Home / Puisi / Tak Ber(uang)

Tak Ber(uang)

Oleh: Yulia Pransiska

 

Hanya dua warna yang melekat

Pudar, hitam dan putih yang sudah berkeringat ia kenakan

Hanya dua warna yang tetap menemaninya

Yang tiap detiknya selalu gemetar tanda cemas

 

Bukan pertama kali

Sering, dan berharap inilah yang terakhir

“Kau lelaki, kau harus nafkahi istri”

Persetanan dengan budaya

 

Lontang-lantung

Pontang-panting

Banting-tulang

Karena kaulah tulang punggung!

 

Istri mengandung hingga anak menggunung

Uang mengutang karena tak ber-uang

Yang lalu pekerjaan yang tak menguntungkan baginya

Padahal semua pekerjaan banyak diburu

 

Detik jam semakin nyata ia rasakan

Terus dan terus ia gumamkan doa

Hanya bermodalkan hitam dan putih kusam

Lelaki itu masih menunggu namanya dipanggil

About SUARA USU

Check Also

Senja di Danau Toba

Oleh : Sagitarius Marbun   Sajak Untuk Sinar Bangun   Hari itu Senin bersejarah Alfa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *