Home / Resensi / The Hobbit An Unexpected Journey: Sebuah Petualangan Epik untuk Akhir Tahun

The Hobbit An Unexpected Journey: Sebuah Petualangan Epik untuk Akhir Tahun

Oleh Lazuardi Pratama

Sumber: Istimewa
Sumber: Istimewa

Judul: The Hobbit: An Unexpected Journey

Sutradara: Peter Jackson

Pemain: Ian McKellen, Martin Freeman, Richard Armitage, Andy Serkis, Benedict Cumberbatch

Tahun: 2012

Durasi: 169 menit

Mengikuti jejak pendahulunya, The Hobbit: An Unexpected Journey datang dengan sejuta kemeriahan sebagai film penutup tahun.

Serial The Hobbit adalah sebuah film fantasi yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan JRR Tolkien (1937), oleh sang sutradara sekaligus produser, Peter Jackson. Jackson sendiri membagi novel tersebut ke dalam tiga seri film, yaitu An Unexpected Journey (2012), Desolation of Smaug (2013) dan There and Back Again (2014). Serial The Hobbit ini adalah prekuel dari trilogi film The Lord of The Rings yang dirilis lebih dahulu pada 2001, 2002 dan 2003 lalu.

Berawal dari kisah seorang Hobbit—manusia kerdil—bernama Bilbo Baggins (Martin Freeman) yang saat itu sudah tua renta menceritakan petualangan masa mudanya bersama Gandalf (Ian McKellen) dan ketiga belas kurcaci yang dipimpin oleh Thorin Oakenshield (Richard Armitage). Mereka berpetualang dengan tujuan mengalahkan Smaug (Benedict Cumberbatch), naga yang menghancurkan Erebor, tanah air ke-13 kurcaci tersebut. Bilbo Baggins sendiri merupakan paman dari Frodo Baggins (Elijah Wood), salah satu tokoh dalam film The Lord of The Rings

Beragam petualangan dan kejadian menegangkan mereka temui selama dalam perjalanan menuju Erebor. Mulai dari mengalahkan Troll pemakan daging, lari dari kejaran Orc yang ingin balas dendam atas kekalahan di masa lalu terhadap Thorin Oakenshild, bertemu dengan para Elf, memasuki sarang Goblin, dan akhirnya hampir sampai di Erebor.

Bilbo Baggins, sebagai seorang yang sebelumnya tidak pernah mendapat pengalaman bertarung sedikit demi sedikit dapat memahami keberadaannya dalam kelompok tersebut. Thorin Oakenshield, pewaris tahta kerajaan kurcaci, seorang pemimpin yang banyak melakukan kesalahan namun tetap mempunyai jiwa kesatria yang tangguh. Gandalf, seorang penyihir hebat yang seringkali menghilang lalu kembali sebagai penyelamat ditengah-tengah keadaan terdesak dan masih banyak karakter-karakter yang mempunyai karakteristik unik dalam film ini.

Kalau Anda pernah menyaksikan trilogi film The Lord of The Rings sebelumnya, mungkin akan mengenal sosok Gollum (Andy Serkis). Adegan ini menjadi cikal-bakal trilogi film The Lord of The Rings. Gollum sebelumnya adalah pemilik cincin emas yang tersebut dalam trilogi film The Lord of The Rings. Melalui adegan yang dikemas secara menarik dan menghibur, cincin tersebut kemudian beralih tangan ke Bilbo Baggins yang berhasil mengalahkan Gollum dalam permainan tebak-tebakan. Dengan menggunakan cincin tersebut pula, Bilbo Baggins berhasil kabur dari sarang Goblin dan Gollum tersebut.

Di akhir seri pertama The Hobbit ini, Bilbo Baggins dan rombongan disergap oleh gerombolan Orc yang murka dan menginginkan terbunuhnya Thorin Oakenshield. Atas pertolongan dari burung-burung yang besarnya jauh melewati tubuh para kurcaci itu sendiri, mereka berhasil kabur.

Dikemas dengan penuh ketegangan, The Hobbit: An Unexpected Journey ini sangat jauh dari kata membosankan dan mampu membuat Anda berulang kali menahan napas

Pemain yang sebelumnya pernah memainkan peranannya masing-masing dalam trilogi film The Lord of The Rings membuat penokohan dalam film ini terasa alami. Itulah yang membuat kuatnya hubungan antara The Hobbit: An Unexpected Journey dengan trilogi film The Lord of The Rings.

Peter Jackson yang telah berpengalaman mengasuh The Lord of The Rings, pun sangat baik dalam mengeksplorasi setiap latar dan pemandangan Selandia Baru, tempat pengambilan gambar film ini. Hijaunya rumput Shire, tebing-tebing yang terdapat banyak air terjun di Rivendell dan sebagian besar pemandangan membuat minat menonton semakin besar.

Sebagai suksesor dari film The Lord of The Rings, The Hobbit: An Unexpected Journey sangat kental dengan unsur fantasi. Keberadaan makhluk-makhluk fantasi seperti Elf, Orc, Kurcaci, Hobbit, Goblin dan lain-lain disatukan secara apik dalam film adaptasi dari novel JRR Tolkien ini.

Dirilis dengan sejuta efek dan adegan yang menarik, sangat disarankan agar menonton film ini dalam format 3D jika ingin mata dan adrenalin Anda termanjakan.

Check Also

Sekolah Biasa Saja: Kritik Praktik Pendidikan

  Oleh: Thariq Ridho Judul : Sekolah Biasa Saja Penulis : Toto Rahardjo Penerbit : Insist Press …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *