Home / Tag Archives: Kumpulan Puisi Pendek

Tag Archives: Kumpulan Puisi Pendek

Sang Anantatoer

Oleh : Widiya Hastuti   Mereka tanya apa kata padaku Tak usah kujawab Cukup kukerlingkan pada deretan bukumu Ini kata menurutku Mencucuk-cucuk tajam bukan ajab untukmu Berkelana dari mulut mengiang-ngiang kuping bagai nyanyian rindu Tidak pada ruas, ia berdesakan dalam kalbu Ini kata menurutku Berdansa bersama api, hilang, namun timbul …

Read More »

Kecoak Terbang

 Oleh: Samuel sihaloho   Apa yang kau lihat di bawah kolong meja Bergerak lincah dalam bayangan gelap Tidak takut terjerat dalam perangkap Terlindung di antara kaki bahadur yang tertidur lelap   Kecoak. Kecoak. Kecoak. Menjelajah sampai gedung DPR Sang dewan lega kecoak adalah teman lama Teman lama memberinya sumbang Dan …

Read More »

Angkatan Bersenjata

Oleh: Kirana Yulisya Badan tegap nan gagah itu bakti dari kerja kerasnya Kulit hitam terbakar sinar matahari menjadi bukti kesetiaannya Kokoh negara karena baktinya Damai negeri karena kerja kerasnya   Siapa yang tahu kapan ia tidur kala semua orang terlelap Siap siaga adalah yang utama dalam hidupnya Siapa yang tahu …

Read More »

Pergi

Oleh: Dina Mirdani Siapakah aku? Hidup seorang diri Separuh jiwa telah pergi Berjuang untuk mati Bukankah itu terlihat berarti?   Siapakah aku? Aku tak punya kaki Jangankan berlari Berdiri saja kupungkiri   Namun kau juga akan pergi Meninggalkanku sendiri Jiwa yang tak lagi berarti

Read More »

Warna Keresahan

Oleh: Yulia Pransiska Hitam akan selalu menjadi hitam bila tak dicampur putih Indra mataku pun telah muak dengan rasa tak acuh Merah akan membakar rasa perih Indra mata hatimu mungkin telah retak lagi pecah   Aku menyayangkan, ini hanya untuk kepentingan Aku menyayangkan, ini hanyalah angan-angan Aku menyayangkan, ini hanyalah …

Read More »

Tahun Baru

Oleh: Nurhanifah   Sebut saja perayaan Penuh dengan makanan-makanan Penuh dengan hiasan-hiasan Penuh dengan kegembiraan   Tergelak tawa tak berkesudahan Berpesta hingga kelelahan Tak sadar waktu yang terlewatkan Terbangun dalam kebingungan   Sadarkah? Pahamkah? Tahukah?   Sudah pasang serulusi tahun ini? Mari buat dan lakukan   Sudah saatnya menatap dalam …

Read More »

Untuk Bidadari Kehidupan

  Oleh: Yulia Pransiska   Semesta tak kan pernah sanggup kehilangan bidadari sepertimu Bumi pun menjerit, bila dunia tanpa kasihmu Awan hanyalah kapas tanpa warna putihnya yang semurni hatimu Sekalipun matahari padam, raungan kesedihan tanpa hadirmu   Kasih Ibu Tak terhingga adanya sampai sepanjang massa Selalu memberi Tanpa balasan paksa …

Read More »