Tentang Kasih

0
46

Oleh: Yael Stefani Sinaga

Ketika jiwa dan raga hadir untuk pertama kalinya

Di dunia yang penuh hitam putih

Aku melihat berdiri seorang pria

Menggendong dengan penuh kasih

 

Dengan mata yang belum sempurna terbuka

Telinga yang belum jelas mendengar

Aku menangis di dalam pelukannya

Membuat hati yang mendengarnya sedikit bergetar

 

Tak bisa kupungkiri

Seakan damai hati ini menangis di pelukannya

Dan tanpa disadari

Terciptalah ikatan batin yang tidak disengaja

 

Dengan sabar ia membesarkan

Mendidik agar kelak jadi orang berguna

Agar kelak bersatu dengan kenyataan

Dan mampu bertahan dengan semua tekanan

 

Ia akan menjadi satu-satunya lelaki

Yang tidak akan pernah menggoreskan luka

Ia akan menjadi satu-satunya lelaki

Yang selalu setia dalam suka maupun duka

 

Terima kasih untukmu wahai pria hebat

Tak mampu kata mendeskripsikan semuanya

Mungkin kiranya hanya rangkaian doa

Yang mampu membalaskan setiap cinta kasihmu

Komentar
(Visited 21 times, 1 visits today)