Home / Tag Archives: Contoh Opini

Tag Archives: Contoh Opini

Redupnya Suara Mahasiswa Untuk Rakyat

Oleh: Adinda Zahra Noviyanti Pramoedya Ananta Toer bilang, “Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak karena fungsi hidupnya hanya beternak diri,” “Bubarlah kelen, buat macet,” bentak tukang becak pada massa aksi. “Kami menyuarakan kalian Bapak tukang becak,” balas seorang mahasiswa. Kutipan tersebut menunjukkan kondisi di mana …

Read More »

Menikmati Seks Sebagai Pembahasan Masa Kini

  Oleh: Suratman Memang benar semua telah berubah: adat istiadat, kebiasaan, budaya, bahkan hal-hal yang diangap tabu mulai diperbincangkan di khalayak ramai. Tak mau tertinggal seks diam-diam menyorot kepentingan ranah publik yang wajib untuk dibahas.  Ranah publik sekonyong-konyongnya kini telah menyasar berbagai lini sudut kehidupan manusia. Dari halnya yang bersifat …

Read More »

Apa Pacaran Itu (Dilarang)?

  Oleh: Suratman Katanya, jika pacaran akan mendekatkan pada kata ‘zina’. Dan, timbul sebuah ambiguitas pacaran itu sendiri. La Ode Munafar mungkin kini bisa dikatakan berhasil dengan gagasan Indonesia Tanpa Pacaran-nya. Buktinya, pemuda asal Sulawesi Tenggara ini berhasil menjaring 700-an ribu pengikut di laman Instagram dan 400-an ribu di Facebook …

Read More »

Supporter Indonesia : Bergabung, Saling Membenci dan Nyawa Murah

  Oleh: Putra P Purba Riuh suara stadion negeri terus berkumandang. Di kala kesebelas pasukan dari tim yang mereka cintai memberikan hiburan di kala penat dan hidup yang kembali peluh. Walau kalah maupun menang, cinta itu tetap melekat dari generasi ke generasi. Haringga Sirila tak menyadari apa yang akan terjadi …

Read More »

Demonstrasi Mahasiswa : Masih Perlukah?

  Oleh: Surya Dua Artha Simanjuntak “Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman se–ideologi, dan lain-lain,” – Soe Hok Gie. Itulah kegelisahan Gie ketika dirinya akan melepaskan status mahasiswa. Menurutnya masih terlalu banyak mahasiswa Indonesia yang munafik. Gie …

Read More »

“Yuk Golput!” Pasrah atau Solusi?

  Oleh: Adinda Zahra Noviyanti “Golput aktif di setiap pemilihan,” pekik seorang pemuda dalam kolom komentar media sosialnya. Benarkah tindakan tersebut adalah jawaban dari ketidaksejahteraan suatu negara? Golput sudah ada sejak 1971 yang dicetuskan oleh Arief Budiaman. Pada masa itu golput merupakan pergerakan moral yang dibentuk pemuda dengan tujuan menjaga …

Read More »

Indonesia : Berbeda-beda Tapi (Tidak) Satu

  Oleh : Yael Stefany Sinaga Keberagaman ditandai dengan perbedaan, menjungjung HAM, dan yang pasti bhineka tunggal ika. Lalu, bagaimana dengan kondisi Indonesia sekarang? Indonesia sesungguhnya memiliki ideologi Pancasila yang sangat menghargai keberagaman dan perbedaan. Dengan ideologi tersebut, negara dan masyarakat seharusnya menerapkan prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, …

Read More »

Apa Kabar Rupiah Kita ?

  Oleh: Nadiah Azri Br Simbolon  Amerika Serikat terus menerus melakukan perbaikan ekonomi. Akibatnya nilai tukar mata uang Dolar USD semakin menguat. Depresiasi terhadap Rupiah pun tak terelakkan. Bagaimana nasib Rupiah kita nantinya? Kekuatan mata uang suatu negara ditandai dengan nilai tukar mata uangnya (kurs) terhadap mata uang asing. Jika …

Read More »

Pasung-pasung HAM Disabilitas Psikososial

  Oleh: Widiya Hastuti Mereka manusia dan hidup. Tapi tidak ada tempat nyaman bagi mereka untuk menerima haknya sebagai manusia di bumi Pertiwi. Waktu itu saya masih SMP, saat bertemu dengan seorang ibu yang membawa buntelan kain di dalam bus. Ia bermonolog tentang anak dan suaminya yang diculik orang, tentang …

Read More »

Penerapan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan, Bisakah?

  Oleh: Nikyta Ayu Indria Zaman semakin berkembang dengan pesat. Kebutuhan masa kini mau tak mau sejalan dengan kemajuan dari globalisasi. Konsumsi dan produksi berkelanjutan menjadi bentuk solusi yang ditawarkan. Menjelang perayaan atau peringatan besar, masyarakat lapisan menengah ke atas beramai-ramai mengunjungi supermarket atau pusat perbelanjaan guna memenuhi segala kebutuhan. …

Read More »