Home / Mahasiswa / Kata Kita / Redenominasi Rupiah, Bukan Kebijakan yang Mudah dan Murah

Redenominasi Rupiah, Bukan Kebijakan yang Mudah dan Murah

Oleh: Baina Dwi Bestari

Redenominasi rupiah, penyederhanaan nominal mata uang tanpa mengurangi nilainya akan diterapkan di Indonesia sesuai dengan amanah UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Dalam proses realisasinya yang tidak mudah, dibutuhkan waktu yang panjang sekitar tujuh sampai dua belas tahun mendatang. Dana yang dibutuhkan juga besar. Januari lalu, Menteri Keuangan(Menkeu) dan Bank Indonesia (BI) resmi mensosialisasikan kebijakan ini yang memakan biaya mencapai Rp 200 miliar. Bagaimana suara mahasiswa terkait pendanaan untuk redenominasi ini?

Faisal Umri Nasution – Fakultas Ekonomi 2010

Faisal Umri NasutionHendaknya dana yang besar yang dikeluarkan untuk redenominasi rupiah ini tidak disia-siakan oleh pemerintah. Dalam artian, tidak ada penyelewengan di dalamnya. Karena, korupsi sudah mendarah daging di Indonesia. Sehingga ditakutkan adanya ‘kepentingan’ orang-orang tertentu yang menjagokan proyek ini. Kembali lagi, pemerintah harus benar-benar memperhatikan secara khusus atas kebijakan ini. Apakah ia penting-genting, penting saja atau genting saja.

 

 

 

Robi Arianta Sembiring – Fakultas Teknik 2008

Robi Arianta SembiringSangat disayangkan dana sebesar itu digunakan masih dalam tahap sosialisasi saja. Dan enggak tahu kita apakah dana itu benar-benar digunakan untuk sosialisasi atau ada proyek-proyek ‘gelap’ di dalamnya. Padahal, kalau kita lihat masih banyak yang belum tahu tentang redenominasi rupiah ini, misalnya ibu kantin Fakultas Teknik. Berarti, masih butuh banyak lagi dana untuk dikeluarkan. Apalagi, kebijakan ini diadakan mendekati pemilu 2014. Sehingga ditakutkan adanya indikasi politik di dalamnya.

 

 

 

Aldy Yusra Rangkuti – Fakultas Pertanian 2009

Aldy Yusra RangkutiMenurut saya, tidak ada masalah dalam hal pendanaan yang besar kalau kita lihat benefit yang akan didapat ke depannya. Tentunya dalam mencanangkan sebuah kebijakan, pemerintah sudah memikirkan efek jangka panjangnya pada masyarakat. Jadi, otomatis dana yang dikeluarkan jauh lebih sedikit daripada manfaat yang akan didapat nantinya.

 

 

 

 

Arrahim – Fakultas Kesehatan Masyarakat 2012

ArrahimDana yang dikeluarkanuntuk redenominasi rupiah itu tidak perlu. Dari pada memikirkan bagaimana cara mengganti uang dengan nominal yang lebih kecil dan otomatis mengeluarkan dana yang besar, lebih baik pemerintah menggunakan uang itu untuk membangun Indonesia. Salah satunya mungkin dengan memikirkan kebijakan untuk mencegah inflasi yang terlalu tinggi atau meningkatkan kualitas produk dalam negeri.

 

 

Gina Annisa Wardhani – Fakultas Ekonomi 2010 Ekstensi

Gina Annisa WardhaniMenurut saya, wajar dana sebesar itu dikeluarkan untuk perubahan yang begitu signifikan. Karena, untuk tahap sosialisasi itu juga pasti memerlukan dana yang besar. Apalagi Indonesia itu ‘kan negara yang luas.

Check Also

Semester Antara, Kebijakan untuk Siapa?

Oleh: Vanisof kristin Manalu Setelah sekian lama jadi isu hangat di antara mahasiswa akhirnya Surat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *