Home / Resensi / Selamat Datang di Dunia Tanpa Aturan!

Selamat Datang di Dunia Tanpa Aturan!

Oleh Malinda Sari Sembiring

Judul: The Dark Knight

Sutradara: Christopher Nolan

Pemeran: Christian Bale, Heath Ledger, Aaron Eckhart

Tahun: 2008

Durasi: 152 Menit

Genre : Psichology Thriller

Produksi: Warner Bros

”Beberapa orang tidak mencari sesuatu yang logika seperti uang. Mereka tidak bisa dibeli, disakiti, beralasan dan berunding. Beberapa orang ini hanya ingin melihat dunia terbakar.”

Alfred Pennyworth-The Dark Knight

Setelah tiga tahun menunggu, akhirnya Warner Bros merilis film besutan Christopher Nolan, The Dark Knight. Sekuel kedua dari trilogi Batman ini masih memasukkan Christian Bale sebagai tokoh utama yang akan berhadapan dengan musuh barunya, Joker diperankan oleh Heath Ledger yang secara tragis meninggal akibat overdosis lima bulan sebelum film penuh pertarungan psikologis ini dirilis pada Juli 2008.

Diawali dengan pembobolan sebuah bank oleh komplotan bertopeng, polisi setempat pun mulai menyadari kejahatan semakin menggila di Gotham. Munculnya seorang jaksa baru, Harvey Dent diperankan Aaron Eckhart sempat membuat ketar-ketir para penjahat Gotham ketika Harvey berhasil membawa ratusan tindakan kriminal ke meja pengadilan.

Joker pun mengambil celah dari ketakutan para penjahat Gotham kelas kakap dengan jalan meminta setengah kekayaan mereka demi membunuh Batman, yang dianggap merupakan ancaman terbesar bagi kejahatan Gotham.

Joker memulai aksi dengan menebar ancaman agar Batman melepaskan topengnya dan mengakui diri di muka umum, sementara Batman tak melakukannya, akan ada yang dibunuh setiap hari. Teror pun terus berlanjut ketika Joker mengumumkan lewat siaran televisi untuk membunuh salah seorang pegawai Wayne Enterprise atau sebuah rumah sakit akan diledakkan.

Pada sekuel kedua ini, Nolan berhasil menciptakan sebuah dunia tanpa aturan. Kejahatan bukan tentang mendapatkan uang. Lewat Joker, pria yang juga menyutradarai Inception (2010) ini menggambarkan ada orang yang hanya ingin menikmati dunia terbakar.

Masih kurang menyebar teror di Gotham, Joker pun mempersiapkan sebuah kejutan bagi rakyat Gotham dan narapidana tangkapan Harvey yang coba diamankan dengan memindahkan mereka menyeberangi lautan. Dua kapal yang berisi rakyat sipil dan narapidana dipenuhi puluhan drum berisi bahan peledak dengan alat pelucut di masing-masing kapal. Para penumpang kapal diharuskan memilih salah satu kapal untuk diledakkan tepat sebelum jam 12 malam, atau kedua kapal itu akan diledakkan.

Film berdurasi 152 menit ini telah memberikan aliran baru untuk sebuah film superhero. Tak seperti Spider-Man, Superman, Fantastic Four, maupun Hulk, The Dark Knight menunjukkan bahwa pahlawan juga bisa jatuh. Ini terlihat ketika Bruce Wayne memilih untuk berhenti menjadi Batman. Dilema antara menjadi pahlawan atau menjaga rahasianya sebagai ksatria kegelapan Gotham. Joker pun kembali membuktikan bahwa seorang yang baik bisa jatuh ketika berhasil mempropaganda Harvey untuk membalaskan dendam kematian kekasihnya, Rachel Dawes lewat pertarungan di akhir cerita, melibatkan Gordon dan Batman.

Psychology Thriller pun kerap disematkan sebagai aliran dari film ini. Lewat skenario yang juga ditulis oleh Nolan, The Dark Knight malah terkesan lebih mirip film Joker ketimbang Batman. Namun, ini pula yang mengantarkan mendiang Heath Ledger mendapatkan Piala Oscar dalam kategori pemeran pembantu pria terbaik pada 2009 silam.

Sekalipun tak tampil dalam format 3D, seperti marak dilakukan untuk film-film superhero lainnya, The Dark Knight tetap menyuguhkan kreativitas manusia lewat tempat, alur, dan penokohan yang pas. Film ini mengambil lokasi di tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Hongkong. Alur cerita dikemas dengan banyak pertarungan dari menit awal hingga akhir yang membuat penonton sulit meninggalkan tempat duduk hingga film ini selesai. Penokohan pun sangat pas apalagi dengan akting memukau Heath Ledger sebagai penjahat yang nyentrik sepanjang cerita. Di sisi lain, berita kematian pemeran Joker sebelum film ini dirilis, dinilai telah meningkatkan animo publik dunia terhadap film ini. Terbukti dari rekor penjualan tiket yang menyamai Titanic sebelum akhirnya dikalahkan oleh fim fantasi keluaran James Cameron, Avatar.

Dengan begitu banyak aksi dan kebrutalan Joker, film ini jelas tak cocok ditonton anak-anak. Sekalipun Batman telah dikenal dalam komik superhero, namun film ini berbeda dari kebanyakan film superhero serupa yang menunjukkan kisah heroik dan kemuliaan seorang pahlawan demi kepentingan rakyat banyak. The Dark Knight jelas menunjukkan lebih banyak kebrutalan. Betapa Joker menikmati setiap aksi kejahatan yang dilakukannya.

Meskipun sekuel terakhirnya The Dark Knight Rises baru dirilis empat tahun kemudian, tepatnya bulan ini, The Dark Knight tetap dapat dijadikan pilihan tontonan yang menegangkan sejak menit awal hingga akhir. Apalagi bagi mereka yang ingin menikmati  film superhero yang berbeda. Ketika mulai menonton film ini, tak salah memang Nolan membuat tagline, “Selamat Datang di Dunia tanpa Aturan!”

Check Also

Sekolah Biasa Saja: Kritik Praktik Pendidikan

  Oleh: Thariq Ridho Judul : Sekolah Biasa Saja Penulis : Toto Rahardjo Penerbit : Insist Press …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *