Home / Puisi (page 10)

Puisi

Kawan

Oleh: Tandre Wijaya Kawan, jauh kampung halamanmu Ada sedih ada rindu Terpatri jelas di wajahmu Terlihat olehku gelisah suasanamu   Bagai punuk merindukan bulan Sajak-sajak indah kau lantunkan Ayat-ayat doa kau sematkan Ribuan kata kerinduan kau lontarkan   Musim semi yang indah kali ini Kembalilah kau wahai kawan Ayah Ibu telah dirindukan Tanah air kau muliakan   Pelangi indah di balik awan Ingatkah kau akan hal itu kawan? Ada air yang mengalir di atas cawan Sejukkan mata denganmu wahai kawan   Bergegaslah pulang wahai kawan Atas dasar rindu kutuliskan Puisi-puisi indah untukmu kawan Agar dikau cepat pulang Sebab Ayah Ibu telah menunggumu kawan

Read More »

Pemimpin

Oleh: Nurhanifah Langkah-langkah bersatu Tuntut perubahan jangan hanya wacana Suara-suara bergemuruh Tuntut keadilan jangan hanya untuk yang ‘punya’   Kemarin bilang selalu diskusi Nyatanya solusi hanya sekedar pembahasan di meja Kemarin bilang selalu perbaiki Nyatanya dana hanya sekedar kutipan di media   Kami bukan orang bodoh Yang terima semua keputusanmu tanpa pembahasan Kami bukan orang pengalah Yang menurut semua kemauanmu tanpa penjelasan   Kau bilang semua ada peraturan Maka kami tuntut pelaksanaan Kau bilang semua ada pertimbangan Maka kami tuntut pemberitahuan

Read More »

Balada Potret Masa Kecil

Oleh: Retno Andriani   Jika malammu kelam semakin dalam Tutup matamu, rasakan angin menggelitik perutmu Dia datang lamat-lamat dari celah jendela Menunggang sepi dari balik hitam malam   Kau gadis kecil yang kemarin bermain Di beranda, kau lihat nenek berbicara dalam lamunan masa tua Radio butut kakek kadang berkeroncong sendu, …

Read More »

Rona Waktu

Oleh: Suratman Secara serentak waktu membingungkanku Secara nyata mengalihkan duniaku Diam tapi pasti Cepat tanpa sadar sudah mendekap diriku Memaksa harus melangkah bersamanya   Semakin bingung Tapi membuat hasrat ingin tahu semakin bergejolak Waktu membingungkanku Tapi tak tahu harus melangkah ke mana   Semakin membingungkan Tapi jika diam aku tersesat …

Read More »

Dalam Kesendirian

Oleh: Desi Trisnasari Tidakkah kau tahu Betapa rapuhnya dirimu Berdiri dalam keheningan Menatap dalam kekosongan Tidakkah kau tahu Kehampaan dalam hatimu Kebencian dalam dirimu Perlahan memakanmu Tidakkah kau tahu Kaulah yang berbalik pergi Membawa semua lukamu Ke dalam kesepianmu ini Kau tumbuh dalam kepedihan Senyum manismu penuh goresan Namun tetap …

Read More »

Selamat Pagi Buruh

Oleh: Arman Maulana Manurung Huuh Bubur Buruh-buruh Buruhburuh Buru-buru rubuh Uh bubur, maksudku ubur-ubur Tunggu tunggu, bubur ubur-ubur Astaga, bukan! Uh, upah buruh Ini kan hari buruh Selamat ya Buburuburuburuburuburu Buruh cangkul, buruh cuci, buruh tulis, buruh tambang, buruh pikir, rubuh semua Kerja bagus-bagus sampai kalian mampus Jangan banyak tanya? …

Read More »

Dalam Kesendirian

Oleh: Desi Trisnasari Tidakkah kau tahu Betapa rapuhnya dirimu Berdiri dalam keheningan Menatap dalam kekosongan   Tidakkah kau tahu Kehampaan dalam hatimu Kebencian dalam dirimu Perlahan memakanmu   Tidakkah kau tahu Kaulah yang berbalik pergi Membawa semua lukamu Ke dalam kesepianmu ini   Kau tumbuh dalam kepedihan Senyum manismu penuh …

Read More »

Pahlawanku

Oleh: Ibrahim Husain Aku terdiam memperhatikan Langkahmu yang semakin lamban Rambut di kepalamu kian menipis Tapi engkau tetap berdiri tegak   Tidak ada satu pun yang berani menggoyahkanmu Engkau tetap menatap ke depan Semua yang kau lakukan bukan hanya untukmu Melainkan untuk orang yang kau cintai Siang malam kau lewati …

Read More »

Suara Kebenaran

Oleh: Maria Patricia Sidabutar Jika melihat dari satu arah Kau tak akan menemukan Jika mendengar satu arah Juga tak akan menemukan   Siapa yang kau lihat? Siapa yang kau dengar?   Suara sumbang tanpa kebenaran? Mungkin akan menjadi pujaanmu Suara yang tak bertuan? Mungkin akan menjadi langgananmu   Bagaimana dengan si …

Read More »

Batasan Mimpi

Oleh: Rahmad Alfiansyah Sinurat Tuan, salahkah aku memburu mimpi? Ketika emosi datang menggebu dalam hati Suatu firasat yang terus menghantui Jadilah aku seorang yang berani Depresi menghilangkan akal pikiran Adakah cara mengajarkan lebih produktif Untuk melihat kesulitan Agar tidak menjadi penghambat Di antara anak-anak yang terlantar Menggantungkan hidup pada belas …

Read More »