Home / Puisi

Puisi

Terselap

  Oleh: Annisa Octavi Sheren Aku lejar dan gusar   Menghela napas sedang indera terseok menguji derana Memejam mata melupa balada muram dan sesaknya dada   Aku abai   Tentang tinta getir yang membalur lembaran suci Lalu bendungan parau bengis membuncah genangan nestapa Bersamanya tiupan resah menyeruak imaji membidik nurani …

Read More »

Tentang Renjana

  Oleh : Yael Stefany Sinaga Bermula soal luka Hempas, di manakah aku akan berlabuh? Lalu kaki ini hentakkan bak bunyikan irama senada Bukan soal hati yang semakin ambruk Tapi tentang bekas iris yang membentuk garis sejajar Perih katanya tapi suka menahan Jebol dinding pertahan tapi berusaha menambal Padahal sudah …

Read More »

Kisah Rindu

  Oleh: Widiya Hastuti Bagaimana aku sampaikan rindu? Pada gendang lembut telingamu Yang kuusap dengan ujung jemari ketika itu, Saat wangi aspal dicucuri hujan Kala mata mengeja dedaunan Dan nafas menjadi penyampaian Bagaimana aku sampaikan rindu? Jika angin tak lagi melewati daunmu

Read More »

Pagi itu, Ajaib

  Oleh: Selistio Oklando Mikha Sitorus Aroma dedaunan yang dibasahi embun Memaksaku beranjak dari peraduanku Tiap tetes embun yang jatuh ke bumi Memanggilku ‘tuk menikmati pagi yang ajaib   Ah Pagi, kau terlalu berharga untuk tidak dinikmati Aku lupa bebanku Hatiku yang gundah menjelma menjadi kedamaian Hatiku berseri, Masalahku  lenyap …

Read More »

Bara Derita

  Oleh: Randa Hasnan Habib   Bentuknya masih sama Warnanya merah jingga Lautan murka sisa lautan perang gerilya Reka adegan bersama ingatan luka   Suaranya lantang merajam jiwa Caci maki peluru senjata siksa Aroma noda hitam pekat kotoran kasam Membaur semesta duka lara   Tentang sebuah cerita lama Dusta pembuka …

Read More »

Tanah Itu Bergerak

  Oleh: Rimma Itasari Nababan   Lis Lihatlah hujan menangis Dengar daun-daun juga meringis Akar-akar tak lagi berselimut tanah Biji-bijian enggan berkecambah Aku melihatnya dari atas rotan tua   Eh Lis lihat tanah itu bergerak Bersatu bersama air Merangkak Berlari dan menerjang Jatuh, rumah Paris terkubur Lis   Eh Lis …

Read More »

Palu

Oleh: Mayang Sari Sirait Diketuk palu Tuk tuk Menghakimi lewat mata Tatap dibalik lensa   Palunya dari kayu Tak mahal rasaku Tapi efeknya buatku kelu Apalagi kalau yang pegang tak pantas   Aku jua punya Palu, dari besi pula Tapi biasa saja Orang yang pegang tak punya kuasa   Kupikir, …

Read More »

Duka Si Kaki Lima

Oleh : Selistio Oklando Mikha Sitorus Aku terdiam, merenung Mataku terbuka, namun aku melihat khayalan yang begitu nyata Aku tak mengerti Tak mengerti akan alur hidup yang indah ini Meski, sakit kurasa Aku tetap berkata hidup ini indah   Adilkah? Akukah yang paling hina? Akukah yang paling nista? Sekotor itukah …

Read More »

Paralisis

Oleh: Nadiah Azri Br Simbolon   Senyawa ricin terselip dalam salivaku Jemariku layaknya Badik yang membedil Sajak-sajak tersurat menyayat harkatmu Menjadikanku komunis di antara kaum pancasilais   Pujianku dibalas angkara murka Kritikan diganjar jeruji Menggertak berarti mati Meninggalkan gading yang  berulat   Zaman tak lagi sama Berubah dengan kentara Kini, …

Read More »

Berita

Oleh: Widiya Hastuti Kala itu senja Kau duduk dengan radio perak yang telah lama serak Menatap halaman berserak Dengan segelas kopi luwak Termenung Daunmu menangkap Gelombang berita dari seberang pulau sana Tentang buah jerami yang tak lagi terbeli Tentang anak kurang gizi Tentang roda yang mati Tentang BPJS yang rugi …

Read More »