Home / Tag Archives: Cerpen baru

Tag Archives: Cerpen baru

Langit Sendu

  Oleh:  Putra P. Purba “Rupanya hujan di siang hari ini membawa berkah. Kelak hujan akan membawa namaku ke pembaringan terakhir” Suara gaduh mulai terdengar memecah keheningan. Gedung sudah ramai sejak pagi buta. Tumpukan kertas brosur dan bendera merah putih di mana-mana. Dibawa demi menjatuhkan hegemoni rezim yang lama berkuasa. …

Read More »

Ketika Semua Menolak Kehadiran Diriku Di Dekatnya

  Oleh : Yael Stefani Sinaga Harus bagaimana aku baru disebut manusia? Melentang, merayap, atau merunduk? “Kau penyakit bagi kami. Kau tak layak hidup. Bahkan di neraka saja orang-orang akan enggan dekat denganmu. Terkutuk lah kau wanita laknat,” Aku tertunduk di tengah-tengah mereka. Bahkan sudah tak tahu berapa banyak ludah …

Read More »

Perempuan di Tanah Hierarki

  Oleh: Putra P. Purba “Aku berada di tanah cendala dalam tatanan mahajana. Mampu menatap, namun tak sanggup bersuara.” Aku tatap sekali lagi nisan yang sudah berdiri tegak itu. Rasanya mataku enggan mengeluarkan airnya. Aku hanya menatap lekat tulisan yang terpampang di sana. Ridwan, laki-laki yang telah mempersuntingku tiga tahun lalu …

Read More »

Saat Dia Tersesat dan Mencari Jalan Pulang

  Oleh: Yael Stefany Sinaga “Jika salah maka benarkan. Tapi hasrat melambung tinggi dengan cepat.” Deras keringat membasahi ujung kepala hingga dagu. Hampir dua tahun aku mengenalnya. Entah setan atau kerasukan roh yang membuat kami sampai pada adegan klimaks ini. Sungguh benar kata orang, jika dua individu lupa memakai logika …

Read More »

Sesal

  Oleh: Nadiah Azri Br Simbolon Setiap orang mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. Saat seseorang menawari kesempatan kedua, dengan egoisnya aku pun tidak akan melepaskannya. Pagi tadi aku ditawarkan oleh seniorku untuk menemaninya berbuka puasa bersama. Aku yang memang pada saat itu tidak ada rencana untuk kemana-mana dan tak berniat …

Read More »

Potret Kenangan

  Oleh : Yael Stefany Sinaga Aku pikir semua baik-baik saja. Tanpa berkata banyak semua akan selesai. Ternyata tidak. Aku salah. Atau mungkin dia yang salah. Atau kami yang tak peduli. Awalnya manusia biadab itu. Semuanya jadi seperti ini. **** Terdiri dari dua puluh empat kepala dalam satu komunitas yang …

Read More »

Cerita Satire

  Oleh: Widiya Hastuti   Benarkah semua milik pemenang? Anugerah pahlawan milik pemenang? Kebenaran milik pemenang? Sejarah milik pemenang? Ah, kurasa tidak! Itu semua milik penguasa. Mereka menguasai segala-galanya. Mahasiswa mengamininya. Dia pemenang. Pemenang di kenyataan, hati, dan pikiran mahasiswa, tapi tidak di penguasa. Siapa mahasiswa di zaman edan ini …

Read More »

Akhir Penantian

  Oleh: Nikyta Ayu Indria Langit mendung tak selalu menandakan akan turun hujan. Ia datang sebagai penenang hati setiap insan kala siang hari. Terlindungi dari sinar matahari juga tak menginginkan rintik hujan membasahi. Kadang memberi manfaat pada orang lain akan membawa berkah bagi diri kita juga kelak. *** Odong-odong ukuran …

Read More »