Home / Tag Archives: puisi hari ini

Tag Archives: puisi hari ini

Ramanda

Oleh: Nadiah Azri Br Simbolon Benang merah menjeratnya dengan derita tak bertepi Cairan pekat nan merah meruah dari arteri Sekujur lengan penuh burik menyiksa layaknya duri Memar menusuk rangka merambat menuju ari Rongkong dan urat berpadu dalam kepasrahan dan berniat mati Namun takdir tak mengizinkan, dia harus berodi demi sesuap …

Read More »

Senja di Danau Toba

Oleh : Sagitarius Marbun   Sajak Untuk Sinar Bangun   Hari itu Senin bersejarah Alfa dan omega dalam hidupku Luka dan lara terpatri di pundak Kan kuagihkan kepada sanak nun bahagia Akan kupetik rindu di hadapan pitarah Cinta dan cita akan segera dilabuhkan, dermaga   Hari itu Senin cerah Angin …

Read More »

Menunggu Cahaya

Oleh: Mayang Sari Sirait Untuk fajar yang indah Kala cahaya mulai merambah Memaksa masuk lewat berbagai celah Menyapa bentala dengan ramah   Duduk bersila seorang bocah Menembus pandang lewat jendela rumah Tak nafsu berbincang dengan si abah Pilih menunggu dengan tabah   Bukan matahari yang dicarinya Bukan pula senter atau …

Read More »

Senja

Oleh: Dewi Annisa Putri   Ia senja mataharinya terbenam dan harinya jadi gelap pikirannya digerogot puaka lacur, namun disangka astral oh, Demon dan ketiganya rengsa   Hari menyenja matahari bergulir enggan kembali mendaki gelita abadi di buana akal bumi hangus tersulut dan para Buan tertawa   Kelak  senjanya tiba tetap …

Read More »

Ramona

Oleh: Vanisof Kristin Manalu   Ramona, sendu wajah ayu Gimik peluhkan aroma berpadu Sapa, sengir menggoda Merayu, pelesir raja suka-suka   Ramona, maharani antah berantah Pengusut darah suci pribumi beradat Susuri matahari berpahat mutiara   Sore bujuk malam, Ramona memanas Lalap ia mati, keok oleh tuan nan beringas Terdekap cairan …

Read More »

Dandapati

Oleh: Dewi Annisa Putri hatinya baja di dalam garba barisan kuku-kuku dedemit yang membarut lagi tak mencipta perih dan gering api yang menyelongsong pula tak tembus pada pori-pori mampus sudah tergelobak, Embih menyanggah masih untung ada ternyata, pikirnya pernah ia menerka baja itu lenyap sudah seiring duri mawar mengelus lembut …

Read More »

Pemutus Kelezatan

Oleh: Nikyta Ayu Indria   Pagi ini sama dengan semalam Tetesan embun kembali jatuh dalam diam Hiruk pikuk manusia langlang tak bermuram Mengisi hari-hari yang tiada mencekam Sampai lupa, untuk apa kita bergumam   Burung tahu kearah mana ia akan berpulang Begitu juga dengan insan yang dimuliakan Bahkan senja yang …

Read More »