Home / RAGAM / Kesehatan / Adakah Hubungan Begadang dengan Penyakit Kanker?

Adakah Hubungan Begadang dengan Penyakit Kanker?

Oleh: Fachruni Adlia/Berbagai Sumber

Begadang dianggap hal wajar karena efek jangka pendek yang ditimbulkan tidak fatal. Efek dari begadang yang dapat langsung dirasakan ialah bangun kesiangan, mudah mengantuk, stamina menurun, dan suasana hati yang tidak keruan. Namun siapa sangka kalau kurang tidur dapat memancing bibit penyakit. Salah satunya penyakit kanker.

Begadang bukan hal sepele, secara umum orang menganggap mengurangi waktu tidur malam hanya berefek pada penurunan sistem kekebalan tubuh dan memicu rasa kantuk yang berkepanjangan. Di samping itu begadang dapat menimbulkan peningkatan stres yang timbul akibat produksi hormon kortisol (hormon stres) yang berlebih sehingga memicu depresi.

Sebuah penelitian dari hasil studi dari John Hopkins Behavioral Sleep Medicine Program, direktur Michael Smith, menyatakan bahwa membangunkan orang dewasa yang sehat selama 20 menit di tiap jam selama 8 jam dalam kurun waktu tiga hari berturut-turut dapat menyebabkan toleransi sakit menjadi rendah dan mudah mengalami rasa nyeri.

Sebuah penelitian yang telah dipublikasikan resmi oleh Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) menyatakan bahwa di dalam tubuh manusia terdapat sel pembunuh alami (natural killer cell atau sel NK) yang berperan dalam mempertahankan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi bakteri, virus bahkan penolakan terhadap sel tumor. Dan sitokin, molekul sel sinyal yang diproduksi oleh saraf-saraf sebagai sistem kekebalan tubuh. Kekurangan waktu tidur dapat merubah sel-sel tersebut menjadi sel jahat dan justru akan merusak sistem kekebalan tubuh. Kebiasaan begadang yang dilakukan secara terus-terus dapat memicu terjadinya kanker.

Hati yang berfungsi sebagai alat penyaringan dan penetral zat-zat berbahaya di dalam tubuh manusia menjadi sasaran utama dari zat-zat kimia yang jahat. Semakin banyak zat-zat kimia di dalam tubuh yang menempel pada hati akan menyebabkan kinerja hati menurun. Zat-zat tersebut menjadi racun atau yang biasa disebut toxin akan menempel di hati.

Tidur yang cukup dapat mengeluarkan toxin-toxin dengan cara yang alami. Kebiasaan buang air di pagi hari merupakan hal yang baik untuk mengeluarkan zat-zat beracun tersebut melalui kotoran. Namun tidak semua orang setiap pagi dapat melakukan hal tersebut. Hanya orang-orang yang mendapatkan tidur cukup yang dapat melakukannya.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Dari tengah malam hingga pukul 04.00 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itu, tidurlah yang nyenyak dan jangan begadang! Gunakan waktumu untuk istirahat yang cukup.

About Portal Berita Pers Mahasiswa SUARA USU

Check Also

Mythomania: Bukan Bohong Biasa

Oleh: Vanisof Kristin Manalu Kebiasaan terlalu sering berbohong bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental. Salah …