Home / Resensi / Sebuah Keberhasilan Dwimaster James Wan dan David Sandberg

Sebuah Keberhasilan Dwimaster James Wan dan David Sandberg

Oleh: Adinda Zahra Noviyanti

 

Judul : Lights Out
Sutradara : David Sandberg
Pemeran : Teresa Palmer, Gabriel Bateman, Alexander DiPersia, Billy Burke, Maria Bello, Alicia Vela-Bailey
Tahun Rilis : 2016
Durasi : 81 Menit

 

Benar tidaknya keberadaan sosok astral mungkin sulit terjawab. Namun tetap saja film horor yang mampu menciptakan ketakutan menunjukkan kesuksesan si penggarap dalam mengeksekusi karyanya.

 

Film pendek berdurasi 2 menit 41 detik berjudul Lights Out karya David F Sandberg cukup viral di Youtube dengan jumlah penonton lebih dari 150 juta orang. Beberapa penghargaan versi film pendek diberikan untuk karya ini. Di antaranya “Best Short Movie” pada Bilbao Fantasy Film Festival 2014, “Best Director” pada BC Horror Challenge, dan Who’s There? Film Challenge 2013.

Film pendek inilah yang memberikan inspirasi bagi David untuk menjadikannya film layar lebar. “Lights Out” versi layar lebar ini menjadi produksi film berformat layar lebar perdana bagi David. Berkolaborasi dengan sutradara yang sudah tidak asing lagi dalam menggarap film Box Office horor. James Wan.

Karya horor James Wan sudah tidak diragukan lagi, mulai dari Saw (2004), Dead Silence (2007), Death Sentence (2007) The Conjuring (2013), Annabelle (2014), Furious 7 (2015), hingga The Conjuring 2 (2016). Sutradara ini memang lihai menciptakan ketakutan bagi penontonnya. Berbeda dari film-film sebelumnya sebagai sutradara, dalam film Lights Out, pria kelahiran Kuching, Sarawak, Malaysia, 26 Januari 1977 ini berperan sebagai produser. Dalam versi film pendeknya, film ini ditulis sendiri oleh David. Namun, untuk versi layar lebarnya, naskah ditulis oleh Eric Heisserer yang sebelumnya menulis A Nightmare on Elm Street (2010) dan Final Destination 5 (2011).

Memang, film yang rilis 21 Juli 2016 di USA dan 17 Agustus di Indonesia ini belum bisa menandingi film horor karya kolaboratornya, James Wan. Wajar saja, film layar lebar ini adalah karya perdananya bagi David Sandberg .

Film garapan David ini cukup membuat ketegangan dengan kemunculan si tokoh menakutkan setiap ada kegelapan. Alicia Vela-Bailey cukup sukses memerankan dirinya sebagai sosok menakutkan, Diana, yang membenci cahaya. Kegusaran selalu timbul akibat Diana yang akan membunuh orang yang mencoba mencari keberadaan dan menghancurkannya. Totalitasnya ditunjukkan dalam adegan Diana yang harus memanjat dinding seperti yang dilansir media Papasemar.com pada 18 Agustus 2016.

Cerita dimulai dengan adegan pembunuhan mengenaskan yang pelakunya tak bisa dipercaya akal sehat. Diana membunuh Paul. Kemudian cerita berlanjut ke keberadaan Diana di tengah-tengah keluarga Paul—Sophie, Martin, dan Rebecca.

Di rumahnya, Martin (Gabriel Bateman) mulai menyadari keanehan-keanehan yang ada pada ibunya, Sophie (Maria Bello). Martin pun mulai merasa terganggu atas kehadiran Diana dan menceritakan keanehan di rumahnya pada kakak tirinya, Rebecca (Teresa Palmer). Rebecca yang semasa kecilnya telah memutuskan untuk pergi, akhirnya kembali untuk melindungi adiknya.

Kakak-adik ini akhirnya memberanikan diri untuk mencari kebenaran. Fakta-fakta tentang hubungan antara Sophie dan Diana mulai terungkap. Keduanya pernah dirawat di rumah sakit jiwa yang sama. Saat itu, Diana memiliki penyakit kulit langka sehingga tidak bisa terkena cahaya. Ia meninggal karena penyakitnya dijadikan percobaan oleh dokter secara sengaja.

Diana berniat menyakiti Rebecca yang ingin melenyapkan dirinya. | Sumber Istimewa

Film ini sempat begitu membosankan dengan alur yang sangat mudah ditebak pada bagian pertengahan. Untungnya, para pemeran mampu memerankan setiap karakternya dengan apik sehingga tetap menarik untuk terus ditonton. Terlebih Gabriel Bateman mampu memberikan ekspresi ketakutan yang begitu asli.

Dengan tambahan sedikit konflik antarkeluarga mampu menguras emosi penonton betapa berartinya anggota keluarga bagi setiap orang. Sehingga tidak bisa dikalahkan oleh ketakutan bahkan kematian sekalipun.

Film hasil kolaborasi sutradara dengan produser ini cukup memuaskan penikmat horor. Tak heran film ini bisa masuk nominasi Best Special Effects di Fright Meter Award. Sebagai sutradara, David juga mampu membawa pulang Directors to Watch dari Palm Springs Internationl Film Festival 2017. David dan James Wan akan berkolaborasi lagi dalam film Annabelle 2 yang direncanakan rilis pada Mei 2017.

About Portal Berita Pers Mahasiswa SUARA USU

Check Also

Sekolah Biasa Saja: Kritik Praktik Pendidikan

  Oleh: Thariq Ridho Judul : Sekolah Biasa Saja Penulis : Toto Rahardjo Penerbit : Insist Press …