Home / Tag Archives: contoh puisi

Tag Archives: contoh puisi

Menunggu Cahaya

Oleh: Mayang Sari Sirait Untuk fajar yang indah Kala cahaya mulai merambah Memaksa masuk lewat berbagai celah Menyapa bentala dengan ramah   Duduk bersila seorang bocah Menembus pandang lewat jendela rumah Tak nafsu berbincang dengan si abah Pilih menunggu dengan tabah   Bukan matahari yang dicarinya Bukan pula senter atau …

Read More »

Pulanglah

Oleh : Thariq Ridho Aku adalah saksi mata Detik, menit, semua kejadian ada Suka duka pernah tercipta Tersimpan lengkap di memori jiwa   Jika ku ingin mengenang Tak kan cukup waktuku Terlalu banyak adegan yang Buat hati ini merindu   Kapan kita bertatap muka? Lama kian tak bersua Bercanda bersama …

Read More »

Suara

Oleh : Charis Qoheleth Halomoan Sitompul Dasa lagi deka, lagi tunggal Paruh baya Heksa kali puluh, seperempat tinggal Sepuh renta Saya Unggul berintuisi nihil berkreasi Tuan Guru besar nan dogmatis Selaksa perspektif hamba Selaksa tambah selaksa filosofi tua Selaksa kali selaksa kali selaksa tafsir hamba Tuanku rupanya berfatwa Hasrat jaya …

Read More »

Sebuah Cerita Kita

Oleh: Suratman Seberinda sumringah, sonder membiru   Sebelum temaram merinsut petaka tawa erak seerak-eraknya Hingga sedemikian rupa jadinya, Belaka mencuaikan titik-titik yang tak berlanjut Kalakian berakhir Barang tentu tidak sebegitu, tanpa mengejahwantahkannya masing-masing sepatutnya suah berakal!   Tentang titik-titik yang tidak persisten menakhilkkan perkara paradoks Mencucuh cena tanya, menuai perbalahan, …

Read More »

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

Oleh: Sagitarius Marbun Rencana lingkupi Lamat, melambung syahdu ke astana cinta Mayapada milik, merengkuh asa bersama Pendar, lembayung hias hati   Rencana diujung takdir Jarak, melempar temu Sajak, bungkam gulana Ego, kubur kasih   Sial, tak dapat tahan patos Membabat massa penghalang Lucuti rindu yang tersisa, buas Lara tak suguhi …

Read More »

Lantang

Oleh : Ida Sitorus   Pun dia tak lagi bersuara Bukan lagi seorang pendekar gagah dan perkasa Kini hanya bisu tak bersuara Bisa ku apa ? Suara yang kini tak lagi terdengar Kobaran yang kini pudar Tak ada lagi yang berkoar Hilang ku adalah hina mu Keliru Kau diam, mereka …

Read More »

Bakalmu, Hujan

Oleh: Mayang Sari Sirait   Timburuku pada hujan Patih untuk jatuh Tanpa ragu tinggalkan ajang Tanpa segan hantami bumi   Kukulum rinduku Saat hujan sengaja menjeru Tanpa ampun memukulku Memaku pada ruang kelabu   Obrak-abrik memori Acak sanubari Merantai kaki biar tak lari Jangankan kaki, nalar pun begini

Read More »

Senja

Oleh: Dewi Annisa Putri   Ia senja mataharinya terbenam dan harinya jadi gelap pikirannya digerogot puaka lacur, namun disangka astral oh, Demon dan ketiganya rengsa   Hari menyenja matahari bergulir enggan kembali mendaki gelita abadi di buana akal bumi hangus tersulut dan para Buan tertawa   Kelak  senjanya tiba tetap …

Read More »

Kami Manusia

Oleh: Nadiah Azri Br Simbolon   Darah melimbur Merah; pekat; anyir Nan elok terlihat   Kami tertawa dan menggila memegang bara, membumi hanguskan Para penghina nenek moyang   Bangkai tertumpuk sesak Merintih, pinta kehidupan Nirwana kami berikan   Rayakan pesta kematian Junjung pasukan bajing Tak apa hina melekat pada diri …

Read More »

Sang Anantatoer

Oleh : Widiya Hastuti   Mereka tanya apa kata padaku Tak usah kujawab Cukup kukerlingkan pada deretan bukumu Ini kata menurutku Mencucuk-cucuk tajam bukan ajab untukmu Berkelana dari mulut mengiang-ngiang kuping bagai nyanyian rindu Tidak pada ruas, ia berdesakan dalam kalbu Ini kata menurutku Berdansa bersama api, hilang, namun timbul …

Read More »