Home / Resensi / Kisah Satu Hari di Korea Selatan

Kisah Satu Hari di Korea Selatan

Oleh Ratih Damara Barus

Judul                   : Haru : An Unforgetable Day in Korea

Pemain                : Lee Dae Hae, U-Know Yunho, Kim Bum, HanChae Young dan Par Shi Hoo

Sutradara             : Park Myeong Cheon

Durasi                  : 43 menit

Genre                   : Komedi romantis

Tayang perdana   : 24 September 2010

Haru merupakan sebuah drama singkat yang dibuat oleh Pemerintah Korea Selatan untuk mempromosikan tempat-tempat yang menjadi daya tarik Korea Selatan sekaligus merayakan hari ulang tahun Korea Selatan. Drama yang berdurasi 43 menit ini menampilkan artis-artis papan atas seperti  Yunho yang merupakan anggota boyband DBSK, Lee Dae Hae seorang aktris yang terkenal lewat serial My Girl, Kim Bum aktor yang terkenal lewat serial Boys Before Flower, boyband Bigbang yang tengah naik daun, Han Chae Young yang dikenal lewat serial Sassy Girl Choonhyang  dan Park Shi Hoo yang namanya melejit lewat serial Prosecutor Princess.

Uniknya cerita ini terjadi hanya dalam hitungan jam dalam satu hari. Tiap pemain pun mempunyai jalan ceritanya masing-masing. Film ini terbagi atas tiga bagian cerita. Cerita pertama yaitu seorang penulis bernama Lee Dae Hae yang tengah menyelesaikan novelnya dalam sebuah perjalanan menuju lokasi shooting kekasihnya Yunho dengan menggunakan kereta api. Di atas kereta api Lee Dae Hae bertemu dengan seorang fotografer bernama Kim Bum. Karena suatu kejadian mereka pun akhirnya berkenalan dan sempat berjalan-jalan melihat pemandangan di suatu daerah yang dilewati oleh kereta api mereka.

Cerita kedua adalah cerita dalam imajinasi Lee Dae Hae yaitu pasangan Han Chae Young dan Park Shi Hoo yang merupakan sepasang kekasih yang sebenarnya adalah pembunuh bayaran namun menyembunyikan identitas asli mereka dengan Han Chae Young menyemar sebagai seorang desainer dan Park Shi Hoo sebagai manajer kafe. Hingga pada suatu ketika mereka saling bertemu ketika mempunyai target yang sama.

Cerita ketiga yaitu bercerita tentang sebuah kelompok musik bernama Bigbang yang menerima sebuah video dari sekelompok siswa yang ingin Bigbang memberikan mereka kenang-kenangan karena sekolah mereka akan ditutup dan mereka akan dipindahkan ke sekolah lain. Namun saat Bigbang datang sekolah tersebut telah ditutup.

Secara keseluruhan untuk sekedar melihat tempat-tempat menarik di Korea Selatan seperti jalanan yang dilewati Han Chae Young saat lari pagi, desa tempat sekolah yang akan diselamatkan Bigbang berada, daerah yang disinggahi Lee Hae dan Ki Bum saat kereta api berheti dan stasiun kereta api, serta para pemain yang kini tengah naik daun sehingga mampu menarik hati para penonton, film ini layak untuk ditonton.

Namun dari segi jalan cerita, film ini terlalu datar dan menyusahkan penonton untuk  mendapat kesan hari yang tak terlupakan seperti yang ada dalam judul yaitu An Extraordinary Journey, karena kisah yang ada pada film ini hanyalah kisah biasa bukanlah sesuatu yang ‘tak terlupakan’. Selain itu ada beberapa bagian, cukup mengganggu jalannya cerita dalam film ini seperti adegan ala The Matrix yang dilakukan Han Chae Young dan Park Shi Hoo saat mereka bertemu untuk membunuh seseorang yang sama. Tak hanya itu, namun juga ditambah dengan adegan buah-buah yang dilempar lalu Park Shi Hoo pun memotongnya dengan pedang yang cukup menghibur dan mampu mengegelitik perut para penonton namun rancu.

Check Also

Sekolah Biasa Saja: Kritik Praktik Pendidikan

  Oleh: Thariq Ridho Judul : Sekolah Biasa Saja Penulis : Toto Rahardjo Penerbit : Insist Press …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *