Home / Puisi (page 2)

Puisi

Mesias

  Oleh: Surya Dua Artha Simanjuntak   Aku lahir dari kabut waktu Dari nubuat yang membisikkan namaku Di bawah bintang timur aku datang Dari harapan ribuan impian   Aku adalah suratan Datang untuk memperbaiki keadaan Aku adalah takdir Bersama gelap dan terang   Lihat, jika kau indahkan Bersama kita lukis …

Read More »

Tuhan (Ter)lupa

Oleh: Thariq Ridho   Sukma (di)luka Atma mendo’a bersama kata dalam diam ia mencela sebab Tuhan, tak seramah (katanya)   Atma berduka lantas siapa jadi (ber)dosa sudahkah sujud sembah hanya pada Sang (Esa) nyatanya, Tuhan pernah (Me)Lupa   Sukma mengalah dalam dekapan bunyi pasrah bingung Pada siapa berkeluh kesah (ter) …

Read More »

Bangun dan Berubah

Oleh : Selistio Sitorus Katamu mereka salah Sangkamu engkau benar Katamu mereka bodoh Seakan engkau pintar Dan, katamu engkau agen Masakan engkau diam?   Katamu kau berbeda Mengapa tetap sama? Katamu engkau bisa Mengapa tak mencoba?   Ambisiusmu menyimpang Tatapan matamu salah Semangatmu kosong Dan ucapanmu salah kaprah   Teduhkanlah …

Read More »

Binatang Bukan Bintang

Oleh: Rimma Itasari Nababan Dia adalah terang di pagi hari Kata seorang anak manusia Bukan ! Dia adalah gelap yang enggan pergi Anak manusia lain menimpali Begitulah, si dia selalu jadi topik Dia adalah tempat puji dan caci maki Dia adalah malam kelam Pembuai janji dalam mimpi Pasti tak tertepati …

Read More »

Demon

Oleh : Rina Amelia Tindaon Entah apa yang jenaka Kala Kalimat Ilahi membara Bernyanyi, bergoyang dengan girang Lafadz suci mereka jadikan arang   Saat semua umat mendera Saat letupan emosi belum reda Lahir lagi sebuah drama Tuhan sedang bersuka ria dalam takhta Merancang sastra cabul dengan setengguk vodka Untuk apa …

Read More »

Rumah Belenggu

Oleh: Nadiah Azri Br Simbolon   Setapak langkah menuju bangunan elok Rupa bak istana sang Raja Sulaiman Malaikat duduk bersila mengalunkan harfa Bidadari dengan senyumnya yang merekah   Selangkah demi selangkah Terbius dengan kenyaman Tak rela meninggalkan keindahan cuma-cuma Aku ketergantungan   Hari ini terlewati, esok datang Bangunan masih sama …

Read More »

Untukku, Si Kau

Oleh : Annisa Octavi Sheren Untuk kau, jangan lagi lara Dini tak sapa kau seacap dulu Tengah hari, tak ada jeda hiraukan kau Senja yang kau cintai itu pun buyar sudah Luntur luruh dan berlalu selain dengan kau Parah Tak usah kau nantikan apapun Keluwung pun celih singgahi angkasa kau …

Read More »

Ramanda

Oleh: Nadiah Azri Br Simbolon Benang merah menjeratnya dengan derita tak bertepi Cairan pekat nan merah meruah dari arteri Sekujur lengan penuh burik menyiksa layaknya duri Memar menusuk rangka merambat menuju ari Rongkong dan urat berpadu dalam kepasrahan dan berniat mati Namun takdir tak mengizinkan, dia harus berodi demi sesuap …

Read More »

Senja di Danau Toba

Oleh : Sagitarius Marbun   Sajak Untuk Sinar Bangun   Hari itu Senin bersejarah Alfa dan omega dalam hidupku Luka dan lara terpatri di pundak Kan kuagihkan kepada sanak nun bahagia Akan kupetik rindu di hadapan pitarah Cinta dan cita akan segera dilabuhkan, dermaga   Hari itu Senin cerah Angin …

Read More »

Menunggu Cahaya

Oleh: Mayang Sari Sirait Untuk fajar yang indah Kala cahaya mulai merambah Memaksa masuk lewat berbagai celah Menyapa bentala dengan ramah   Duduk bersila seorang bocah Menembus pandang lewat jendela rumah Tak nafsu berbincang dengan si abah Pilih menunggu dengan tabah   Bukan matahari yang dicarinya Bukan pula senter atau …

Read More »