Home / Tag Archives: Cerpen

Tag Archives: Cerpen

Nietzsche dan Wanita Tua

  Oleh: Surya Dua Artha Simanjuntak Kamu pernah bilang harapan hanya sebuah penjara bagimu. Namun, jika harapan adalah penjara, mungkin iman adalah kuncinya. “Hidup adalah penderitaan,” kata Buddha. Bagiku, itulah ajaran agama yang paling relevan. Mereka berkata bahwa aku hanya pemuda yang putus asa. Mungkin mereka benar. Nyatanya, aku hanya …

Read More »

Ketika Semua Menolak Kehadiran Diriku Di Dekatnya

  Oleh : Yael Stefani Sinaga Harus bagaimana aku baru disebut manusia? Melentang, merayap, atau merunduk? “Kau penyakit bagi kami. Kau tak layak hidup. Bahkan di neraka saja orang-orang akan enggan dekat denganmu. Terkutuk lah kau wanita laknat,” Aku tertunduk di tengah-tengah mereka. Bahkan sudah tak tahu berapa banyak ludah …

Read More »

Purnama Terakhir

  Oleh: Widiya Hastuti “Lauful Mahfudz, kitab kisah hidup manusia. Seperti novel dengan alur ceritanya. Tiap tokoh telah ditentukan kisahnya oleh penulis. Mereka hanya tokoh yang dibentuk oleh huruf. Tak dapat melakukan apa-apa.” Adil itu apa? Bahagia itu bagaimana? Bagai angin yang bergeming? Tak terasa. Aku seperti terjebak dalam labirin …

Read More »

Gama Anom

  Oleh: Widiya Hastuti “Alkisah, diceritakan pengelana (Gama) Muda (Anom) yang menjajaki angkaramurka insan dunia. Diturunkan pada cucu-cucu kelana. Disebarkan lewat  alunan suara. Hingga masa kini. Hidup Gama Anom terukir pada kitab manusia.” Dia Pemuda. Baginya, cakrawala adalah jalan hidup, Dan Tak terbatas, Dan tak terkirakan, Dan indah, Dan buruk. …

Read More »

Kereta Nirwana

  Oleh: Mayang Sari Sirait Oktober pertama yang begitu dingin, bersama hujan yang semakin senang berkunjung ke bumi. Oktober pertama yang begitu dingin, setelah tahun lalu hujan di Oktober terasa mati. Kakiku bergerak-gerak, memainkan sepatu converse putih yang aku kenakan. Aku membencinya. Ya, memakai sepatu putih. Rasanya sangat melelahkan ketika …

Read More »

Alamiah Manusia

  Oleh: Vanisof Kristin Manalu Hidup itu bukan pilihan. Yakinlah. Tapi kita dipilih untuk hidup itu pasti. Sebab ada miliar sperma merebutkan satu posisi pemenang. Dan kita terlahir sebagai pemenang. Ya… Kita menang. Di ruangan itu terdapat sebuah meja makan yang indah. Ukiran meja itu unik sekali. Sepertinya berasal dari …

Read More »

Catatan Rio dan Parta

Oleh: Dewi Annisa Putri Catatan Parta. Parapat, 7 Februari 2017. Sore hari merupakan waktu paling sempurna dibandingkan yang lainnya—pagi, siang, dan malam. Setiap kali matahari mulai lelah membantu umat untuk mencari nafkah dan bersekolah, kami pun bersiap menjemput kebahagiaan. Kebahagiaan kami menetap di suatu tempat di pinggir Danau Toba. Di …

Read More »

Kala Ayah Pergi

Oleh: Dewi Annisa Putri Bak cerita Cinderella, tepat pukul dua belas tengah malam, jam tua yang menempel di dinding itu berbunyi. Tapi itu bukan pertanda aku harus segera pulang. Pakaianku pun tak akan berganti dengan sendirinya. Lagi pula, aku juga tak sedang berdansa dengan seorang pangeran tampan yang menjadi idaman …

Read More »