Home / Tag Archives: Cerpen

Tag Archives: Cerpen

Alamiah Manusia

  Oleh: Vanisof Kristin Manalu Hidup itu bukan pilihan. Yakinlah. Tapi kita dipilih untuk hidup itu pasti. Sebab ada miliar sperma merebutkan satu posisi pemenang. Dan kita terlahir sebagai pemenang. Ya… Kita menang. Di ruangan itu terdapat sebuah meja makan yang indah. Ukiran meja itu unik sekali. Sepertinya berasal dari …

Read More »

Catatan Rio dan Parta

Oleh: Dewi Annisa Putri Catatan Parta. Parapat, 7 Februari 2017. Sore hari merupakan waktu paling sempurna dibandingkan yang lainnya—pagi, siang, dan malam. Setiap kali matahari mulai lelah membantu umat untuk mencari nafkah dan bersekolah, kami pun bersiap menjemput kebahagiaan. Kebahagiaan kami menetap di suatu tempat di pinggir Danau Toba. Di …

Read More »

Kala Ayah Pergi

Oleh: Dewi Annisa Putri Bak cerita Cinderella, tepat pukul dua belas tengah malam, jam tua yang menempel di dinding itu berbunyi. Tapi itu bukan pertanda aku harus segera pulang. Pakaianku pun tak akan berganti dengan sendirinya. Lagi pula, aku juga tak sedang berdansa dengan seorang pangeran tampan yang menjadi idaman …

Read More »

Deja Vu

Oleh: Nurmazaya Hardika Putri Seorang anak laki-laki berlari di depanku. Di punggungnya tergantung sebuah tas bergambar tokoh pahlawan dalam serial kartun. Sepatunya berukuran kecil dan berwarna biru. Sebuah botol minum ia kalungkan di lehernya. Tangannya membawa kotak berisi bekal dari rumah. Matanya berbinar karena ini hari pertama sekolah. Setelah itu …

Read More »

“Suap”

Oleh: Santi Herlina Begitu lama rasanya waktu ini berlalu. Mengapa tidak, aku sudah sangat bosan dengan suasana kamar petak kecil berukutan 3×3 meter ini. Bau rokok dan debu selalu melewati saluran pernafasanku. Orang yang itu-itu saja yang aku lihat. Makanan anjing—aku menyebutnya demikian—selalu disuguhkan padaku dan temanku dalam petak ini. …

Read More »

Lentera Sang Nenek tua

Oleh: Alfat Putra Ibrahim Malam itu ia redup dengan pilu. Suasana di sekitar agak mencekam, gelap dan sunyi. Angin berhembus cukup kencang, ada rasa gundah di hatinya. Ia adalah seorang wanita paruh baya yang hidup dengan seorang gadis belia. Ia lumpuh dan bisu, buah hati dari anak satu-satunya yang telah …

Read More »

Cerita Phile Pada Senja Tentang Gadis Pilia

Oleh: Amanda Hidayat Senja telah tiba, artinya terang akan beranjak digasak gelita. Melipurkan perlahan apa-apa yang tidak senja dan aku sukai—terang, terik cuaca, juga kau berpakaian putih dengan ubel-ubel, di tengah terang kau pakai pakaian yang menyilaukan, huh, bajingan—menuju gelap gemerlapku yang sepi sendiri, berdua, bertiga atau di tengah ramai orang. …

Read More »

Warna

Oleh: Tantry Ika Adriati Bola mata Jingga terlalu asik beringsut, bergerak stabil dari kiri ke kanan, berhenti pada satu kata di ujung kanan, dan balik lagi pada satu kata di ujung kiri. Semenjak paragraf satu ia amati dan berganti lagi ke paragraf satu yang lain, ia tak pernah berhenti, pun merasa …

Read More »

Pak, Bisakah Bapak Dengarkan Itu?

Oleh: Amelia Ramadhani 15 Desember 2014 Salam kangen buat, Bapak! Pak, jangan merasa aneh ya, saat Bapak baca e-mail ini. Memang, ini pertama kalinya Uncu tulis e-mail khusus untuk Bapak, walau ribuan e-mail telah beterbangan untuk orang lain. Namun bukan berarti Bapak tak berarti bagi Uncu. Maaf ya Pak, jika selama ini Uncu …

Read More »

Hari Tidak Selalu Sama

Oleh: Guster CP Sihombing Pada akhirnya hidup akan memilih. Apakah kata hati yang (bahkan) kita sendiri tak tahu itu sebenarnya perkataan siapa, atau air liur yang terlanjur menggunung. Suatu sore yang syahdu ruang tengah kantorku tiba-tiba ramai. Semua staf dan personel kantor ada disana. Aku yang terkenal kepo juga tak …

Read More »