Home / Tag Archives: Kumpulan Puisi

Tag Archives: Kumpulan Puisi

Bakalmu, Hujan

Oleh: Mayang Sari Sirait   Timburuku pada hujan Patih untuk jatuh Tanpa ragu tinggalkan ajang Tanpa segan hantami bumi   Kukulum rinduku Saat hujan sengaja menjeru Tanpa ampun memukulku Memaku pada ruang kelabu   Obrak-abrik memori Acak sanubari Merantai kaki biar tak lari Jangankan kaki, nalar pun begini

Read More »

Senja

Oleh: Dewi Annisa Putri   Ia senja mataharinya terbenam dan harinya jadi gelap pikirannya digerogot puaka lacur, namun disangka astral oh, Demon dan ketiganya rengsa   Hari menyenja matahari bergulir enggan kembali mendaki gelita abadi di buana akal bumi hangus tersulut dan para Buan tertawa   Kelak  senjanya tiba tetap …

Read More »

Sang Anantatoer

Oleh : Widiya Hastuti   Mereka tanya apa kata padaku Tak usah kujawab Cukup kukerlingkan pada deretan bukumu Ini kata menurutku Mencucuk-cucuk tajam bukan ajab untukmu Berkelana dari mulut mengiang-ngiang kuping bagai nyanyian rindu Tidak pada ruas, ia berdesakan dalam kalbu Ini kata menurutku Berdansa bersama api, hilang, namun timbul …

Read More »

(Da)nau Toba I(tu)

Oleh : Sagitarius Marbun   Meraja bersama semarak mitos di pinggiran toba Berbekal ceracau lantas diagungkan bermodal tampil seram lantas ditakuti Hanya karna keberuntungan sembahkan penyakit ramar nasib lantas berkuasa Ubah aturan rebut kepercayaan animisme tinggalkan Tuhan

Read More »

Ramona

Oleh: Vanisof Kristin Manalu   Ramona, sendu wajah ayu Gimik peluhkan aroma berpadu Sapa, sengir menggoda Merayu, pelesir raja suka-suka   Ramona, maharani antah berantah Pengusut darah suci pribumi beradat Susuri matahari berpahat mutiara   Sore bujuk malam, Ramona memanas Lalap ia mati, keok oleh tuan nan beringas Terdekap cairan …

Read More »

Pemutus Kelezatan

Oleh: Nikyta Ayu Indria   Pagi ini sama dengan semalam Tetesan embun kembali jatuh dalam diam Hiruk pikuk manusia langlang tak bermuram Mengisi hari-hari yang tiada mencekam Sampai lupa, untuk apa kita bergumam   Burung tahu kearah mana ia akan berpulang Begitu juga dengan insan yang dimuliakan Bahkan senja yang …

Read More »

Perempuan dan Lampu Kota

  Oleh: Dewi Annisa Putri   Ia hijau dan merah dan ungu dan kuning dan biru mereka bergelantungan di langit langit tanpa atap di jalan yang lebar yang diapit sebuah taman dan makam pahlawan di mana yang satunya selalu ramai dan sunyi pada satunya lagi yang satunya asri dan dipenuhi …

Read More »

Kecoak Terbang

 Oleh: Samuel sihaloho   Apa yang kau lihat di bawah kolong meja Bergerak lincah dalam bayangan gelap Tidak takut terjerat dalam perangkap Terlindung di antara kaki bahadur yang tertidur lelap   Kecoak. Kecoak. Kecoak. Menjelajah sampai gedung DPR Sang dewan lega kecoak adalah teman lama Teman lama memberinya sumbang Dan …

Read More »

Pergi

Oleh: Dina Mirdani Siapakah aku? Hidup seorang diri Separuh jiwa telah pergi Berjuang untuk mati Bukankah itu terlihat berarti?   Siapakah aku? Aku tak punya kaki Jangankan berlari Berdiri saja kupungkiri   Namun kau juga akan pergi Meninggalkanku sendiri Jiwa yang tak lagi berarti

Read More »

Tentang Kasih

Oleh: Yael Stefani Sinaga Ketika jiwa dan raga hadir untuk pertama kalinya Di dunia yang penuh hitam putih Aku melihat berdiri seorang pria Menggendong dengan penuh kasih   Dengan mata yang belum sempurna terbuka Telinga yang belum jelas mendengar Aku menangis di dalam pelukannya Membuat hati yang mendengarnya sedikit bergetar …

Read More »