Home / Tag Archives: contoh puisi

Tag Archives: contoh puisi

Lantang

Oleh : Ida Sitorus   Pun dia tak lagi bersuara Bukan lagi seorang pendekar gagah dan perkasa Kini hanya bisu tak bersuara Bisa ku apa ? Suara yang kini tak lagi terdengar Kobaran yang kini pudar Tak ada lagi yang berkoar Hilang ku adalah hina mu Keliru Kau diam, mereka …

Read More »

Bakalmu, Hujan

Oleh: Mayang Sari Sirait   Timburuku pada hujan Patih untuk jatuh Tanpa ragu tinggalkan ajang Tanpa segan hantami bumi   Kukulum rinduku Saat hujan sengaja menjeru Tanpa ampun memukulku Memaku pada ruang kelabu   Obrak-abrik memori Acak sanubari Merantai kaki biar tak lari Jangankan kaki, nalar pun begini

Read More »

Senja

Oleh: Dewi Annisa Putri   Ia senja mataharinya terbenam dan harinya jadi gelap pikirannya digerogot puaka lacur, namun disangka astral oh, Demon dan ketiganya rengsa   Hari menyenja matahari bergulir enggan kembali mendaki gelita abadi di buana akal bumi hangus tersulut dan para Buan tertawa   Kelak  senjanya tiba tetap …

Read More »

Kami Manusia

Oleh: Nadiah Azri Br Simbolon   Darah melimbur Merah; pekat; anyir Nan elok terlihat   Kami tertawa dan menggila memegang bara, membumi hanguskan Para penghina nenek moyang   Bangkai tertumpuk sesak Merintih, pinta kehidupan Nirwana kami berikan   Rayakan pesta kematian Junjung pasukan bajing Tak apa hina melekat pada diri …

Read More »

Sang Anantatoer

Oleh : Widiya Hastuti   Mereka tanya apa kata padaku Tak usah kujawab Cukup kukerlingkan pada deretan bukumu Ini kata menurutku Mencucuk-cucuk tajam bukan ajab untukmu Berkelana dari mulut mengiang-ngiang kuping bagai nyanyian rindu Tidak pada ruas, ia berdesakan dalam kalbu Ini kata menurutku Berdansa bersama api, hilang, namun timbul …

Read More »

(Da)nau Toba I(tu)

Oleh : Sagitarius Marbun   Meraja bersama semarak mitos di pinggiran toba Berbekal ceracau lantas diagungkan bermodal tampil seram lantas ditakuti Hanya karna keberuntungan sembahkan penyakit ramar nasib lantas berkuasa Ubah aturan rebut kepercayaan animisme tinggalkan Tuhan

Read More »

Ramona

Oleh: Vanisof Kristin Manalu   Ramona, sendu wajah ayu Gimik peluhkan aroma berpadu Sapa, sengir menggoda Merayu, pelesir raja suka-suka   Ramona, maharani antah berantah Pengusut darah suci pribumi beradat Susuri matahari berpahat mutiara   Sore bujuk malam, Ramona memanas Lalap ia mati, keok oleh tuan nan beringas Terdekap cairan …

Read More »

Dandapati

Oleh: Dewi Annisa Putri hatinya baja di dalam garba barisan kuku-kuku dedemit yang membarut lagi tak mencipta perih dan gering api yang menyelongsong pula tak tembus pada pori-pori mampus sudah tergelobak, Embih menyanggah masih untung ada ternyata, pikirnya pernah ia menerka baja itu lenyap sudah seiring duri mawar mengelus lembut …

Read More »

Pemutus Kelezatan

Oleh: Nikyta Ayu Indria   Pagi ini sama dengan semalam Tetesan embun kembali jatuh dalam diam Hiruk pikuk manusia langlang tak bermuram Mengisi hari-hari yang tiada mencekam Sampai lupa, untuk apa kita bergumam   Burung tahu kearah mana ia akan berpulang Begitu juga dengan insan yang dimuliakan Bahkan senja yang …

Read More »

Perempuan dan Lampu Kota

  Oleh: Dewi Annisa Putri   Ia hijau dan merah dan ungu dan kuning dan biru mereka bergelantungan di langit langit tanpa atap di jalan yang lebar yang diapit sebuah taman dan makam pahlawan di mana yang satunya selalu ramai dan sunyi pada satunya lagi yang satunya asri dan dipenuhi …

Read More »