Home / Cerpen (page 3)

Cerpen

Abnormal

  Oleh : Yael Stefany Sinaga Ada benarnya. Hanya sang penenun waktu yang tahu jawabannya.  “Kita bukan belajar tulang-tulang, bintang-bintang, atau pun gali-gali tanah. Kita belajar manusia,” Ucap seseorang. Terpenting terpatri sampai ke sumsum otak. Terkutuk memang. Tak tahu menahu, disuguhkan dengan sejarah manusia. Uniknya saling berhubungan satu sama lain. …

Read More »

Merajut Sunyi

  Oleh: Sagitarius Marbun Suara-suara itu sudah mereda. Bahkan hampir tidak terdengar. Ia hilang bersama luka dan asam yang dipakai membalut luka mengangang. Tapi, kali ini ia datang lagi. Entah siapa yang akan ia bawa sekarang. Surya menyapa. Tidak. Itu bukan surya, lembayung baru saja menyapa. Itu rembulan sesudah pendar …

Read More »

Sembah (yang) Hilang

  Oleh: Adinda Zahra Noviyanti Dia datang lagi. Seperti biasa, tak lupa hadir dengan pesan dalam doa. Ia berdoa; restu datang terus seperti yang ada di kepala. Doa tiba memaki kesialan berdatangan dengan sialan. Ujung bibirku mereka dengan seksama. Mengikuti alis biadap memancarkan kegigihan sombong tanpa pensilnya. Bagaimana jika kugosokkan …

Read More »

Terlahir Sebagai Pemenang

  Oleh: Surya Dua Artha Simanjuntak Kami banyak, namun kami bukan Legion. Kami tak punya nama. Ah, setidaknya belum. Kami adalah alfa. Ya, semua bermula dari kami. Maka dari itu dengarkan lah karena ini adalah ceritamu. *** Aku tak tahu mengapa ada di sini. Sial, aku bahkan tak tahu siapa …

Read More »

Jiwa Teduh

  Oleh : Nikyta Ayu Indria Percayalah, semua yang ada di dunia ini hanyalah titipan. Roda kehidupan selalu berputar  membentuk kepribadian yang lebih kuat. Pada akhirnya keteduhan akan menghampiri setelah kepiluan menyinggahi batin. *** Derit ayunan tua terdengar miris. Bunyi karatan besi usang mulai menandakan ia tidak semenarik dahulu. Bunga-bunga …

Read More »

Potret Kenangan

  Oleh : Yael Stefany Sinaga Aku pikir semua baik-baik saja. Tanpa berkata banyak semua akan selesai. Ternyata tidak. Aku salah. Atau mungkin dia yang salah. Atau kami yang tak peduli. Awalnya manusia biadab itu. Semuanya jadi seperti ini. **** Terdiri dari dua puluh empat kepala dalam satu komunitas yang …

Read More »

Cerita Satire

  Oleh: Widiya Hastuti   Benarkah semua milik pemenang? Anugerah pahlawan milik pemenang? Kebenaran milik pemenang? Sejarah milik pemenang? Ah, kurasa tidak! Itu semua milik penguasa. Mereka menguasai segala-galanya. Mahasiswa mengamininya. Dia pemenang. Pemenang di kenyataan, hati, dan pikiran mahasiswa, tapi tidak di penguasa. Siapa mahasiswa di zaman edan ini …

Read More »

Jerit Jeruji

  Oleh: Adinda Zahra Noviyanti Dalam hati berkata mau jika di kotak keji ini kukemanakan telapak kaki ini. Ke atas ada kepala. Bawah ada wajah. Kanan ada dada. Baiklah, kiri ada bokong pemuda yang  mengaku wartawan asal kampus kecil di Kota Medan. Oh. Babi. Membabi buta. Buta. Buat mereka itu …

Read More »

Dongeng Masa Depan

  Oleh: Widiya Hastuti Panas tak terik. Tak ada air hanya keringat disini, diruas-ruas padi. Tanah menguapkan bayangan yang bergerak-gerak menimbulkan ilusi optik. Tak ada cahaya, kelabu di ufuk sana. Ah, tak penting tak lebih penting dari rasa menyengat pada kulitku yang tidak lagi berlendir. Hanya kering, retak. Aku mengerjap-ngerjap …

Read More »

Gadis Sumatera

Oleh: Adinda Zahra Novioyanti Hampir penuh 12 jam tanpa henti vaginanya dicekoki tongkat lunak pria-pria biadab bergantian. Tentara Jepang pada masa penjajahan memang hanya bisa meluapkan gairahnya pada para wanita bodoh itu. Mereka tak tahu; sebagian dipaksa; sebagian ditipu. Usia Kimiko saat itu masih 14 tahun. Bertahun-tahun berlalu mereka tetap …

Read More »