Home / Puisi (page 5)

Puisi

Sang Anantatoer

Oleh : Widiya Hastuti   Mereka tanya apa kata padaku Tak usah kujawab Cukup kukerlingkan pada deretan bukumu Ini kata menurutku Mencucuk-cucuk tajam bukan ajab untukmu Berkelana dari mulut mengiang-ngiang kuping bagai nyanyian rindu Tidak pada ruas, ia berdesakan dalam kalbu Ini kata menurutku Berdansa bersama api, hilang, namun timbul …

Read More »

(Da)nau Toba I(tu)

Oleh : Sagitarius Marbun   Meraja bersama semarak mitos di pinggiran toba Berbekal ceracau lantas diagungkan bermodal tampil seram lantas ditakuti Hanya karna keberuntungan sembahkan penyakit ramar nasib lantas berkuasa Ubah aturan rebut kepercayaan animisme tinggalkan Tuhan

Read More »

Ramona

Oleh: Vanisof Kristin Manalu   Ramona, sendu wajah ayu Gimik peluhkan aroma berpadu Sapa, sengir menggoda Merayu, pelesir raja suka-suka   Ramona, maharani antah berantah Pengusut darah suci pribumi beradat Susuri matahari berpahat mutiara   Sore bujuk malam, Ramona memanas Lalap ia mati, keok oleh tuan nan beringas Terdekap cairan …

Read More »

Dandapati

Oleh: Dewi Annisa Putri hatinya baja di dalam garba barisan kuku-kuku dedemit yang membarut lagi tak mencipta perih dan gering api yang menyelongsong pula tak tembus pada pori-pori mampus sudah tergelobak, Embih menyanggah masih untung ada ternyata, pikirnya pernah ia menerka baja itu lenyap sudah seiring duri mawar mengelus lembut …

Read More »

Tak Ber(uang)

Oleh: Yulia Pransiska   Hanya dua warna yang melekat Pudar, hitam dan putih yang sudah berkeringat ia kenakan Hanya dua warna yang tetap menemaninya Yang tiap detiknya selalu gemetar tanda cemas   Bukan pertama kali Sering, dan berharap inilah yang terakhir “Kau lelaki, kau harus nafkahi istri” Persetanan dengan budaya …

Read More »

Pinta Bahak

Oleh: Annisa Octavi Sheren   Tawarkan padaku keindahan nan tak tergantikan Yang mampu mengaru rantai kesedihan Tak bisa dilenyapkan Terselimuti keabadian Tawarkan aku angkara nan tiada tara Sesak amarah yang kan tak terkira Berang meredang bak bahang bara Tak peduli siapa kan rasa lara Tawarkan aku kesedihan nan hangat membiru Amuk …

Read More »

(Ra)malan Na(si)b

Oleh: Sagitarius Marbun   Rasi; bintang bentuk formasi Formasi jabar teori, hipotesa Hipotesa menakhlikkan lamaran Menyimpang   Rasi, butakan iman Merebut kepercayaan semua insan Bondong melit Pintas kenyataan   Bondong ketakutan Berbekal harta Lantas ubah skenario   Masih perlukah Tuhan?    

Read More »

Jengah

Oleh: Surya Dua Artha Simanjuntak   Jiwaku tak begitu hidup Rasa jengah nyata terasa Dunia semu, menyimpang memuakkan; Ada yang salah   Kebencian tumbuh menganga Aku harap tak terasa Menari berduka, tertawa terluka; Ini salah   Aku coba mengindah Namun hati amat pekat Apa topeng ini agung? Ya, aku salah …

Read More »

Meramu Nasib

Oleh: Syafril Agung Oloan Siregar Cura nan memburu tak sirepkan azammu Baja hatimu batu tulangmu Liang mekar Cerat letih mencarak Selaput suci tertembus Darah tertumpah dan banjiri geladak Alon-alon dunia mendaulatmu pusaka Kau bagai bangkai di tengah padang bunga Kau punya pemuja Tetapi musuhmu menggunung Malam demi malam berlalu hampa …

Read More »

Cinta Tahi Angin

Oleh: Samuel Sihaloho   Aku sampai juga di titik ini Tempat menjamu para ratu Alam para babu setia Menabur benih cinta Katanya Langit sudah cenderung kelabu Berawankan harapan gelap menyatu Terhembus buai sabda penjual rayu Selimuti hati yang dingin Menutupi cinta sejati Ada yang terhenyak Mendapat pilu Ada pura-pura berdaya …

Read More »