Home / Resensi / Apa yang Kau Lakukan di 24 Jam Terakhir Hidupmu?

Apa yang Kau Lakukan di 24 Jam Terakhir Hidupmu?

Oleh Bania Cahya Dewi

Judul               : Death’s Notice 1-8

Pengarang       : Mase Motoro

Penerbit           : Level Comics

Tahun terbit     : 2008. Oleh Level Comics pada 2010

Harga              : Rp 18.000

“Shoji, selama kita hidup, siapa pun pasti pernah berpikir tentang kematian karena kematian merupakan ketakutan terbesar bagi makhluk hidup. Walaupun orang-orang bijak memberi tahu kita kalau kematian adalah ketentraman abadi atau pintu menuju kedamaian, tapi insting kita tak bisa menghilangkan ketakutan itu. Yang jelas, itu adalah pemikiran dari mereka yang hidup. Jadi kau tak bisa berharap apa-apa dariku karena aku tak bisa melenyapkan ketakutan itu,” Nanako Kubo.

Di sebuah negara, terdapat Undang Undang (UU) pemeliharaan kemakmuran negara. UU ini bertujuan meningkatkan nilai kehidupan dalam benak setiap warganya. Caranya, dengan menyuntik setiap warga yang baru masuk sekolah dasar dengan vaksin pencegahan. Pada umur 18-24 tahun, satu dari 1000 warga yang telah disuntik akan mati akibat nano kapsul yang terdapat dalam vaksin tersebut. Pemerintah berharap warga lebih menghargai hidup karena takut akan kematian.

Dalam satu komik, akan terdapat dua cerita berbeda tentang kehidupan orang-orang yang mendapat ikigami– surat pemberitahuan kematian. Ada cerita tentang calon perawat yang memotivasi seorang nenek putus asa di rumah sakit jompo, ada pula yang menggunakan waktu terakhirnya dengan membalas dendam ke semua orang yang pernah menyakiti dirinya semasa ia hidup.

Seluruh ikigami selalu diantarkan oleh Kengo Fujimoto (tokoh utama komik ini) yang bekerja sebagai petugas pemerintahan, dan diantarkan di 24 jam terakhir umur penerima ikigami. Karena bertugas sebagai pengantarikigami, Fujimoto mendapat berbagai macam perlakuan saat mengantarkan surat tersebut. Tapi yang paling sering, ia dicerca karena telah membawa kabar buruk bagi keluarga yang diberikan ikigami. Fujimoto merasa seperti malaikat kematian itu sendiri. Hal itulah yang membuat hidupnya berjalan monoton, dan mulai mempertanyakan undang-undang tersebut.

Awalnya, pemerintah bermaksud menekan tingkat kriminalitas dengan adanya UU ini. Ternyata, tak ada perubahan yang berarti dan kematian orang-orang karena ikigami tetap berlanjut. Atas dasar rasa curiga, terbentuklah organisasi ‘bawah tanah’ bernama New Revolution Union yang berusaha merekrut simpatisan yang tidak mempercayai UU tersebut untuk membangun kembali negara mereka.

Salah seorang anggota intinya ialah Nanako Kubo, psikolog klinis yang kini dekat dengan Fujimoto. Dokter Kubo berusaha mengajak Fujimoto bergabung. Namun Fujimoto yang terlanjur tidak bisa mempercayai orang lain (karena ketakutannya pada polisi pemelihara kemakmuran negara) menolak dan melaporkan Dokter Kubo.

Polisi pemelihara kemakmuran negara ialah aparat yang bertugas menegakkan UU. Beberapa polisi tersebut berbaur dengan warga dan berusaha mencari setitik pun tanda-tanda dari warga yang mengalami dekadensi pikiran. Dekadensi yang dimaksud di komik ini ialah, tindak-tanduk yang kontra dengan UU tersebut. Sehingga warga yang mengalami kebingungan dan tidak mempercayai UU ini tidak memiliki teman bertukar pikiran dan akan langsung ditangkap, jika diketahui. Hal serupa dialami oleh Dokter Kubo.

Komik terbitan tahun 2010 ini menyajikan cerita yang lain dari biasanya. Mase Motoro memainkan mampu perasaan pembaca dengan mengumbar emosi orang-orang yang mendapat ikigami. Selain itu, banyak pelajaran yang dapat diambil dari komik ini. Pergunakanlah waktu yang ada dengan sebaik mungkin, salah satunya. Kira-kira, jika Anda yang mendapat ikigami, apa yang Anda lakukan?. Mungkin tak jauh berbeda dengan keenam belas orang yang telah diceritakan di dalam delapan seri komik ini walau belum tamat.

Kelebihan komik ini ialah ekspresi nyata setiap pemeran yang digambarkan oleh sang pengarang. Ketika membacanya, Anda akan larut dalam setiap ceritanya. Baik sedih, marah ataupun bahagia. Makna hidup, kematian dan politik di sebuah negara pun sarat digambarkan di komik ini.

Hanya saja, komik ini agak susah dicari di toko buku-toko buku yang ada. Padahal masih terhitung baru, sebenarnya. Selain itu, ceritanya benar-benar ditujukan hanya kepada pembaca dewasa, sebab di dalam komik ini juga terdapat cerita mengenai pembunuhan, penggunaan obat terlarang, pemerkosaan, yang tidak pantas dibaca oleh anak-anak. Namun bagi Anda yang kurang menyukai komik dengan tema serius dan berat, tidak membaca buku ini merupakan pilihan yang tepat.

Check Also

Sekolah Biasa Saja: Kritik Praktik Pendidikan

  Oleh: Thariq Ridho Judul : Sekolah Biasa Saja Penulis : Toto Rahardjo Penerbit : Insist Press …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *