Home / Tag Archives: puisi mahasiswa

Tag Archives: puisi mahasiswa

Untukku, Si Kau

Oleh : Annisa Octavi Sheren Untuk kau, jangan lagi lara Dini tak sapa kau seacap dulu Tengah hari, tak ada jeda hiraukan kau Senja yang kau cintai itu pun buyar sudah Luntur luruh dan berlalu selain dengan kau Parah Tak usah kau nantikan apapun Keluwung pun celih singgahi angkasa kau …

Read More »

Ramanda

Oleh: Nadiah Azri Br Simbolon Benang merah menjeratnya dengan derita tak bertepi Cairan pekat nan merah meruah dari arteri Sekujur lengan penuh burik menyiksa layaknya duri Memar menusuk rangka merambat menuju ari Rongkong dan urat berpadu dalam kepasrahan dan berniat mati Namun takdir tak mengizinkan, dia harus berodi demi sesuap …

Read More »

Senja di Danau Toba

Oleh : Sagitarius Marbun   Sajak Untuk Sinar Bangun   Hari itu Senin bersejarah Alfa dan omega dalam hidupku Luka dan lara terpatri di pundak Kan kuagihkan kepada sanak nun bahagia Akan kupetik rindu di hadapan pitarah Cinta dan cita akan segera dilabuhkan, dermaga   Hari itu Senin cerah Angin …

Read More »

Menunggu Cahaya

Oleh: Mayang Sari Sirait Untuk fajar yang indah Kala cahaya mulai merambah Memaksa masuk lewat berbagai celah Menyapa bentala dengan ramah   Duduk bersila seorang bocah Menembus pandang lewat jendela rumah Tak nafsu berbincang dengan si abah Pilih menunggu dengan tabah   Bukan matahari yang dicarinya Bukan pula senter atau …

Read More »

Suara

Oleh : Charis Qoheleth Halomoan Sitompul Dasa lagi deka, lagi tunggal Paruh baya Heksa kali puluh, seperempat tinggal Sepuh renta Saya Unggul berintuisi nihil berkreasi Tuan Guru besar nan dogmatis Selaksa perspektif hamba Selaksa tambah selaksa filosofi tua Selaksa kali selaksa kali selaksa tafsir hamba Tuanku rupanya berfatwa Hasrat jaya …

Read More »

Nubuat

Oleh : Agung Kurnia Ritonga Ibu berbicara tentang sabda cenayang Tempat para raja ditenggelamkan dalam gerun perigi Yang padanya hukum dikukuh di dingin prasasti Ibu berbicara tentang arus buaya Tempat raja manusia diajari berenang Yang padanya dijenamai sebagai cawan kelahiran Ibu berbicara tentang ekor katak dan kepak sayap Tempat para …

Read More »

Ya

Oleh: Galang Arya Dewangga   Ya, memang benar kami penguasa dan Ya, memang benar kami juga yang merampas harta. Ya, memang benar kami aparat dan Ya, memang benar kami juga yang menindas rakyat. Ya, memang penguasa yang mengutus aparat, yang membuat melarat, yang bergerak di balik gelap bagai binatang pengerat, …

Read More »