Home / Tag Archives: Kumpulan Cerpen

Tag Archives: Kumpulan Cerpen

Panggil Jiwa itu Kembali

  Oleh : Thariq Ridho ”Gerangan apa yang terjadi padamu? Makhluk astral apakah yang telah hinggap ditubuh wanita ini. Seluruh jiwanya berseru untuk ceria,” Tangisnya tak henti-henti. Ia lampiaskan seluruh energinya hanya untuk air mata. Kadang ia marah, memaki sesaat lalu memohon ampun pada pencipta. 15 dari 24 jam harinya …

Read More »

Terlahir Sebagai Pemenang

  Oleh: Surya Dua Artha Simanjuntak Kami banyak, namun kami bukan Legion. Kami tak punya nama. Ah, setidaknya belum. Kami adalah alfa. Ya, semua bermula dari kami. Maka dari itu dengarkan lah karena ini adalah ceritamu. *** Aku tak tahu mengapa ada di sini. Sial, aku bahkan tak tahu siapa …

Read More »

Jiwa Teduh

  Oleh : Nikyta Ayu Indria Percayalah, semua yang ada di dunia ini hanyalah titipan. Roda kehidupan selalu berputar  membentuk kepribadian yang lebih kuat. Pada akhirnya keteduhan akan menghampiri setelah kepiluan menyinggahi batin. *** Derit ayunan tua terdengar miris. Bunyi karatan besi usang mulai menandakan ia tidak semenarik dahulu. Bunga-bunga …

Read More »

Potret Kenangan

  Oleh : Yael Stefany Sinaga Aku pikir semua baik-baik saja. Tanpa berkata banyak semua akan selesai. Ternyata tidak. Aku salah. Atau mungkin dia yang salah. Atau kami yang tak peduli. Awalnya manusia biadab itu. Semuanya jadi seperti ini. **** Terdiri dari dua puluh empat kepala dalam satu komunitas yang …

Read More »

Tembune

  Oleh: Widiya Hastuti Kupandang desaku, desa yang hidup dan berputar dengan kopi ini. Gunung Gerdung, di sebelah selatan menatapku tenang. Hutan lebat pada pucuknya memberi kesan seolah seorang pak tua berperut buncit nan bijaksana memberi petuah. Kopimu sedang tidak baik-baik saja, Nak. Di gunung itu aku sering berburu merbah …

Read More »

Alamiah Manusia

  Oleh: Vanisof Kristin Manalu Hidup itu bukan pilihan. Yakinlah. Tapi kita dipilih untuk hidup itu pasti. Sebab ada miliar sperma merebutkan satu posisi pemenang. Dan kita terlahir sebagai pemenang. Ya… Kita menang. Di ruangan itu terdapat sebuah meja makan yang indah. Ukiran meja itu unik sekali. Sepertinya berasal dari …

Read More »

Kala

Oleh: Adinda Zahra Noviyanti Wah! Benarkan negaraku tak lagi terima minoritas? Ah, Kurasa tidak. Hanya ada yang salah dari pemikirian mereka. Atau ini hanya kurasa. Apa yang kurasa tak selalu benar. Malah dominan salah. Tapi kurasa-rasa kali ini saja aku benar-benar tak salah. Ya! Aku benar. “Kapan Abang balik ke …

Read More »

Dimensi Kota Metropolitan

Oleh: Yulien Lovenny Ester Gultom Matahari menusuk kedua pupil mataku, sinar itu terpancar dari lubang triplek berukuran kepalan tangan orang dewasa. Sudah berapa kali kukatakan pada Abah untuk menambal lubang itu, nyatanya tak digubris. Tak hanya sinar matahari, kecoa, tikus dan hewan merayap lainnya menunggu giliran masuk ke rumah. Ini …

Read More »