus melaju sampai fajar keabadian tiba. Sebuah caption foto yang menarik. Fotonya juga menarik dengan latar menara Eiffel dan senyum memancarkan kebanggaan. “Ah, itu kan cuma kalimat orang yang pandai …

Read More »

Cinta Kita Benar(kan)!

  Oleh: Suratman Terus keintim-intiman yang kita nyala-nyalakan setiap harinya. Pergumulan, erangan, pada tiap malamnya selalu menyergap kita. Sepanjang lima tahunnya, malam kita selalu berasa hal itu. Berulang-ulang. Tapi, kita tidak memiliki keturunan. Kau paham, kau tidak kecewa, dan tidak menuntutnya. *** Malam ini malam pertama kita. Hanya kau dan …

Read More »

Alamiah Manusia

  Oleh: Vanisof Kristin Manalu Hidup itu bukan pilihan. Yakinlah. Tapi kita dipilih untuk hidup itu pasti. Sebab ada miliar sperma merebutkan satu posisi pemenang. Dan kita terlahir sebagai pemenang. Ya… Kita menang. Di ruangan itu terdapat sebuah meja makan yang indah. Ukiran meja itu unik sekali. Sepertinya berasal dari …

Read More »

Kala

Oleh: Adinda Zahra Noviyanti Wah! Benarkan negaraku tak lagi terima minoritas? Ah, Kurasa tidak. Hanya ada yang salah dari pemikirian mereka. Atau ini hanya kurasa. Apa yang kurasa tak selalu benar. Malah dominan salah. Tapi kurasa-rasa kali ini saja aku benar-benar tak salah. Ya! Aku benar. “Kapan Abang balik ke …

Read More »

Sudut Semesta

Oleh: Vanisof Kristin Manalu Berbaik-baiklah pada yang semesta berikan saat ini. Berbijak-bijaklah dengan segala kemungkinan yang akan kau hadapi. *** Jalan itu masih sepi. Tumpukan kertas bekas dan sampah plastik berserakan di mana-mana. Dari sudut jalan hingga simpang jalan terlihat beragam warna sampah berserakan. Aroma khas dari ban bekas yang …

Read More »

Karena Aku Hidup

Oleh: Vanisof Kristin Manalu Layaknya air yang mengalir, pohon mengeluarkan oksigen, rumput liar semakin berkembang di dalam hutan, seharusnya manusia dapat belajar dari keteguhan alam itu sendiri. Karena ia hidup. *** Dinding tua berwarna putih kecokelatan itu menghalangi pandanganku. Hanya suara yang terdengar dari balik dinding. Aku tertegun. Kerasnya suara dari …

Read More »

Dimensi Kota Metropolitan

Oleh: Yulien Lovenny Ester Gultom Matahari menusuk kedua pupil mataku, sinar itu terpancar dari lubang triplek berukuran kepalan tangan orang dewasa. Sudah berapa kali kukatakan pada Abah untuk menambal lubang itu, nyatanya tak digubris. Tak hanya sinar matahari, kecoa, tikus dan hewan merayap lainnya menunggu giliran masuk ke rumah. Ini …

Read More »