Home / RAGAM / Kesehatan / Ternyata, Menguap Bisa Menular

Ternyata, Menguap Bisa Menular

Oleh: Shella Rafiqah Ully

Menguap tak selalu karena tengah mengantuk. Menguap bisa saja Anda lakukan karena melihat orang lain menguap.

Sumber Istimewa.
Sumber Istimewa.

Saya tidak sedang dalam situasi mengantuk saat itu. Cuaca memang mendukung untuk sekadar merebahkan diri, beristirahat. Terik siang hari dengan angin sepoi buatan yang berasal dari kipas angin yang terletak di dinding atas kepala cukup menggoda untuk sekadar memejamkan mata. Tapi sayangnya saya sedang didalam sebuah ruangan kelas. Mendengarkan seorang di depan sana tengah memaparkan banyak hal yang harusnya saya mengerti. Membosankan? Iya memang.

Saya coba fokus menatapnya sambil sesekali mengedarkan pandang sekeliling. Sepertinya dua puluh empat penghuni lain ruang kelas ini sedang merasakan hal yang sama. Mereka menatap nanar kedepan, tanpa ekspresi dan mulut terbungkam. Hingga akhirnya saya berbalik kebelakang dan mendapati seorang teman tengah membuka lebar-lebar mulutnya. Matanya mendadak sipit sebab terjepit oleh pipi yang naik. Tanpa sadar otot-otot pipi saya juga ikut naik dan kedua mulut menganga. Pun dengan teman disebelah kiri saya, refleks ia juga melakukan hal yang sama. Menguap.

Ternyata, menguap berantai yang terjadi pada kami adalah hal yang lumrah. Semuanya dapat dijelaskan secara ilmiah. Sebuah penelitian dari ilmuwan Italia Ivan Norsicia dan Elisabetta Palagi yang dipublikasikan di plosone.org menjelaskan proses penularan menguap ini. Di sana disebut hal itu biasa terjadi karena rasa empati yang mendalam. Sedangkan menguap sendiri adalah proses refleks pernapasan untuk menarik lebih banyak oksigen ke dalam aliran darah.

Bisa jadi ketika membaca tulisan ini Anda akan tersugesti untuk menguap.

Ivan dan Palagi melakukan pengamatan selama satu tahun yaitu sejak 2010 hingga 2011. mereka melibatkan 109 orang dewasa berusia di atas enam belas tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa menguap akan lebih mudah tertular kepada orang yang punya hubungan emosional yang dekat. Untuk orang yang tak saling kenal, respon untuk ikut menguap cenderung lebih lambat dibanding sanak saudara atau teman dekat. Butuh waktu hingga dua menit.

Secara ilmiah sebenarnya proses menularnya menguap pada orang lain disebabkan adanya sistem neuron cermin atau mirror-neuron system di dalam otak. Sistem itu bertugas menganalisis dan memerintah kita untuk mengikuti gerakan orang lain. Ketika menerima stimulus dari spesies yang sama maka spesies tersebut juga sedang mengaktifkan daerah yang sama diotak.

Namun, Yohannes Surya dalam laman situsnya yohanessurya.com menjelaskan menguap yang menular ini masih dalam proses penelitian. Menurutnya bisa jadi penularan ini terjadi karena gejala psikologis tubuh yang merespon dan memaksa apa yang ingin tubuh lakukan. Tapi di akhir Yohannes Surya menambahkan sebab menularnya menguap menurut Prof Provine dari Maryland adalah reaksi tubuh yang mengatur dirinya sehingga ketika melihat orang lain menguap tubuh juga memaksa dirinya untuk menguap.

Pun seorang peneliti bernama Gordon Gallup dikutip dari lansiran BBC News pada 8 April 2010 mengatakan penyebab menguap dan penularannya adalah mekanisme empatik yang berfungsi untuk menjaga kewaspadaan kelompok. “Karenanya menguap adalah empati.”

Sebab itu pula penularan menguap ini tidak berlaku bagi mereka pengidap autis. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Child Development memaparkan hanya sebelas persen dari responden anak pengidap autis yang berumur lima hingga 12 tahun yang turut menguap saat dibacakan sebuah cerita. Padahal saat respondennya anak-anak normal dengan rentang usia yang sama terdapat sekitar 43 anak yang ikut menguap.

Berdasarkan  laman Scientific American, ketua peneliti Molly Helt mengatakan hal itu terjadi sebab mereka tidak mengembangkan hubungan emosional dengan orang-orang di sekitarnya secara otomatis.

Nah, mulai sekarang berhati-hatilah. Karena menguap bisa saja terjadi bukan karena ada niat dari diri Anda. Melainkan kesempatan saat tak sengaja melihat orang lain menguap. Bisa jadi, untuk beberapa situasi Anda akan dirugikan sebab menguap tiba-tiba karena baru saja melihat orang lain menguap.

About Portal Berita Pers Mahasiswa SUARA USU

Check Also

Mythomania: Bukan Bohong Biasa

Oleh: Vanisof Kristin Manalu Kebiasaan terlalu sering berbohong bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental. Salah …